Kebut Pembangunan, Pemerintah Siap Lelang 9 Ruas Jalan Tol Baru

Kebut Pembangunan, Pemerintah Siap Lelang 9 Ruas Jalan Tol Baru
info gambar utama

Saat ini Indonesia sudah mengandalkan jalan tol sebagai jalur transportasi antar daerah. Sayangnya pembangunan jalan tol di Indonesia terbilang lambat dibandingkan dengan negera-negara tetangga. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan pembebasan tanah disejumlah daerah untuk pembangunan infrastruktur jalan tol selalu tersendat.

Pembangunan jalan tol dengan skala besar membutuhkan modal yang sangat besar pula. Jalan tol merupakan proyek yang digadang-gadang dapat mengurai kemacetan, meningkatkan konektivitas antar wilayah sampai bisa memberikan pemasukan untuk kas negara.

Pentingnya pembangunan jalan tol di Indonesia

Pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia sangat penting dan dibutuhkan karena dapat mengurangi inefisiensi akibat kemacetan pada ruas utama, serta untuk meningkatkan pelayanan sistem distribusi barang dan jasa terutama di wilayah yang sudah tinggi tingkat perkembangannya, serta dapat mengembangkan wilayah tersebut menjadi sentra perekonomian.

Selain itu, pembangunan jalan tol mampu mengurangi kesenjangan antar wilayah serta meningkatkan pemerataan hasil pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Maka dari itu, pemerintah melalui Kementerian PUPR sepakat melakukan pelelangan guna menggenjot proses pembangunan ruas jalan tol baru di Indonesia.

Kenapa harus melalui proses pelelangan?

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI terus mendorong kesinambungan infrastuktur di bidang konektiviktifas khsusunya jalan tol.

Proses lelang sangat penting guna mempercepat pembangunan proyek jalan tol tersebut, adapun pembagian output, Kementerian PUPR sudah memperhitungkan dengan matang antara investor dan pemerintah. Sehingga meminimalisir terjadinya kerugian dari salah satu pihak.

Selain itu, Menurut Kementerian PUPR, percepatan pelaksanaan lelang sangat penting dalam mendukung pengembangan konektivitas dan aksebilitas antar wilayah di Indonesia yang lebih baik, maka investasi dan penciptaan lapangan kerja akan menjadi lebih baik.

Kementerian PUPR siap lelang 9 ruas jalan tol

Jalan tol yang siap di lelang 2020
info gambar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat siap melakukan pelelangan sembilan ruas jalan tol sepanjang 380 km pada tahun 2020, dengan total nilai investasi sekitar Rp142,51 triliun.

Kesembilan ruas jalan tersebut diantaranya:

  1. Ruas Gilimanuk-Mangwi sepanjang 95,51 km
  2. Ruas Sentul Selatan-Karawang Barat sepanjang 61,50 km
  3. Ruas Cikunir-Karawaci sepanjang 40 km
  4. Ruas Kamal-Teluk-Naga-Rajeg sepanjang 39,20 km
  5. Ruas akses Patimban sepanjang 37,7 km
  6. Ruas Samanan-Balaraja sepanjang 32,39 km
  7. Ruas Bogor-Serpong via Parung sepanjang 31,17 km
  8. Ruas Cikunir-Ulujami sepanjang 21,50 km
  9. Ruas Harbour Tol Semarang sepanjang 21,03 km

Dalam rangka mengurangi biaya logistik, memperlancar mobilitas, serta meningkatkan daya saing bangsa, selama kurun waktu 2015-2019 total jalan tol beroperasi sepanjang 1.400 km.

Selama 5 tahun kedepan, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 2.500 km.

Manfaat strategis pembangunan jalan tol

Investasi dengan pembangunan jalan tol baru akan menyediakan transportasi yang lebih efisien dan memacu investasi sektor lain yang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan. Adapun manfaat strategis pembangunan jalan tol diantaranya:

  • Membuka lapangan kerja dalam skala besar.
  • Peningkatan penggunaan sumber daya dalam negeri, seperti industri semen, baja dan jasa konstruksi.
  • Mendorong kembalinya fungsi intermediasi perbankan ke sektor investasi produktif demi terciptanya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkesinambungan.
  • Meningkatkan kegiatan ekonomi di daerah yang dilalui jalan tol sebagai pendorong meningkatnya Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan memperlancar kegiatan ekspor.
  • Memacu kebangkitan sektor riil dengan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional.

Baca juga

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini