Berasal dari Biji Jambu Monyet, Komoditi ini Jadi Salah Satu Andalan Ekspor Indonesia

Berasal dari Biji Jambu Monyet, Komoditi ini Jadi Salah Satu Andalan Ekspor Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI, siapa yang tidak mengenal kacang mete atau mede? Kacang mede biasanya ditemukan di kue atau langsung dimakan sebagai kudapan. Tak hanya itu, kacang mete juga dijadikan komoditi untuk diekspor.

Menurut KBBI, kacang mete adalah biji jambu monyet yang bergizi, setelah dikeringkan biasanya digoreng, dimakan sebagai makanan kecil atau camilan. Jambu monyet sebagai penghasil kacang mete biasanya tumbuh di berbagai benua seperti Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.

10 Negara penghasil kacang mete

Dari data Food & Agriculture Organization (FAO), ada 10 negara yang menghasilkan kacang mete (dengan kulit) dalam jumlah besar di tahun 2018. Berikut urutan sepuluh negara penghasil kacang mete terbesar di dunia tahun 2018.

  1. Vietnam

Pada tahun 2018 Vietnam memproduksi 2,66 juta ton kacang mete, meningkat 23% dari tahun sebelumnya 2017 yakni sebanyak 2,15 juta ton. Produksi kacang mete di Vietnam berkembang sangat pesat terutama di 50 tahunan terakhir sejak tahun 1964. Meski terkadang naik turun setiap tahunnya, Vietnam masih mempertahankan posisi sebagai negara dengan penghasil kacang mete terbanyak di dunia.

  1. India

Produsen terbesar kedua di dunia, India, memproduksi sekitar 785.925 ton kacang mete pada tahun 2018, 3,4 kali lebih kecil dari Vietnam. Meski begitu, pada tahun 1964 produksi kacang mete India mencapai 95.000 ton melampaui Vietnam yang hanya 700 ton saja. India sempat mengungguli Vietnam dalam jumlah produksi dari tahun 1964 hingga tahun 2001.

  1. Pantai Gading

Singgah di Benua Afrika, Pantai Gading yang terletak di Afrika Barat berhasil menghasilkan sebanyak 688.000 ton kacang mete pada tahun 2018. Pada tahun 1964 hingga 1980, negara ini hanya memproduksi kacang mete dibawah angka 1000 ton. Namun, sejak tahun 1981 produksi kacang mete meningkat hampir dua kali lipat, angka produksi tertinggi terjadi pada tahun 2018.

  1. Filipina

Produksi kacang mete Filipina mengalami naik turun di tahun 1964 hingga 1989 dengan jumlah tertinggi pada tahun 1988 sebesar 6.114 ton. Namun, di tahun 1990 Filipina mampu meningkatkan produksi hingga 15 kali lipat yakni 97.674 ton. Dari situ produksi meningkat setiap tahunnya hingga menghasilkan 228.612 ton pada tahun 2018.

  1. Benin

Produksi kacang mete di negara kawasan Benua Afrika ini cenderung mengalami naik turun sejak tahun 1964. Peningkatan yang cukup stabil terjadi pada tahun 1989 hingga tahun 2009 yang konsisten meningkat setiap tahunnya. Tercatat produksi kacang mete terbanyak ada di tahun 2015 sebanyak 225.230 ton kemudian disusul tahun 2018 215.232 ton.

  1. Tanzania

Bergeser ke negara di Afrika Timur, Tanzania menduduki peringat enam produksi kacang mete tahun 2018 dengan jumlah 171.455 ton kacang. Dikenal dengan hutan belantara yang luas, negara ini memproduksi kacang mete sebanyak 71.000 ton di tahun 1964 dan mengalami naik turun. Tanzania menyentuh angka produksi tertinggi pada tahun 2018 dengan menghasilkan 171.455 ton kacang mete.

  1. Mali

Pada 1980 tercatat negara bekas jajahan Prancis ini memproduksi 716 ton kacang mete. Meski jumlah produksi naik turun, pada tahun 1991 Mali sudah cukup konsisten memproduksi ribuan ton kacang mete. Tahun 2018 lalu negara terbesar kedua di Afrika Barat ini menghasilkan kacang mete 167.621 ton, dua kali lipat lebih banyak dari produksi di tahun 2017 yakni 72.000 ton.

  1. Guinea-Bissau

Guinea-Bissau menghasilkan 150.934 ton kacang mete pada 2018 lalu. Sebelum menginjakangka ratusan ribu ton, negara di Benua Afrika ini pertama-tama hanya sejumlah 2.000 ton kacang pada tahun 1964. Jumlah tersebut terus konsisten meningkat hingga tahun 1990 dan kemudian mulai naik turun. Jumlah produksi paling tinggi terjadi pada tahun 2017, tercatat ada sebanyak 158.641 ton.

  1. Brasil

Datang dari negara asal jambu monyet, Brasil masuk sepuluh besar negara penghasil kacang mete dengan jumlah 141.418 ton produski di tahun 2018. Jumlah produksi mete di Brasil tercatat cukup dinamis setiap tahunnya, dalam periode 1964-2018, produksi kacang paling rendah terjadi pada tahun 1964 dengan jumlah 9.643 ton. Sedangkan produksi paling tinggi terjadi di tahun 2006 sebanyak 243.770 ton kacang.

  1. Indonesia

Indonesia berhasil menduduki posisi sepuluh dengan jumlah produksi sebanyak 136.402 ton di tahun 2018. Dari tahun 1975 hingga 2018, angka produksi kacang mete di Indonesia mengalami naik turun. Produksi terendah terjadi pada tahun 1976 dengan jumlah 7.176 ton dan tertinggi di tahun 2008 sebanyak 156.652 ton. Di Indonesia sendiri tanaman jambu monyet banyak ditemukan di daerah Wonogiri, Jawa Tengah.

Kacang mete jadi salah satu andalan ekspor Indonesia

Kendati secara produksi berada di urutan kesepuluh, namun ternyata kacang mete menjadi salah satu komoditi ekspor andalan Indonesia lhoo.

Dilansir dari antaranews.com, pada tahun 2018, nilai ekspor kacang mete Indonesia mencapai 38,3 juta dollar AS. Secara volume angkanya mencapai 71.644 ton.

Artinya, hampir separuh dari total produksi tahun 2018 disalurkan untuk ekspor. Hal itu menunjukkan, kebutuhan domistik sudah terpenuhi dan bisa dikatakan produksi kacang mete Indonesia mengalami surplus.

Pasar dari komoditi andalan Indonesia ini tembus hingga India, Amerika Serikat bahkan sampai negara-negara Eropa.

Sedangkan untuk sentra produksi mete di Indonesia pada tahun 2018 berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (49,9 ribu ton), Sulawesi Tenggara (25,5 ribu ton), Jawa Timur 15,3 ribu ton), Jawa Tengah (10,8 ribu ton) hingga Provinsi Nusa Tenggara Barat (10,3 ribu ton).

Sumber: Food & Agriculture Organization (FAO) | Kompas.com | Antaranews.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini