Karawang, Lumbung Padi yang Jadi Kawasan Industri Terkemuka

Karawang, Lumbung Padi yang Jadi Kawasan Industri Terkemuka
info gambar utama

Peristiwa Rengasdengklok di Karawang selalu menyisakan catatan menarik tentang sejarah kemerdekaan Indonesia.

Namun sejarah jarang mengulas nilai perjuangan Kabupaten Karawang, terutama wilayah Karawang Selatan yang ternyata begitu luar biasa.

Rangkaian tranfromasi Karawang dari daerah penghasil padi terbesar sampai menjadi Kawasan industri menjadi catatan menarik bagi proses industrialisasi di Indonesia.

Kini, Karawang telah dikenal sebagai kawasan industri terkemuka. Ratusan pabrik beroperasi di sana. Padahal, hingga akhir 1980-an Karawang dikenal sebagai lumbung padi Jawa Barat.

Karawang era lumbung padi

Masyrakat tengah memanem padi.
info gambar

Sejak era kolonialisme sampai tahun 1980-an, Karawang dikenal sebagai “Lumbung Padi”, bukan hanya di Jawa Barat tapi juga secara nasional. Mayoritas penduduk Karawang bermata pencaharian sebagai petani, baik itu pemilik lahan maupun buruh.

Saking luas nya area pesawahan di Karawang, pemerintah pun secara resmi menjadikannya sebagai kawasan agraris penghasil padi terbanyak Indonesia.

Perhatian besar pada pertanian Karawang dicurahkan untuk mencapai swasembada pangan dengan penanaman bibit unggul, penggunaan pestisida, dan pembangunan saluran irigasi.

Usaha ini membuahkan hasil dengan produksi yang melimpah pada 1984, yakni 25,8 juta ton. Produksi tersebut tidak hanya disalurakan untuk kebutuhan domestik, namun menjadi salah satu andalan komoditi ekspor Indonesia.

Beras yang dihasilkan dari Karawang di ekspor ke berbagai negara, mulai dari Malayasia, Singapura bahkan sampai ke Pakistan. Suatu hal yang belum bisa lagi dilakukan Indonesia di era sekarang.

Baca juga: Resmi! UMK Karawang Tembus Rp4,79 Juta, Tertinggi di Indonesia

Kilas balik sang lumbung padi

Namun, surplus beras ini tak bertahan lama. Soeharto berubah pikiran, kawasan agraris ini diubah menjadi kawasan industri. Pembebasan tanah untuk pembangunan kawasan industri dimulai pada akhir 1980-an.

Pada awal 1990 dibangunlah beberapa Kawasan industri di wilayah Timur Jakarta. Yang paling besar Karawang International Industrial City (KIIC).

Didirikan oleh Sinar Mas dan perusahaan Jepang Itochu, pendirian KIIC merupukan pelopor berdirinya Kawasan industri dan ratusan perusahaan besar di Karawang.

Di samping membangun kawasan industri, dibangun pula perumahan nasional (perumnas) Bumi Teluk Jambe sebagai penunjang di bagian utara Desa Sukaluyu. Inilah pembangunan perumnas pertama di wilayah desa.

Dengan banyaknya proyek pembangunan, sawah-sawah di Karawang tergusur. Data Dinas Pertanian Kabupaten Karawang mencatat, laju alih fungsi lahan dalam kurun waktu 1989-2007 mencapai 135,6 ribu hektare per tahun.

Pada 1981 terdapat 12,1 juta hektare sawah di Karawang. Angkanya surut drastis pada tahun 2000, dengan tersisa 2,4 juta hektare.

Akibat makin sempitnya persawahan, pengiriman beras ditutup. Warga beralih profesi dari petani menjadi buruh pabrik, pedagang kecil dan kuli. Hanya sebagain kecil yang tetap bertahan sebagai petani.

Kesenjangan pun terlihat amat jelas antara penduduk kampung dan perumahan. Sejak dibukanya Kawasan industri pada 1990-an Karawang telah mengalami perubahan sosial yang dinamis.

Menjadi kawasan industri terkemuka

Area industri di Karawang.
info gambar

Kabupaten yang dulu dijuluki sebagai lumbung padi, kini telah bertransformasi menjadi kota industri terbesar di Indonesia.

Sesuai dengan julukannya sebagai kota industri, kini ribuan perusahaan dan pabrik telah berdiri di atas lahan yang mencapai jutaan hektare.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Disnakertrans Kabupaten Karawang, dijelaskan bahwa hingga 2018, jumlah pabrik yang beroperasi di kabupaten ini sebanyak 1.762 pabrik.

Rinciannya, pabrik swasta sebanyak 787, PMDN sebanyak 269, PMA sebanyak 638, dan Joint venture tercatat sebanyak 58 pabrik.

Masih berdasarkan data Disnakertrans Karawang, hingga tahun 2018 terdapat 13.756.358 hektare luas lahan yang diplot sebagai industri. Hingga sekarang, kemungkinan jumlah pabrik dan luas area industrinya bertambah.

Baca juga: Sederet Fakta Mencengangkan Tentang Industri Sawit di Indonesia

Kawasan industri terbesar di Karawang

Kawasan industri Surya Cipta, Karawang.
info gambar

Beberapa Kawasan industri di Karawang yang menjadi markas dari perusahaan-perusahaan besar di antaranya:

  • Kawasan industri KIIC

Terletak di kecamatan Telukjambe kabupaten Karawang dan beralamat di Graha KKIC Jl. Permata Raya LOT C-1B Kawasan Industri KIIC Karawang . Kawasan Industri KIIC adalah perusahaan patungan antara Sinar Mas Tanah dan ITOCHU Corporation Jepang. Ini meliputi area seluas 1.200 hektare.

Beberapa perusahaan yang bermasrkas di KIIC meliputi, PT Astra Daihatsu (engine plant), PT Astra Daihatsu (casing plant), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Yamaha Motor West Java (Yamaha WJ), PT Aisin Indoneisa Automotive.

  • Kawasan industri Mitra Karawang

Kawasan Industri Mitra Karawang berdiri pada tahun 1989 yang berlokasi di Karawang, tepatnya di Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel – Karawang, Jawa Barat, dengan total area seluas ± 500 Ha. Kawasan Industri Mitrakarawang mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1992.

PT Honda Prosper Motor (HPM) merupakan salah satu perusahaan besar yang bermarkas di Kawasan industri Mitra Karawang.

  • Kawasan industri Pupuk Kujang

PT Kawasan Industri Kujang Cikampek ( KIKC ) adalah anak perusahaan PT Pupuk Kujang yang berlokasi di Cikampek. KIKC mengelola kawasan industri seluas 140 hektare.

  • Kawasan industri Surya Cipta

Kawasan Industri Surya Cipta terletak di Karawang, 55 kilometer timur Jakarta, dengan akses langsung ke Jakarta-Cikampek Toll Road dan berdiri pada tahun 1990.Beralamat di Jl. Surya Lestari Ciampel - Kerawang.

Perusahaan yang bermarkas di Kawasan Industri Surya Cipta di antaranya adalah PT GS Battery Karawang dan PT Brigstone Karawang.

Adapun zona industri Karawang yang dicantumkan dalam penataan ruang, yakni dititikberatkan pada sejumlah kecamatan meliputi Kecamatan Telukjambe Timur, Cikampek, Klari, Purwasari, Pangkalan, dan Rengasdengklok.

Infrastuktur dan fasilitas umum yang lengkap

Jalan tol layang yang membentang melewati Karawang.
info gambar

Sudah disebutkan sebelumnya, bahwa karawang merupakan kawasan industri terbesar di Indonesia. Juga terlengkap dan tercanggih dalam hal teknologi industrinya. Tak heran jika pembangunan infrastruktur di kawasan ini pun semakin maju.

Karawang yang berlokasi di bagian timur kota Jakarta ini, merupakan kawasan strategis. Berbagai moda transportasi tersedia untuk menjangkau kawasan ini, baik darat, laut, maupun udara. Dengan demikian akses dari dan menuju karawang dapat ditempuh dengan cepat dan mudah.

Untuk jalur darat, akses tol banyak tersedia, juga kereta listrik, commuter line, bus, hingga MRT tersedia. Semua moda transportasi ini juga dan sudah berintegrasi dengan beragam daerah lain di Jabodetabek. Untuk akses jalur laut dan udara juga mudah. Sebab kawasan karawang dekat dengan bandar udara dan pelabuhan.

Sementara itu, di Karawang juga telah tersedia fasilitas perbelanjaan seperti pasar, pertokoan hingga mall. Juga fasilitas penunjang lainnya seperti fasilitas pendidikan, hiburan, bisnis hingga pariwisata.

Upah minimum yang bikin ngiler

Perkembangan UMK di Karawang
info gambar

Setiap tahun, UMK Kabupaten Karawang selalu melampuai rekor tertinggi nasional. Tahun depan (2021), UMK Karawang mencapai angka Rp4.798.312 naik dari UMK 2020 sebesar Rp4.594.324.

Nominal tersebut lebih tinggi dari kota terbesar di Indonesia, Jakarta. Bahkan terpaut cukup jauh dari ibu kota Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, yang hanya mencatatkan nominal UMK sebesar Rp3.742.276.

Tingginya nominal UMK Karawang menjadi daya Tarik tersendiri bagi para Joob Seeker. Setiap tahun, lowongan pekerjaan di Karawang selalu ramai diserbu oleh pencari kerja.

Dengan iklim usaha yang kondusif didukung dengan UMK yang tinggi, tidak mengherankan jika Karawang yang dulu dikenal sebagai lumbung padi, kini menjadi tempat favorit berkarir bagi berbagai kalangan.

Gelontoran dana investasi yang tak henti

Nilai investasi yang masuk ke karawang hingga akhir triwulan ke-3 tahun 2019 mencapai Rp15,13 triliun. Investasi ini menyerap 5.070 orang tenaga kerja. Jumlah investasi tersebut didominasi oleh penanaman modal asing. Untuk penanaman modal dalam negeri, hanya sejumlah Rp 2.181 triliun.

Investasi yang masuk ke Karawang pada tahun 2019 lalu ini, masih lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Investasi pada tahun 2018 saja contohnya, hingga akhir triwulan ke-3 total investasi yang masuk ke Karawang mencapai Rp 9,525 triliun. Lebih rendah dari jumlah investasi di tahun 2019. Masih tingginya nilai investasi ini, menandakan bahwa Karawang masih merupakan daerah favorit untuk berinvestasi.

Di dukung letaknya yang strategis (dekat dengan ibu kota), sarana dan prasarana yang lengkap sampai akses transportasi yang terhubung seperti jalan tol, kereta hingga Pelabuhan membuat Kawarang menjadi wilayah tujuan investasi yang menjanjikan.

Sumber Referensi : Disnakertrans Kabupaten Karawang | KIIC Karawang | Historia

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini