Ternyata, 3 Ikan Purba ini Masih Hidup di Perairan Indonesia

Ternyata, 3 Ikan Purba ini Masih Hidup di Perairan Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI, sudah sejak lama Indonesia dikenal sebagai rumah bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan termasuk beragam jenis ikan. Bersama-sama, tumbuhan dan hewan tersebut menjaga keseimbangan ekosistem alam yang menopang kehidupan manusia.

Tak banyak yang tahu, Indonesia juga merupakan rumah bagi beberapa spesies ikan purba yang telah ada sejak jutaan tahun lalu.

Keberadaan ikan purba ini dapat ditemui di beberapa wilayah di Indonesia. Pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus agar ikan-ikan purba ini tetap lestari di perairan Indonesia. Berikut adalah beberapa spesies ikan purba yang masih hidup di Indonesia.

1. Ikan Coelacanth

Ikan Coelacanth (Latimeria menadoensis) diduga sudah ada sejak era Devonian atau sekitar 380 juta tahun silam, dan hingga kini bentuknya tidak berubah. Coelacanth merupakan ikan purba yang berasal dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang.

Sebelumnya, ikan tersebut sempat diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous 65 juta tahun lalu. Tapi kemudian ternyata ikan ini ditemukan masih hidup.

Coelacanth hidup di perairan Afrika Selatan dan perairan Indonesia timur. Di Indonesia, ikan purba Coelacanth dapat ditemukan di perairan Talise, Minahasa Utara dan perairan Malalayang, Teluk Manado, Sulawesi Utara.

Habitat ikan Coelacanth berada pada kedalamanan lebih dari 180 meter dengan suhu maksimal 18 derajat Celsius. Di Indonesia, khususnya di sekitar perairan Manado dan Minahasa Utara, spesies ini oleh masyarakat lokal dinamai ikan raja laut.

2. Ikan Arwana

Ikan Arwana (Scleropagus sp) merupakan salah satu ikan purba yang belum punah. Studi genetik dan temuan fosil menunjukkan, ikan ini setidaknya telah hidup di bumi sejak 220 juta tahun yang lalu.

Arwana termasuk ikan karnivor yang mendiami habitat sungai dan danau berair tenang. Ikan ini dapat ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia.

Ikan arwana juga bisa ditemukan di perairan tawar Indonesia. Salah satu jenis Arwana adalah arwana super red yang merupakan ikan asli hulu Sungai Kapuas dan Danau Sentarum di Kalimantan Barat. Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut.

3. Ikan Arapaima

Sekilas ikan ini mirip dengan ikan arwana. Arapaima Amazon dianggap sebagai ikan air tawar terbesar di dunia. Menurut deskripsi awal, bisa tumbuh sampai sampai 4,5 meter, tapi hingga saat ini, Arapaima besar seperti ini jarang ditemukan dan arapaima paling dewasa rata-rata berukuran 2 meter.

Dengan bentuk tubuh yang ramping dan efisien, sirip pada punggung dan daerah anal, serta ekor membuat arapaima menjadi perenang yang kuat. Bahkan, mereka dapat melompat keluar dari air dan memakan hewan lain seperti burung, belalang, katak, dan banyak lagi.

Salah satu ciri menarik dari ikan ini adalah menghirup oksigen dari udara agar bertahan hidup. Arapaimas tidak menimbulkan bahaya bagi manusia dan sering diburu untuk diambil dagingnya, sayangnya Arapaima sangat langka saat ini.

Ikan ini pernah ditemukan di sungai Indonesia yang diduga adalah ikan bawaan turis asing yg dilepaskan di sungai Indonesia dan dapat ditemukan di Museum Air tawar.

Baca Juga

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini