Kisah Sejuta Masker Dibagikan di Hari Pahlawan

Kisah Sejuta Masker Dibagikan di Hari Pahlawan
info gambar utama

*Penulis senior Good News From Indonesia.

Saya dan beberapa pengurus Ikatan Alumni Universitas Airlangga sekitar bulan Agustus 2020 berkumpul di tempat prakteknya drg. Winaryo (Cak Win) ketua IKAUA Sidoarjo membicarakan sebuah lagu ciptaan Cak Win (Semua alumni IKAUA memanggil satu sama lain Cak dan Ning) untuk alma mater. Dalam diskusi santai ini muncul ide untuk membuat gerakan berbagi satu juta masker untuk masyarakat dimana ditunjuk Cak drd. Win sebagai Ketua Panitianya; dan Sekretaris Universitas Airlangga Dr. Koko Srmulyo (Cak Koko) yang hadir dalam pertemuan itu dengan antusiasnya berkomitmen untuk melaporkan hal ini kepada Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih. Gayung bersambut sang rektor Cak Prof. Nasih ini setuju ide ini.

Cak Win ini adalah orang yang cekatan, seorang dokter gigi tapi juga pemusik utamanya musik-musik nya Koes Plus dulu. Dia ini sepertinya “pekerjaannya” ngarang lagu dan “hobby”nya praktek dokter gigi; bisa menciptakan lagu dalam hitungan menit di kamar praktek nya. Dtunjuk sebagai Ketua Panitia berbagi Sejuta Masker karena dia dikenal juga berhasil memimpin IKAUA Sidoarjo. Meskipun dengan pengalaman yang bagus itu dia juga “ketar-ketir” – ragu bisa tidaknya mengumpulkan satu juta masker itu.

Sebenarnya substansi dari gerakan berbagi sejuta masker itu adalah sebuah gerakan nasional bahkan internasional dimana seluruh alumni Unair di Nusantara ini dan negara-negara lain seperti di Amerika Serikat, Malaysia dan berbagai negara di Eropa secara serentak mebagikan masker kepada publik. Jadi yang penting bukan jumlah masker yang akan dibagi; tapi gerakan secara massif untuk menyadarkan masyarakat akan bahayanya pandemic corona-19.

Sumber foto: Pembagian masker yangg dilakukan IKA Unair wilayah DIY di pasar Niten Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, selasa 10/11/2020- Harian Jogya.

Para stakeholder di Unair (termasuk alumninya) memiliki perhatian yang serius dengan masih menyebarnya virus corona yang mematikan ini di nusantara ini; bahkan di beberapa negara di Eropa terjadi gelombang kedua atau the second wave penyebaran corona. Sampai negara Inggris dan Jerman memberlakukan lagi kebijakan lockdown. Namun pada kenyataannya masyarakat sepertinya “lupa” bahwa virus corona ini masih merajalela (meskipun di beberapa kota jumlah kematian akibat virus ini ada yang menurun), di Jakarta misalnya jumlah kasus orang terpapar virus meningkat lagi, menyusul di Jawa Timur.

Rektor Unair beserta jajarannya (teramasuk para Dekan) lalu all-out membantu panitia gerakan ini, dibantu dengan gerakan yang solid dari seluruh alumni Unair di Nusantara dan mancanegara, membuat kekhawatiran Cak Win akan bisa mengumpulkan 1 juta masker itu hilang, karena yang terkumpul untuk sementara ini sudah mencapai lebih dari 1,3 masker (dan terus akan bertambah).

Gerakan membagi satu juta masker ini disepakati dilakukan secara serentak di Indonesia dan mancanegara pada tanggal 10 Nopember 2020 bertepatan dengan Hari Pahlawan – yang juga sebagai hari lahirnya Universitas Airlangga. Dengan menjiwai semangat pahlawan yang bertempur mati-matian di Battle of Surabaya 10 Nopember 1945 itu, para alumni dari berbagai disiplin, dan profesi dari Guru Besar sampai mahasiswa, pengacara, pengusaha, birokrat dsb pada tanggal 10 Nopember kemarin turun kejalan membagi-bagikan masker kepada masyarakat di berbagai tempat antara lain dijalan raya, dipasar tradisional, di Rumah Sakit, di pesantren, di sekolah dsb.

Semoga gerakan untuk bangsa di Hari Pahlawan ini memiliki kontribusi dalam menyadarkan masyarakat untuk tetap waspada pada bahaya pandemic corona-19.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Ahmad Cholis Hamzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Ahmad Cholis Hamzah.

AH
AH
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini