Kalahkan Zurich, Jakarta Tembus Peringkat Ke-2 dalam "Emerging Startup Ecosystem"

Kalahkan Zurich, Jakarta Tembus Peringkat Ke-2 dalam "Emerging Startup Ecosystem"
info gambar utama

Salah satu lembaga penelitian startup dunia, yakni Startup Genome, merilis tulisan mengenai wilayah dengan ekosistem startup yang potensial. Judul tulisan tersebut adalah “Rankings 2020: Top 100 Emerging Ecosystems”. Berdasarkan data yang ada pada tulisan tersebut, salah satu kota di Indonesia, tepatnya Jakarta menempati peringkat ke dua sebagai wilayah dengan ekosistem startup yang potensial.

Tulisan mengenai emerging ecosystem atau ekosistem startup potensial tersebut mengacu pada 100 ekosistem potensial setelah ekosistem terbaik global yang sudah matang seperti Silicon Valley di Amerika Serikat. Data peringkat yang disusun dalam tulisan tersebut menggunakan empat indikator dengan rentang poin mulai dari angka 1 hingga 10, keempat indicator tersebut diantaranya :

  • Performa (Peformance)
  • Pendanaan (Funding)
  • Jangkauan Pasar (Market Reach)
  • Kemampuan Digital (Talent)

Jakarta mendapatkan poin maksimal untuk tiga indikator yakni Performance, Funding dan Market Reach, sementara 9 poin untuk indikator Talent. Hal tersebut menjadi alasan mengapa Jakarta menempati posisi ke dua, yakni karena selisih satu poin dengan kota yang menempati peringkat pertama, kota Mumbai, India yang mendapatkan poin tertinggi untuk setiap indikatornya.

10 Kota dengan ekosistem startup terbaik di Dunia
info gambar

Dalam tulisannya kali ini, Startup Genome telah melipatgandakan jumlah kajiannya sejak tahun 2019 yang mana terdapat lebih dari 270 eksosistem startup di lebih dari 100 negara. Berdasarkan tulisan dari kajian yang dilakukan oleh Startup Genome, berikut ini adalah 10 peringkat wilayah dengan ekosistem startup potensial :

  1. Mumbai, India
  2. Jakarta, Indonesia
  3. Zurich, Switzerland
  4. Greater Helsinki, Finland
  5. Guangzhou, China
  6. Barcelona, Spain
  7. Madrid, Spain
  8. Philadelphia, United States
  9. Manchester-Liverpool, United Kingdom
  10. Research Triangle, United States

Pertumbuhan Startup di Indonesia

Pertumbuhan startup di Indonesia mengalami kenaikan terlebih semenjak era digital saat ini. Tercatat, dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenrisetdikti) RI, pada tahun 2015 ada 52 startup yang dikelola di bawah naungan kementerian tersebut. Jumlah startup bertambah menjadi 956 startup pada awal tahun 2018 yang juga masih berada di bawah naungan Kemenrisetdikti.

Tidak hanya Kemenrisetdikti, namun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI pun melakukan pendataan mengenai startup dengan menghadirkan program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang telah berjalan sejak tahun 2016. Gerakan ini sudah melahirkan lebih dari 1.040 startup di 10 kota dengan total peserta 78.853 orang.

Berdasarkan data-data tersebut, mengindikasikan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu negara yang memimpin pengembangan bisnis startup diiringi dengan kemampuan untuk membaca kesempatan dan menganalisis ancaman-ancaman yang akan timbul nantinya. Salah satu peluang yang dapat di dayagunakan para pegiat startup adalah bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada rentang tahun 2030 hingga 2040 mendatang.

Baca juga

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini