Sejarah Hari Ini (14 November 1897) - Trem Uap Layani Warga Kota Malang

Sejarah Hari Ini (14 November 1897) - Trem Uap Layani Warga Kota Malang
info gambar utama

Meningkatnya komoditas perkebunan dan produksi gula di Malang membuat pemerintah memberikan izin pada pihak swasta mendirikan perusahaan transportasi trem.

Nantinya, trem yang sudah beroperasi akan difungsikan sebagai alat angkut gula menuju stasiun untuk diangkut kembali dengan kereta api menuju Surabaya.

Pada 14 November 1897, terbentuklah perusahaan operator trem bertenaga uap, Malang Stoomtram Maatschappij (MS atau beberapa sumber menyebutnya MSM).

Potongan artikel mengenai pelayanan perdana Malang Stoomtram Maatschappij (MSM).
info gambar

Jalur trem pertama yang dibangun pada saat itu ialah antara Malang menuju Bululawang yang berjarak 11 kilometer dan diresmikan pada hari yang sama MSM berdiri.

Galih Wahyu Tri Wicaksono dalam penelitian "Malang Stoomtram Mattschappij Pada Masa Kolonial di Malang Tahun 1901-1930" memaparkan, meskipun dibentuk pada 1897, MSM baru mendapatkan izin beroperasi yang tertuang dalam surat keputusan pemerintah per 13 Juli 1901 No. 28. Saat itu posisi direktur pertama MSM dijabat oleh J. Bakker.

Menurut Devan Firmansyah dan Febby Soesila dalam Sejarah Daerah Malang Timur: Mengenal Toponimi dan Sejarah Lokal Desa-Desa di Daerah Pakis dan Sekitarnya, kantor MSM berada di daerah Jagalan, tepatnya di sudut belokan Jl. Van Kesterenweg (Jl Halmahera) dan Jl August Janseweg (Jl Irian Jaya).

Sama seperti beberapa perusahaan trem di tanah Jawa, lokomotif penarik kereta trem MSM dipesan dari Hohenzollern, perusahan pembuat lokomotif ternama di Jerman.

Trem Malang tabrakan.
info gambar

Karena fungsi awalnya sebagai alat angkut komoditas perdagangan, MSM bekerja sama dengan Pabrik Gula Krebet.

Selain mengurusi pengiriman barang-barang hasil perkebunan yang ada di Malang, MSM juga melayani jasa pengangkutan penumpang.

Menurut surat kabar De Locomotief terbitan 19 November 1897, tarif dari Bululawang ke Malang untuk penumpang kelas satu ialah 50 sen, kelas tiga 13 sen dan troli/kereta barang yang dikenai 1,25 gulden.

Sampai pengerjaan jalur terakhir pada 1908, total panjang jejaring trem uap MSM ialah 85 km.

---

Referensi: Kelsumbersari.Malangkota.go.id | De Locomotief | Galih Wahyu Tri Wicaksono, "Malang Stoomtram Mattschappij Pada Masa Kolonial di Malang Tahun 1901-1930" | Devan Firmansyah dan Febby Soesila, "Sejarah Daerah Malang Timur: Mengenal Toponimi dan Sejarah Lokal Desa-Desa di Daerah Pakis dan Sekitarnya" | Prita Ayu Kusumawardhani, "Kereta Api di Surabaya 1910-1930"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini