Intip Proyek Baru Fajar Nugros

Intip Proyek Baru Fajar Nugros
info gambar utama

IDN Media resmi meluncurkan IDN Pictures setelah mengakuisisi sebuah perusahaan film independen, Demi Istri Production. Sutradara Fajar Nugros (Nugros) dan produser Susanti Dewi (Santi) yang mendirikan Demi Istri Production pada tahun 2018 memang memiliki rencana untuk melakukan upscale pada perusahaan film
tersebut. Akhirnya, di bulan Oktober tahun 2019, mereka bertemu dengan Winston Utomo (Founder dan CEO IDN Media) dan William Utomo (Founder dan COO IDN Media).

Berangkat dengan visi dan misi yang sama, IDN Pictures pun lahir dan diresmikan pada 12Mei 2020 lalu. Berikut adalah cerita Nugros dan Santi mengenai IDN Pictures serta proyek apa saja yang sedang mereka rencanakan. Yuk, kita simak!


1. Perjalanan panjang lahirnya IDN Pictures

Sejak 2 tahun lalu, Demi Istri Production sudah mulai fokus untuk melakukan upscale. “Sebelum bergabung dengan IDN Media, Nugros dan saya sudah bertemu dengan banyak calon investor. Dari semua yang ada, kami tidak menemukan satupun yang membawa visi dan mimpi yang sama. Padahal, ke-2 hal tersebut adalah hal terpenting yang seseorang harus pertimbangkan dalam menemukan partner bisnis,” kata Santi membuka
perbincangan.

Pencarian itu memakan waktu yang tak sebentar. Setahun setelah memutuskan untuk upscale perusahaan filmnya, Nugros dan Santi baru bertemu dengan Winston dan William pada Oktober 2019 lalu. “Dengan visi dan mimpi yang sama, kami merasa click begitu saja―yah, sama saat seperti bertemu dengan jodoh. Setelah melewati berbagai macam diskusi, dari A hingga Z, akhirnya lahirlah IDN Pictures,” lanjut Santi bercerita.

Melibatkan proses yang panjang, memproduksi film tak hanya membutuhkan partner yang kreatif dan cerdas, namun juga suportif dan menyenangkan. “Partner harus pas karena proses kerjanya panjang. Mulai dari menciptakan ide, lalu bagaimana menyulap sebuah cerita menjadi sesuatu yang ada market-nya, memilih ratusan kru yang dibutuhkan untuk mewujudkan sebuah film, hingga mendistribusikannya ke penonton,” Nugros menimpali.


2. Badai pasti berlalu, industri film di Tanah Air diyakini bertahan

Perkembangan industri film Indonesia selama 5 tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan bisnis yang sangat signifikan dan berkelanjutan. Dimulai dari 16 juta penonton film di tahun 2015, jumlahnya terus mengalami kenaikan pesat hingga mencapai angka 52 juta pada tahun 2019. Bahkan, sebelum memasuki masa pandemik, film-film Indonesia yang tayang di awal tahun juga masih meraih jumlah penonton yang sangat baik.


Menanggapi hal ini, Santi berkata, “Pesatnya pertumbuhan penonton yang ditambah dengan komitmen pihak eksibitor maupun penyedia platform yang ada di Indonesia, bisnis film dan konten serupa akan menjadi primadona di Indonesia. Meski bisnis terdampak akibat pandemik, saya secara personal yakin bahwa situasi ini akan segera berakhir dan bisnis film dapat kembali membaik. Sekarang ini juga pasti banyak yang sudah kangen nonton.”


3. Production value yang digarap IDN Pictures
Saat ditanya mengenai apa itu IDN Pictures dan proyek apa saja yang akan dikerjakan, Nugros menjawab, “IDN Pictures itu perusahaan film berbasis teknologi yang menghasilkan produk tontonan―baik film, serial, dan produk komersial yang menargetkan generasi millennial dan z di Indonesia. IDN Pictures juga berperan sebagai wadah bagi para filmmaker dan commercial maker untuk berkolaborasi, membuat karya-karya yang impactful bagi generasi sekarang ini.”

Untuk proyek yang sedang berjalan, Nugros berkata, “Sekarang ini, yang sedang berjalan adalah commercial projects. Namun, yah, mudah-mudahan kami sudah dapat share proyek film IDN Pictures di tahun depan, ya. Tentunya kami akan menghadirkan line-up proyek yang menarik bersama dengan talenta-talenta terbaik Indonesia.”

“Proyek yang kami siapkan di IDN Pictures ini lintas genre, namun tentu tetap appealing buat generasi millennial dan z. Kami belum bisa share banyak tentang hal ini, tapi tunggu tanggal mainnya, ya! Satu yang pasti, sih, proyek-proyek yang kami kerjakan memiliki alur cerita yang bagus dan production value yang ciamik!” ucap Nugros menutup perbincangan
siang itu.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini