Keren! 6 Perusahaan Indonesia Masuk Daftar Perusahaan Terbesar Dunia

Keren! 6 Perusahaan Indonesia Masuk Daftar Perusahaan Terbesar Dunia
info gambar utama

Kawan GNFI, di tengah kondisi pandemi global yang belum usai ini rupanya kita tak habis-habisnya kedatangan berita baik. Salah satunya adalah beberapa perusahaan di Indonesia ternyata mampu masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia versi majalah Forbes. Daftar ini dirilis pada Mei 2020 lalu yang merupakan daftar tahunan ke-18 yang berisi 2.000 perusahaan publik global terbesar dunia tahun 2020.

Pemeringkatan ini diperoleh dari data sistem FactSet Research untuk menyaring perusahaan publik terbesar berdasarkan beberapa indikator yaitu penjualan, laba, aset, dan nilai pasar. Setiap kategori juga memiliki nilai batas minimum sebagai syarat penilaian, yakni untuk penjualan sebesar US$4,79 miliar, laba atau profit US$323,2 juta, aset US$11,63 miliar dan nilai pasar US$5,27 miliar.

Sebuah perusahaan harus memenuhi syarat setidaknya satu dari empat kategori agar memenuhi syarat masuk dalam daftar. Berikut perusahaan-perusahaan dalam negeri yang masuk Global 2000: The World's Largest Public Companies

Sampul laporan daftar 2.000 perusahaan publik terbesar dunia © Forbes.com
info gambar

  1. BRI

Bank pelat merah yang didirikan oleh Aria Wiriatmaja tahun 1895 ini merupakan perusahaan penyedia jasa keuangan berupa bisnis mikro, bisnis ritel, bisnis korporat, dan bisnis anak perusahaan. Bank BRI berhasil menyabet posisi ke-347, naik dari tahun lalu yang berada di posisi 363 secara keseluruhan. BRI juga memiliki nilai penjualan sebesar US$10,5 miliar, profit sebesar US$ 2,4 miliar, aset US$102,1 miliar, dan nilai pasar mencapai US$22,5 miliar.

  1. BCA

Naik 66 peringkat dari tahun 2019 di posisi 553, tahun ini BCA bertengger di peringkat 487 sebagai perwakilan kedua dari Indonesia. Bank swasta yang berdiri pada 1957 ini memiliki nilai penjualan US$6 miliar, profit sebesar US$ 2 miliar, aset senilai US$66,2 miliar, dan nilai pasar sebesar $42,8 miliar.

  1. Bank Mandiri

Dengan nilai penjualan sebanyak US$8,6 miliar, laba sebesar US$1,9 miliar, aset perusahaan US$95 miliar, ditambah nilai pasar US$14 miliar Bank Mandiri berhasil menempati peringkat 495. Meski turun peringkat dari tahun sebelumnya di peringkat 481, nilai aset dan profit Bank Mandiri meningkat dari periode sebelumnya.

  1. Telkom Indonesia

Tak hanya bank saja yang berhasil masuk ke dalam daftar ini, Telkom yang sebelumnya berhasil masuk Top 100 Digital Companies 2019 versi Forbes ini berada di posisi 708. Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi ini memiliki total penjualan sebesar US$9,4 miliar, profit sebanyak US$ 1,4 miliar, aset perusahaan US$15,1 miliar, dan market value US$23,3 miliar. Sebelumnya pada tahun 2019 Telkom berada di posisi 747.

  1. BNI

Bank komersial tertua milik Indonesia, BNI juga tak mau ketinggalan. BNI menempati posisi 1053 dengan nilai penjualan sebesar US$5,4 miliar, laba total US$ 1,1 miliar, nilai aset US$ 60,9 miliar, dan nilai pasar sebesar US$ 5,1 miliar. Posisi BNI turun dari yang sebelumnya di peringkat 835 tahun 2019 menjadi 1053.

  1. Gudang Garam

Perusahaan rokok asal Kediri, Jawa Timur ini bertengger di peringkat 1.516 turun ketimbang tahun lalu di urutan 1.448. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1958 ini memiliki nilai penjualan sebesar US$7,9 miliar, profit US$774,2 juta, nilai aset sebesar US$ 4,7 miliar, dan nilai pasar US$5,9 M.

Daftar perusahaan Indonesia yang masuk Global 2000: The World's Largest Public Companies sebenarnya tak berbeda dari tahun lalu, hanya berbeda di urutan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk masih memimpin daftar ini, sementara BCA berhasil menyalip Bank Mandiri di posisi kedua.

Selain itu, dari daftar keseluruhan tak sedikit perusahaan yang mengalami penurunan. Melalui laman resmi mereka, Forbes juga menyatakan banyak perusahaan yang mengalami penurunan dan kinerja akibat adanya pandemi Covid-19. Dengan begitu, daftar peringkat yang dikeluarkan oleh Forbes ini juga berfungsi sebagai cerminan suatu negara terhadap ekonomi secara global.

Mudah-mudahan di tahun 2021 nanti, akan masuk perusahaan baru yang masuk dalam daftar bergengsi ini. Kita doakan.

Sumber : Forbes.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

CY
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini