Berwisata Bahari dengan Melihat Ikan Hiu Terbesar di Dunia

Berwisata Bahari dengan Melihat Ikan Hiu Terbesar di Dunia
info gambar utama

Kawan GNFI ingin merasakan sensasi berenang bersama hiu paus? Silakan datang ke Pantai Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Lokasinya cukup ditempuh dengan kendaraan bermotor selama setengah jam dari pusat kota Gorontalo, atau 1,5 jam dari Bandara Jalaluddin, Gorontalo.

Saat tiba di Pantai Botubarani, hanya dengan puluhan kayuhan dayung, hiu paus sudah bisa dilihat. Untuk melihat hiu paus ini, cukup gunakan perahu bercadik dengan kapasitas dua sampai tiga orang. Dari perahu itu, 3-6 ekor hiu paus bisa dilihat dengan jelas, karena mereka muncul ke permukaan..

Namun, ada kalanya hanya dua ekor ikan bernama ilmiah Rhincodon typus itu yang datang ketika perahu nelayan mendekat. Karena memang, kemunculan hiu paus itu hanya musiman.

Pengamat serta pengelola kawasan mencatat bahwa puncak musim kedatangan kelompok hiu paus ke perairan tersebut yaitu pada bulan Mei dan Juni.

Bupati Bone Bolango Hamim Pou, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan melindungi hiu paus bersama ekosistemnya di Botubarani dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan aturan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/kepmen-KP/2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus.

Objek wisata minat khusus

Seperti dijelaskan tim monitoring hiu paus, Iman Tilahunga, Kamis (5/11/2020), dalam diskusi ''Virtual Indonesia'' yang diselenggarakan oleh Traval.co dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), yang menyebut bahwa wisata melihat hiu paus adalah wisata minat khusus, karenanya aturannya cukup ketat.

"Kami membuat aturan bahwa untuk memotret hiu paus juga dilarang menggunakan blitz (lampu kilat), baik ketika menggunakan ponsel atau kamera. Ada aturan lainnya, yakni dilarang memegang hiu paus secara langsung. Hiu paus sangat sensitif dengan cahaya, serta jika memegangnya akan banyak bakteri yang menempel di tangan para wisatawan dan bisa berdampak alergi kulit. Karenanya kami jaga itu bagi para wisatawan,'' bebernya.

Kemunculan hiu paus di Pantai Botubarani, memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain wisatawan lokal, tak sedikit wisatawan mancanegara ramai mendatangi pesisir pantai demi melihat ikan hiu yang masuk kategori terbesar di dunia itu.

Keseruan berenang bersama hiu paus menjadikan Pantai Botubarani dikunjungi ribuan orang selama periode kemunculannya. Bahkan orang-orang rela antri demi berenang atau sekadar melihat hiu paus dari atas perahu.

Pada 30 Agustus 2020 yang diperingati sebagai Hari Hiu Paus Internasional, yang mengangkat tema besar “Protect Whale Shark for Our Legacy”, dijadikan sebagai deklarasi dukungan terhadap pengelolaan destinasi wisata hiu paus di Pantai Botubarani secara mendunia dan berkelanjutan. Demikian kabar dari Mongabay Indonesia.

Destinasi wisata hiu paus di Pantai Botubarani ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan stakeholder pariwisata dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Namun yang lebih penting, upaya ini memastikan terpeliharanya ekosistem perairan sebagai habitat nyaman hiu paus dan biota laut lainnya.

Sebelumnya, nikmati dulu keseruannya secara virtual

Sebagai salah satu pelaku industri pariwisata, Traval.co juga mengajak masyarakat Indonesia untuk menikmati wisata minat khusus Hiu Paus ini secara virtual. Tentunya, hal tersebut diselenggarakan untuk memantik rasa cinta akan objek wisata dan pesona alam Indonesia sambil duduk di rumah, sebelum benar-benar memutuskan beranjak ke Gorontalo untuk menikmatinya secara nyata.

Traval.co menyebut kegiatan ini dengan ''Virtual Heritage'' yang diharapkan mampu menghipnotis masyarakat yang menontonnya, kemudian memutuskan untuk kembali menjelajah Indonesia secara nyata.

Dalam kesempatan yang sama, Julius Bramanto, CEO Traval.co, menyebut bahwa apa yang mereka upayakan adalah untuk kembali membangkitkan kecintaan atas objek-objek wisata di Indonesia, serta menumbuhkan minat untuk berwisata dengan cara-cara baru.

Secara umum, industri pariwisata adalah industri yang paling terdampak saat pandemi, karena pemerintah melarang untuk berkegiatan yang menghadirkan keramaian. Meski begitu, Kemenpar tetrus berupaya agar roda industri pariwisata ini kembali berkerak, salah satunya dengan mengampanyekan destinasi-destinasi wisata secara virtual, serta menggandeng komunitas untuk terus menggaungkan pesona wisata Indonesia.

Kemenpar juga menginformasikan kepada seluruh pelancong bahwa beberapa destinasi wisata sudah mulai dibuka, yang tentunya dijalankan sesuai prosedur standar kesehatan di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini