Sejarah Hari Ini (29 Oktober 1945) - Indonesia dan Inggris Sepakat Gencatan Senjata

Sejarah Hari Ini (29 Oktober 1945) - Indonesia dan Inggris Sepakat Gencatan Senjata
info gambar utama

Pada 28 Oktober 1945, pecah sebuah pertempuran antara tentara sekutu Inggris melawan Rakyat Surabaya. Pertempuran dimulai pada pukul 5 sore.

Pertempuran berlangsung serentak di seluruh penjuru kota Surabaya.

Kekuatan tentara Inggris di bawah komando Aubertin Walter Sothern Mallaby lantas terpecah-pecah karena tidak mampu menahan gempuran rakyat di Surabaya.

Sekutu pun kelimpungan karena pemimpin di Surabaya tidak mampu menahan amarah arek-arek Surabaya.

Mereka akhirnya meminta Presiden RI Sukarno untuk menenangkan keadaan.

Dari Jakarta, Sukarno bersama Wakil Presiden Mohammad Hatta dan Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin terbang ke Surabaya dengan Royal Air Forces (RAF).

Sumber: Kedaulatan Rakjat
info gambar

Pada sore hari tanggal 29 Oktober 1945, Sukarno menggelar perundingan gencatan senjata dengan tentara Inggris yang dipimpin A.W.S Mallaby.

Presiden Sukarno menenangkan arek-arek Surabaya yang terlibat peperangan dengan tentara Inggris. Sumber:
info gambar

Saat itu, hasil perundingan antara kubu Indonesia dan pihak Inggris melahirkan sejumlah pokok, berikut isi dari hasil perundingan tersebut, "Pada tanggal 29 Oktober 1945 berhubung dengan adanya pertempuran antara rakyat Surabaya dengan tentara pendudukan Inggris di Surabaya, Presiden kita PYM (Paduka Yang Mulia) Ir. Sukarno, PYM Drs. Moh. Hatta, dan PT Mr. Amir Sjarifuddin Menteri Penerangan telah tiba di kota Surabaya untuk menenteramkan keadaan. Dalam hujan peluru beliau mengadakan perundingan dengan Panglima Tentara pendudukan di Surabaya, dan hasil permusyawaratan ialah sebagai berikut:

1. Perjanjian diadakan antara Panglima Tentara Pendudukan Surabaya dengan PYM Ir. Sukarno, Presiden RI untuk mempertahankan ketenteraman kota Surabaya

2. Untuk menenteramkan, diadakan perdamaian: ialah tembakan-tembakan dari kedua pihak harus diberhentikan

3. Keselamatan segala orang (termasuk orang-orang interniran) akan dijamin oleh kedua belah pihak

4. Syarat-syarat yang termasuk dalam surat selebaran yang disebarkan oleh sebuah pesawat terbang tempo hari tanggal 27 Oktober akan diperundingkan antara PYM Ir. Sukarno dengan Panglima Tertinggi Tentara Pendudukan seluruh Jawa pada tanggal 30 Oktober besok

5. Pada malam itu segala orang akan merdeka bergerak, baik orang-orang Indonesia maupun Inggris

6. Segala pasukan akan masuk ke dalam tangsinya, dan orang yang luka-luka dibawa ke rumah sakit, dan dijamin oleh kedua belah pihak

Malamnya, 6 pokok persetujuan disiarkan oleh Presiden Sukarno dan Brigjen A.W.S. Mallaby lewat Radio Pemberontakan di Jalan Mawar no.2 Surabaya.

Hanya saja kesepakatan ini dilanggar dan dalam suatu pertempuran Jenderal Mallaby terbunuh dan memicu peperangan yang lebih besar lagi di Surabaya.

---

Referensi: De Maasbode | Depdikbud, "Sejarah Daerah Jawa Timur"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini