Satu-Satunya dari Indonesia, Nicke Widyawati Dinobatkan Jadi Wanita Berpengaruh Dunia

Satu-Satunya dari Indonesia, Nicke Widyawati Dinobatkan Jadi Wanita Berpengaruh Dunia
info gambar utama

‘’Bapak Presiden [Joko WIdodo] juga tekankan, bagaimana ini Pertamina kok impornya besar terus? Padahal kan bagaimana seoptimal mungkin harus memanfaatkan minyak yang dari dalam negeri,’’ ungkap Rini Soemarno pada 29 Agustus 2018 lalu kala Rini sedang menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Itu adalah ungkapan Rini setelah menunjuk Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama baru Pertamina kala itu. Dalam artian, mengurangi impor adalah tugas utama Nicke yang dimandatkan presiden kepada Nicke. Bahkan Rini pun menargetkan bahwa Pertamina—yang kala itu sudah di bawah tangan Nicke—bisa menyerap semua produksi minyak dalan negeri satu tahun ke depan, yang artinya target untuk tahun 2019.

Harapannya agar komposisi dalam negeri dengan impor lebih baik. ‘’Jadi targetnya tahun depan itu [2019], minyak yang diproduksi di Indonesia bisa diserap semua sama Pertamina. Sehingga kita hanya mengambil tambahan blending dari luar, makin kurangi impor. Jadi tanggung jawabnya Bu Nicke ini makin berat,’’ tutur Rini dikutip Detik.com (29/8/2018).

Meski begitu, setelah diangkat menjadi Dirut Pertamina, Nicke pernah mengatakan tidak akan merencanakan strategi baru dengan tetap melanjutkan program perusahaan. ‘’Tidak ada perubahan yang signifikan karena semua sudah tertata,’’ katanya dikutip Katadata.co.id (20/4/2018).

Masih di tengah upaya untuk pengurangan impor sesuai mandat presiden, dua tahun menjabat, Nicke digempur masalah dengan kondisi pandemi Covid-19. Tentu saja kondisi pandemi sangat menekan kondisi ekonomi baik dalam negeri, maupun ekonomi dunia. Bagi Nicke, ini adalah tugas berat selanjutnya yang harus ditangani.

Usahanya ternyata terendus oleh majalah bisnis global asal Amerika Serikat, Fortune, yang menobatkan Nicke menjadi salah satu wanita paling paling berpengaruh dunia. Dalam daftar 50 Most Powerful Women International, Nicke ditempatkan pada posisi 16 di bawah Jean Liu, bos perusahaan ride-hailing terbesar China, Didi Chuxing.

Sebagai satu-satunya perempuan Indonesia yang masuk dalam daftar, Fortune melihat bahwa insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung itu telah melakukan transformasi Pertamina di tengah pandemi. Nicke dinilai mumpuni dalam mengelola perusahaan pelat merah yang berpendapat lebih dari 54,6 miliar dolar AS itu, sekaligus menangani 32 ribu karyawan yang tersebar di seluruh dunia.

Meski di tengah pandemi, Pertamina di bawah nahkoda Nicke juga rupanya mampu bersiap melakukan pencatatan saham anak perusahaannya di lantai bursa. Target rencana dua tahun ke depan ini terlaksana dengan memprioritaskan PT Pertamina Hulu Energi yang akan go public terlebih dahulu.

Selama masa pandemi, Pertamina di bawah pimpinan Nicke juga mengeluarkan program yang dianggap menguntungkan masyarakat demi tetap memutar roda perekonomian negara. Salah satunya adalah program promo cashback sebesar 50 persen khusus untuk para pengemudi ojek daring (ojek online/ojol).

Para ojol ini bisa mengambil benefit dengan melakukan pembelian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina dengan menggunakan aplikasi MyPertamina. Bahkan beberapa program Pertamina seperti pengiriman BBM langsung ke pembeli juga dijalankan oleh Pertamina di tengah terbatasnya aktivitas masyarakat saat masa pandemi. Hal ini juga diketahui telah diinisiasi oleh Nicke.

Selain dinilai dari kecapakan para wanita ini dalam menangani dampak pandemi Covid-19, majalah Fortune memang memilih tokoh-tokoh wanita yang dinilai berani terjun langsung ke industri yang biasanya didominasi kaum pria, seperti industri pertambangan, baja, dan migas. Dan Nicke masuk dalam kriteria tersebut.

Rekam Jejak Karir Nicke di Industri Kaum Pria

Dirut Pertamina, Nicke Widyawati
info gambar

Sebelum menjadi Dirut Pertamina, Nicke memang sudah memiliki jejak karir di beberapa perusahaan yang biasanya memang didominasi oleh kaum pria.

Sebelum menjabat sebagai Dirut, Nicke menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina dan pernah menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN (Persero). Ya, Pertamina bukan satu-satunya perusahaan pelat merah tempat Nicke pernah bertugas.

Sebelum di PT PLN, Nicke juga diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Mega Eltra, yang merupakan kontraktor listrik di lingkungan holding PT Pupuk Sriwijaya. Nicke juga pernah menjadi Direktur Bisnis di PT Rekayasa Industri (Rekind) dan Vice President Corporate Strategy Unit di perusahaan yang sama.

Sebuah rekam jejak karir yang pada akhirnya diapresiasi dengan menyemat sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia versi Fortune.

Saat awal menjabat sebagai pimpinan utama Pertamina, Nicke diketahui langsung mengebut pengembangan kilang di Indonesia. Lokasi penggarapan pertama yaitu kilang Balikpapan dan Cilacap. Selain itu, Nicke juga memimpin implementasi program biodesel yang saat itu mencapai B20.

Rencananya, pertengahan tahun 2021, Pertamina juga direncanakan untuk memproduksi 100 persen biodiesel atau B100, sebagai upaya menekan impor minyak mentah. Nantinya, hal ini dapat mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia.

Bangga! Mudah-mudahan tahun depan aka nada lebih banyak nama wanita Indonesia yang dinilai berpengaruh di dunia ya.

--

Sumber: Finance Detik | Fortune.com | Katadata.co.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini