Mengenal Republik Palau, Jiran yang Hampir Terlupakan

Mengenal Republik Palau, Jiran yang Hampir Terlupakan
info gambar utama

Kalau kita berbicara soal negara tetangga, yang pasti terlintas adalah Malaysia, SIngapura, Australia, Papua Nugini, sampai Brunei Darussalam yang merupakan negeri tetangga yang paling kecil. Tapi tahukah Kawan GNFI kalau ternyata kita punya negara yang lebih kecil dan usianya baru beranjak ‘’dewasa’’, yakni baru menginjak usia 26 tahun.

Negara kecil ini adalah Palau atau Republik Palau atau kerap disebut juga Belau dan Pelew. Tercatat Indonesia baru mulai membuka hubungan diplomatik dengan negara ini pada tahun 2006 yang kala itu masih berusia 12 tahun. Ada tiga alasan yang ingin dijalankan saat itu yaitu mengenai batas-batas maritim, soal konsuler untuk melindungi nelayan-nelayan Indonesia, dan soal Papua.

Hubungan diplomatik ini dinilai harus terbentuk mengingat letak negara Republik Palau berada di 200 mil ke timur Indonesia. Antara News pernah mewartakan bahwa hubungan diplomatik setingkat duta besar antara dua negara baru terbentuk satu tahun setelahnya, yakni pada 12 Juli 2007.

Pada penandatangan berkas resmi bernama Joing Communique itu, disebutkan bahwa Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina ditunjuk sebagai duta besar tidak tetap untuk Palau. Begitu juga sebeliknya, Duta Besar Palau untuk Filipina ditunjuk sebagai duta besar tidak tetap untuk Republik Indonesia.

Berikut beberapa informasi tentang negara tetangga kita yang hampir terlupakan.

Kondisi Geografis Palau

Kondisi Geografis Palau
info gambar

Kalau awalnya kita mengira bahwa Brunei Darussalam adalah negara tetangga terkecil kita, ternyata salah karena Palau yang merupakan negara tetangga terkecil Indonesia. Negara ini hanya memiliki luas 465 kilometer persegi yang sebagian besar wilayahnya merupakan kepulauan dengan rangkaian 8 pulau besar dan 250 pulau.

Tercatat pada tahun 2015 lalu, jumlah penduduk Palau hanya sekitar 17.948 jiwa. Pulau yang paling padat penduduknya adalah Pulau Koror, namun ibu kotanya berada di Pulau Babeldaob yaitu kota Ngerulmud.

Secara maritim, Palau berbatasan langsung dengan Indonesia, Filipina, dan Federasi Mikronesia. Di Indonesia, Palau lebih dekat dengan Provinsi Papua Barat dengan jarak 200 kilometer di sebelah utara. Dari timur Provinsi Maluku Utara berjarak 255 kilometer dan dari timur Provinsi Sulawesi Utara berjarak 500 kilometer.

Untuk melindungi dan menghormati batas negara antara Indonesia dan Palau, pada 9 Desember 2019 lalu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, telah memasang dua Prasasti Bhinneka Tunggal Ika di Pulau Fani, Raja Ampat. Pemasangan prasasti ini untuk mempertegas batas wilayah antara Indonesia dan Palau.

Sekilas Sejarah Terbentuknya Palau

Awalnya negara ini dibentuk sekitar 3.000 tahun yang lalu oleh pendatang dari Filipina dan membentuk populasi Negrito hingga 900 tahun yang lalu. Setelah bangsa Eropa datang pada abad ke-15, pulau-pilau yang membentuk Kepulauan Caroline di Mikronesia ini dijadikan bagian dari Hindia Spanyol Timur pada 1574.

Setelah Spanyol kalah perang dengan Amerika pada tahun 1898, pulau-pulau ini dijual ke Imperial Jerman pada 1899 dengan diberikan ketentuan Jerman0Spanyol Treaty, sehingga mereka menjadi bagian dari Jerman Nugini. Namun, pada Perang Dunia I, Angkatan Laut Kekaisaran Jepang berhasil menaklukan Palau dan menjadi bagian dari Amanat Pasifik Selatan Jepang.

Lalu pada Perang Dunia II yang terjadi antara pasukan Amerika dan Jepang, Palau akhirnya jatuh ke tangan Amerika Serikat dan menjadi bagian dari mereka yang diatur dari Kepulauan Pasifik pada tahun 1947. Namun, pada akhirnya Republik Palau menentang dan memilih untuk bergabung dengan Negara Federasi Mikronesia pada tahun 1979.

Baru pada 1 Oktober 1994, Republik Palau baru memperoleh kedaulatan penuh akan negaranya. Tanggal ini yang dijadikan tanggal kemerdekaan Palau. Meski telah merdeka, namun Palau masih berada terikat Compact of Free Association dengan Amerika Serikat. Secara ekonomi dan kebutuhan militer, Palau dibantu dan dikendalikan oleh Amerika Serikat.

Saking Indahnya, Pengunjung Palau Harus ‘’Berikrar’’

Berkunjung ke Palau
info gambar

Termasuk negara kepulauan yang melewati garis khatulistiwa, Palau juga dikehui memiliki keindahan alam yang sangat memesona. Terutama keindahan bawah lautnya. Salah satunya sudut keindahan Palau bahkan sudah terdaftar menjadi warisan dunia di United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Warisan alam itu adalah Rock Island Southern Lagoon yang mencakup wilayah sebesar 100.200 hektar dan 445 pulau batu kapur vulkanik tak berpenghuni. Selain itu Rock Island juga diketahuki memiliki 385 spesies terumbu karang dan tiga belas spesies hiu. Dan yang paling terkenal dari semuanya adalah Danau Ubur-Ubur yang berada di Pulau Eil Malk yang masih menjadi bagian dari Rock Island.

Mengetahui akan keindahan alam yang dimiliki oleh Republik Palau, pemerintah setempat mewajibkan kepada para turis yang berkunjung ke Palau untuk mengucap ikrar perjanjian. Dan ini telah diteken secara resmi, bahkan menjadi syarat imigrasi.

Tercatat hanya Palau satu-satunya negara pertama di dunia yang mengubah undang-undang tentang keimigrasian demi melindungi lingkungan alamnya. Isi ikrar tersebut adalah sebagai berikut.

‘’Anak-anak Palau, sebagai tamu saya berjanji untuk melestarikan dan melindungi Tanah Air Anda yang indah dan unik ini. Saya bersumpah untuk bertindak baik dan mengeksplorasi dengan penuh perhatian. Saya tidak akan mengambil apa yang tidak diberikan. Saya tidak akan menyakiti apa yang tidak menyakiti. Satu-satunya yang akan saya tinggalkan adalah jejak kaki yang akan kembali hilang ditelan ombak.’’

Dengan mengucap ikrar tersebut turis dilarang menyentuh dan menginjak terumbu karang, membuang sampah sembarangan, dan diwajibkan menghormati adat istiadat setempat. Bahkan mengambil cangkang kerang atau karang yang terdampar di pinggir pantai pun dilarang.

Jika diketahui melanggar, maka mereka akan dijatuhi denda seharga apa yang mereka rusak, termasuk seharga cangkang kerang atau karang yang diambil dari pinggir pantai dengan harga yang sudah disepakati.

Menariknya, masyarakat hingga Presiden Palau juga diketahui sudah diambil sumpah yang sama untuk melindungi kekayaan alam Palau.

Kawan GNFI ada yang punya teman orang Palau?

--

Sumber: WHC.UNESCO.org | Safetravel.id | Antara News | Tribun News Manado | Detik.com | Male.co.id

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DY
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini