Membangkitkan dan Menumbuhkan Ekonomi Lagi pada Masa dan Pascapandemi Covid-19

Membangkitkan dan Menumbuhkan Ekonomi Lagi pada Masa dan Pascapandemi Covid-19
info gambar utama

Sejak Maret 2020, pandemi Covid-19 atau virus corona menyerang Indonesia. Dampak pandemi sangat besar dalam bidang perekonomian terutama contohnya menurunnya daya beli di masyarakat.

Pembatasan sosial (social distancing) dan fisik menjadi (physical distancing) menjadi pengganjalnya. Pelaku usaha dan pelanggan tidak bisa saling bertransaksi seperti sebelumnya karena harus menaati protokol kesehatan.

Kondisi ini menjadi perlambatan ekonomi bagi banyak kalangan. Awalnya, mereka yang berprofesi sebagai ojek online (ojol) dianggap menjadi yang paling terdampak karena hanya sedikit orang yang keluar dari rumahnya. Namun, dalam beberapa bulan berikutnya lebih banyak yang lebih parah terkena dampak Covid-19 dibandingkan ojol, antara lain pedagang kaki lima, penjaga toko di mal, dan pengusaha travel wisata.

Terdampak Covid-19.
info gambar

Lalu apakah Indonesia ada upaya bangkit dari masa resesi ini? Tentu saja ada. Pada September 2020, Menteri Keuangan mengumumkan proyeksinya terhadap bangkitnya perekonomian di Indonesia.

Pandemi bukan penghalang, karena nyatanya ada banyak langkah alternatif agar geliat perekonomian terus berjalan. Para pelaku usaha, kecil maupun menengah, punya banyak cara memasarkan produknya pada masa pandemi ini. Kreativitas yang diselaraskan dengan keadaan masa kini dinilai menjadi cara terbaik agar bisa bertahan hidup pada masa pandemi.

Indeks Optimisme 2020.
Menurut Survei Indeks Optimisme Generasi Muda Indonesia 2020 yang dihimpun GoodNews From Indonesia (GNFI) dan data DataMixr, 60 persen koresponden percaya terhadap "Kemajuan Ekonomi Indonesia". Sumber: GNFI & DataMixr

Kunci Bertahan pada Masa Pandemi di Digital Marketing

Pada 2021, Events 360 Indonesia berencana menggelar kegiatan Maintenance, Repair, and Operation (MRO). Menuju kegiatan MRO Indonesia 2021, Events 360 Indonesia saat ini bekerja sama dengan GoodNews From Indonesia (GNFI) mengadakan serial webinar yang membahas berbagai hal terkait bagaimana kalangan industri dan UKM menyiasati situasi krisis sekaligus agar tetap bisa tumbuh.

Efisiensi di bidang MRO merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan oleh kalangan industri dan usaha untuk dapat terus survive di tengah krisis yang terjadi. Bahkan dengan efisiensi tersebut, usaha dan industri juga memiliki kesempatan untuk melakukan akselerasi. Diharapkan melalui kegiatan ini, dapat membuka wawasan kepada peserta yang merupakan kalangan usaha dan industri dalam melakukan efisiensi, baik dalam penggunaan tenaga kerja, waktu, kuantitas produksi, dan lain-lain.

Pada Kamis (5/11/2020) lewat platform Youtube, GNFI menayangkan webinar bertajuk "Staying above water: How did we do it? Agar tetap survive bahkan bertumbuh di masa krisis". Dalam webinar tersebut sejumlah pelaku usaha curhat mengenai bagaimana mereka tetap menggerakkan roda industrinya.

Webinar
Webinar "Staying above water: How did we do it? Agar tetap survive bahkan bertumbuh di masa krisis" digelar oleh GNFI dan Events 360 Indonesia pada Kamis (5/11/2020). Sumber: Youtube/GNFI

Komisaris PT Kawan Lama Sejahtera, Tony Sartono, selaku pembicara dalam webinar, mengungkapkan perusahaannya mengalami kesulitan bertransaksi dengan para pelanggan.''Dengan adanya pandemi susah untuk kita berhubungan dengan customer,'' cerita Tony.

Beruntung di industri 4.0 PT Kawan Lama sudah melek teknologi. Mereka lalu fokus pada digital marketing dengan berbagai macam platform sosial media untuk menyentuh para pelanggan dari jarak jauh. Selain lewat platform sosial media, PT Kawan Lama juga meningkatkan kreativitas pamplet postingan iklan dan mengoptimalkan situs ofisial sendiri.

"Di tahun 2020 ini customer akan me-managerelationship-nya tanpa berbicara atau tanpa berjumpa, tapi berkomunikasi dengan digital,'' terang Tony.

Memperlihatkan Jati Diri Pebisnis Lewat Website

Platform jualan industri tiga dimensi (3D), Imajin.id, didirikan pada Januari 2018. Sama seperti perusahaan lain, dampak pandemi jelas dirasakan Imajin. Lalu apakah dampak pandemi besar bagi Imajin yang tergolong perusahaan baru di Indonesia?

Situs Imajin.
info gambar

Imajin - yang kini sedang bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian - rupanya sudah punya cara mengantisipasi seretnya perekonomian pada masa pandemi. Menurut founder dan CEO Imajin, Chendy Jaya, perusahaannya melakukan digitalisasi untuk memasarkan produknya terutama lewat website.

"Eranya sudah online. Yang harus kita lakukan adalah sekarang-sekarang ini membangun website. Banyak teman-teman di IKM (Industri Kecil Menengah) yang saat ini kalau saya lihat masih banyak yang mempunyai website yang proper. Saya menyarankan kalau memang bisa dan punya kesempatan mari kita bangun website yang ada karena itu salah satu jati diri sebagai pebisnis," kata Chendy.

Chendy juga menekankan perusahaan perlu membangun sosial media. Dari situ, keaktifan perusahaan bisa terlihat secara gamblang oleh para pelanggan.

Era Internet Membuat Efisien

Adanya pandemi Covid-19 tidak melulu negatif. Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah & Aneka Kementerian Perindustrian RI, Gati Wibawaningsih, menilai ada tren baru yang menguntungkan dunia bisnis dan usaha.

Misalnya dalam pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dibutuhkan menggelar pelatihan dan mempertemukan para peserta. Namun sesuai dengan tren pada masa pandemi saat ini, pelatihan pun dilakukan secara virtual. Hal ini menurut Gati menghemat biaya menggelar pelatihan.

"Dulu kan pelatihan datang ke satu tempat sewa tempat, kirim anak buah ke sana, juga narasumber, ongkos untuk peserta, konsumsi. Sekarang nggak semuanya dilakukan secara virtual dan itu bisa menghemat yang itu 1 pelatihan saya bisa buat 7 pelatihan,'' ujar Gati.

Terkait beraktivitas online, Kementerian Perindustrian tidak hanya menggelar pelatihan dan seminar saja, tetapi juga melakukan penumbuhan wirausaha baru (WUB) Pascabencana Covid-19 dan restrukturisasi mesin/peralatan IKM. Kementerian Perindustrian juga mendorong para seluruh pelaku usaha di Indonesia agar mulai dan tetap aktif berjualan lewat online.

"Tak hanya IKM-nya saja, industri besarnya kami dorong berjualan secara online,'' katanya.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini