Pesona Adonara, Pulau Mekko Hingga Menanti Senja di Watotena

Pesona Adonara, Pulau Mekko Hingga Menanti Senja di Watotena
info gambar utama

"Hidden gems Flores ada di bagian tengah sampai ke timur, mulai dari Bajawa, Ende, Maumere, sampai Larantuka. Kalau punya waktu lebih, mampirlah di Adonara dan Lembata," kata Yos, salah satu driver travel di Maumere.

Yos tak salah. Adonara ibarat mutiara terpendam di sisi timur Pulau Flores yang membuat kita bisa sejenak melupakan Labuan Bajo dengan wisata super premium-nya.

Adonara memiliki hidden gems yang relatif belum banyak dikunjungi wisatawan. Salah satunya adalah Pulau Mekko yang berada di sisi timur laut Adonara.

Pulau Mekko merupakan pulau pasir timbul yang luasnya tak lebih dari satu kilometer persegi. Tak ada bangunan bahkan tumbuhan di pulau ini, hanya gundukan pasir yang timbul saat air laut surut dan tenggelam saat laut pasang.

Kapal nelayan untuk penyeberangan ke Pulau Mekko
info gambar

Di masa new normal, Pulau Mekko telah kembali dibuka untuk wisatawan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Tersedia tempat cuci tangan di pos informasi wisata dan pengunjung diwajibkan memakai masker.

Untuk menuju ke Pulau Mekko, Kawan bisa sewa perahu dari dusun Mekko di Desa Pledo, Witihama, Kabupaten Flores Timur yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Weiwerang, kota pelabuhan utama di Adonara.

Dusun Mekko dihuni Suku Bajo yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan dan budidaya mutiara. Akses jalan menuju dusun ini sudah cukup bagus, sebagian besar sudah aspal dari Weiwerang sampai Witihama.

Pulau Mekko berupa pasir timbul yang putih bersih dengan perairan dangkal dan tenang
info gambar

Tak sampai 30 menit menyeberang dari dusun Mekko, Kawan akan sampai di gundukan pasir Pulau Mekko. Perairan di sekitar pulau sangat tenang dan airnya jernih. Terumbu karang dan ikan warna warni terlihat jelas dari atas perahu.

Pemandangan di darat pun tak kalah indah dengan latar belakang perbukitan dan Ile (Gunung) Boleng di Pulau Adonara, sedangkan di sisi timur terlihat Pulau Lembata.

Selain pulau pasir timbul Mekko, wisatawan juga bisa mengambil paket trip satu hari ke beberapa pulau lain seperti Watopeni dan Pulau Kelelawar. Biaya sewa kapal ke Pulau Mekko mulai Rp300.000 untuk satu kapal motor yang bisa memuat enam sampai delapan orang.

Pulau Mekko dengan latar belakang Ile (Gunung) Boleng di Pulau Adonara
info gambar

Perairan Mekko masuk dalam Kawasan Konservasi Suaka Alam Perairan (KKSAP) Kabupaten Flores Timur yang dikembangkan untuk ekowisata bahari. Di sekitar Pulau Mekko juga terdapat spot-spot diving seperti Lao Kubor, Puteh Toroh, dan Palekko. Lokasi selam ini terkenal sebagai habitat hiu di perairan Adonara timur.

Menurut Said, salah satu pengelola kapal wisata di Mekko, dive operator biasanya berasal dari Maumere. Namun sejak pandemi Covid-19, kunjungan diver ke Pulau Mekko menurun drastis. Bahkan setelah dibuka kembali untuk wisata di masa new normal, belum banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke Pulau Mekko.

Menutup senja Adonara di Watotena

Setelah puas seharian di Pulau Mekko, saatnya kembali ke Weiwerang. Namun tak ada salahnya untuk singgah di Pantai Watotena, yang lokasinya hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari Weiwerang.

Pantai Watotena yang sepi dengan pasir putih bersih
info gambar

Dalam bahasa setempat, Watotena berarti batu perahu. Sesuai namanya, di pantai ini terdapat banyak batu-batu besar berwarna hitam yang berasal dari pecahan magma. Salah satu batu besar di Watotena berbentuk seperti perahu.

Pantai Watotena sangat populer sebagai lokasi menikmati sunset. Terdapat beberapa gubuk dan tempat duduk di pantai dan batu karang yang membuat momen senja makin sempurna di Adonara.

Suasana senja di Pantai Watotena, Pulau Adonara
info gambar


Akses menuju Adonara

Adonara merupakan pulau yang berada di sisi timur Pulau Flores, masuk wilayah Kabupaten Flores Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur. Akses paling mudah menuju Adonara adalah dari Larantuka, kota paling timur di Flores.

Penyeberangan kapal motor menuju pelabuhan Weiwerang di Pulau Adonara
info gambar

Dari Larantuka, kita bisa menyeberang ke Adonara dengan kapal motor menuju pelabuhan Tanah Merah dan Weiwerang. Kapal ekspress dan ferry (tidak rutin setiap hari) juga melayani penyeberangan dari Larantuka ke Weiwerang, yang dilanjutkan menuju Lembata.

Untuk menuju Larantuka saat ini sudah ada penerbangan dari Kupang dengan maskapai Trans Nusa dan Wings Air. Larantuka juga bisa diakses lewat jalur darat dari Maumere dengan lama perjalanan kurang lebih tiga jam.

Seru, ya, Kawan? Tertarik untuk berkunjung?*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini