Serunya Menyelam di Pulau yang Memiliki Titik Selam Terbaik di Indonesia

Serunya Menyelam di Pulau yang Memiliki Titik Selam Terbaik di Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI, tak dimungkiri jika Pulau Alor memiliki pesona pantai dan pemandangan bawah laut yang memukau. Tak heran, pulau yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menjadi surga bagi para penyelam. Bahkan, pada 2016, pulau ini mendapat predikat sebagai juara pertama pada ajang Anugerah Pesona Indonesia dalam kategori Tempat Menyelam Terpopuler (Most Popular Diving Spot).

Alor merupakan sebuah pulau yang secara geografis terletak di ujung timur NTT, yang juga merupakan bagian dari 92 pulau terluar di Indonesia, karena berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste di sebelah selatan.

Tempat menyelam yang elok tentunya juga berkaitan dengan pantainya yang memesona. Beberapa pantai di Alor yang bisa kawan GNFI sambangi sebelum melakukan keseruan menyelam, di antaranya:

Pantai Baolang

Baolang adalah salah satu pulau yang berada di Kabupaten Alor NTT. Pulau ini diapit oleh Pulau Kabir (Pantar Timur) dan Baranusa (Pantar Barat). Secara umum, pulau kecil ini dihuni sekitar 200 kepala keluarga.

Memiliki pesona pasir putih dan terumbu karang (coral reefs) yang belum banyak terjamah, tentunya pantai ini menyimpan banyak pesona pemandangan bawah lautnya. Letaknya boleh jadi sangat strategis untuk pelancong, yakni berada di antara laut Alor dan Pulau Pantar.

Untuk menikmati keindahan panorama alam dan pemandangan bawa lautnya, kawan GNFI cukup merogoh kocek Rp50 ribu kawan sudah bisa ke tempat ini dengan waktu tempuh 2 jam perjalanan dari Ibu Kota Kabupaten Alor (Kalabahi) dengan perahu motor atau speatboat.

Pantai Pulau Kepa

Pulau Kepa adalah sebuah pulau kecil di Kabupaten Alor, yang memiliki perairan laut biru jernih nan memesona. Tak hanya itu, kawan GNFI juga bisa menikmati senja di pulau ini. Pulau Kepa begitu istimewa dan tidak seperti di tempat yang lain, bahkan Pedoman wisata menuis bahwa pulau ini mampu menghipnotis para turis dan bikin betah.

Pulau Kepa juga memiliki hamparan pasir putih semulus tepung dengan suasana tenang dan damai. Saujana samudera dengan pemandngan kontras bukit hijau yang menawan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Bagi kawan GNFI yang suka aktivitas air, namaknya wajib mengunjungi pulau ini ketika di Alor. Gelombang laut kecil serta arus air yang mengalir menuju garis pantai akan memberikan keasyikan tersendiri.

Pantai Sebanjar

Pantai Sebanjar dengan segala keelokannya yang memanjakan mata, menjadi salah satu tempat favorit masyarakat Kabupaten Alor dalam mengisi akhir pekannya. Pemandangan yang begitu indah dan udaranya masih segar, menjadikan pantai ini sebagai destinasi favorit liburan warga sekitar.

Selain tampilan panorama alamnya yang memesona, pantai ini juga menyediakan spot foto dan Lopo-Lopo (Gubuk tempat berteduh tradisional) kecil yang terhampar disekitar pesisir pantai.Yang tak kalah menarik adalah aornya yang jernih yang membuat para penggila snorkeling bakal takjub.

Pantai Batu Putih

Yang tak kalah menarilk dari tempat wisata pantai di Alor adalah Pantai Batu Putih, yang terletak di Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.

Sesuai dengan namanya, di sekitar kawasan ini kawan GNFI bisa melihat betapa menawannya hamparan tebing-tebing berongga yang berwarna putih. Uniknya, rongga-rongga dari tebing-tebing tadi bisa melindungi kawan GNFI dari pancaran sinar matahari.

Titik selam terbaik di Alor

Puas menikmati pantai, tentunya badan sidah tak sabr ingin menyatu dengan air laut dan melihat keindahan bawah laut Alor. Seperti dituliskan Pegi-pegi.com, setidaknya ada 30 lebih titik selam terbaik yang bisa kawan GNFI lihat pesona keindahan bawah lautnya, yakni:

  1. Baruna's Point,
  2. Captain's Choice,
  3. The Refrigerator,
  4. Half Moon Bay,
  5. Peter's Prize,
  6. Crocodile Rook,
  7. The Edge,
  8. Coral Clitts,
  9. Baeylon,
  10. School's Ut,
  11. Shark Close,
  12. Tuna Channel,
  13. Anemone Country,
  14. Sharks Reeway,
  15. Octopus Garden
  16. Never-Never wall,
  17. Cave Point,
  18. Barrel Sponge Wall,
  19. Mola-Mola Point,
  20. Night Snacks,
  21. Alor Expree,
  22. Rocky Point,
  23. Three Coconuts,
  24. The Arch,
  25. Fallt Line,
  26. The Pacth,
  27. Nite Delht,
  28. Kal's Dream,
  29. The Ball,
  30. Trip Top,
  31. The Mlai Hall,
  32. No Man's Land,
  33. The Chatedral,
  34. Moving Pictures,
  35. Eagle Ray Point, dan
  36. Rahim's Point.

Transportasi dan akomodasi

Untuk bisa sampai ke Alor, kawan GNFI bisa menuju Kota Kupang terlebih dahulu. Dari Kupang, ada maskapai penerbangan TransNusa yang melayani penerbangan ke Alor saban harinya. Penerbangan ke Alor dari Kupang ditempuh selama 50 menit, dengan harga tiket antara Rp350-550 ribu.

Sementara bagi kawan GNFI yang lebih senang melakukan perjalana laut, bisa menumpang kapal feri PELNI, yang berangkat dari Kupang ke Alor dalam kurun 18 jam. Ongkosnya sekira Rp75 ribu per orang, dan 195 ribu untuk motor. Tapi patut dicatat, perjalanan rute Kupang-Alor hanya ada dua kali sepekan, perlu pintar-pintar kawan GNFI untuk mengatur waktu perjalanan dengan melihat jadwal di laman ASDP.

Jika sudah sampai Alor dan ingin menginap beberapa hari, jangan risau, karena Alor-dive.com menyebut ada ragam penginapan yang bisa kawan GNFI tempati. Mulai dari penginapan ala backpacker dengan tarif Rp180 ribuan semalam, atau penginapan hotel dengan ongkos kamar Rp500 ribu semalam.

Laman Pergidulu menyebut, bahwa waktu terbaik untuk mengunjungi Alor adalah sekitar bulan Agustus sampai November. Namun, penting kiranya mencari informasi soal kondisi di sana sebelum berangkat pelesir. Karena pada bulan tertentu, arus dingin dari Australia mengalir melalui perairan Alor.

Suhu arus dingin bawah laut itu bisa mencapai 5 derajat celsius. Akibatnya, akan banyak ikan-ikan muncul ke permukaan karena kedinginan, dan itu tandanya waktu yang kurang bagus untuk menyelam. Namun pada saat yang sama, arus laut dingin itu akan memunculkan beragam atraksi satwa laut di permukaan, seperti lumba-lumba, paus, atau paus orca.

Tempat terbaik untuk melihat atraksi mamalia laut itu ada di Selat Pantar, yang merupakan jalur perlintasan migrasi lumba-lumba, paus, maupun orca. Selat Pantar merupakan batasan antara Pulau Pantar bagian barat dan Pulau Alor di bagian timur.

Gimana? Seru, bukan?

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini