Tabebuya, Si Cantik Mirip Sakura yang Tak Sulit Dirawat

Tabebuya, Si Cantik Mirip Sakura yang Tak Sulit Dirawat
info gambar utama

Kawan GNFI, jika mampir ke Kota Surabaya, Jawa Timur, kawan akan dipesonakan dengan indahnya pemandangan pohon Tabebuya yang berwarna kuning dan merah jambu di sepanjang jalan protokol kota yang berjuluk Kota Pahlawan itu.

Jika sedang bermekaran, Tabebuya bakal setali tiga uang dengan penampakkan Bunga Sakura, yang merupakan ciri khas pohon yang tumbuh di Negeri Matahari Terbit. Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya menyebut, bahwa Tabebuya memang tersebar di sejumlah jalan protokol, di antaranya di Jalan Ahmad Yani, Jalan Darmo, dan Jalan Raya Gubeng, Surabaya.

Pohon-pohon tersebut berasal dari hasil pembudidayaan petani bunga yang berada di Kebun Bibit Surabaya. Namun, Pemkot juga mendatangkannya dari petani-petani yang berasal dari Malang dan Kediri. Sebelumnya, penampakkan Tabebuya juga terihat menghiasi jalan-jalan protokol di Purwokerto.

Beda Tabebuya dan Sakura

Tabebuya (chrysotricha) adalah pohon yang berasal dari negara Brasil, Amerika Selatan, dan termasuk jenis pohon besar. Tanaman ini juga populer dengan nama terompet emas, karena bentuk bunga yang menyerupai terompet dan berwarna kuning.

Namun tak sedikit juga yang menyebut Tabebuya sebagai Bunga Sakura (Prunus serrulata), karena selain bentuknya yang mirip, cara berbunga Tabebuya pun nyaris serupa dengan bunga asal Jepang itu. Akan tetapi dari penjelasan Kepala Laboratorium Taksonomi Tumbuhan Fakultas Biologi Universitas Soedirman, Dr. Pudji Widodo, Sakura dan Tabebuya sebenarnya adalah dua jenis tanaman yang berbeda.

Perbedaan paling mendasar adalah batang pohon Tabebuya bisa menjadi pohon besar, sementara pohon Sakura hanya jadi pohon kecil. Perbedaan lainnya, daun Tabebuya majemuk beranak daun tiga sampai sembilan helai, sementara Sakura beranak daun tunggal.

Soal masa mekarnya, Tabebuya umumnya bisa berbunga sepanjang tahun dan mencapai puncaknya pada musim kemarau. Tapi Sakura, biasanya mekar pada musim semi, antara akhir Maret hingga April. Persebaran kedua tumbuhan ini juga berbeda, kawan. Tabebuya di wilayah tropis dan subtropis, seperti di Meksiko, Karibia, hingga Argentina.

Lain itu, pohon Tabebuya memiliki beberapa kelebihan, di antaranya daunnya tidak mudah rontok pada saat musim berbunga. Selain bunganya yang terlihat sangat indah dan lebat, akarnya juga tak merusak rumah atau tembok meski berbatang keras.

Pohon ini juga memiliki struktur ranting yang rindang dan tidak terlalu tinggi. Di jalanan protokol, umumnya pohon itu ditanam untuk fungsi menyerap karbon dan polusi kendaraan.

Bunga Tabebuya
info gambar

Mudah merawatnya

Lazimnya, Tabebuya bisa tumbuh dengan ketinggian 7-9 meter, karena itulah pohon ini akan sangat cantik bila di tanam di pekarangan rumah. Selain indah, pohon ini juga akan membuat pekarangan memberi kesan teduh.

Nah, bagi kawan GNFI yang tertarik menanam Tabebuya, pohon ini pun nyatanya minim perawatan. Bahkan bisa dibilang bakal tahan di musim kering sekalipun. Dari penjelasan Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau dan PJU DKRTH Surabaya, Hendri Setianto, menanam dan merawat pohon Tabebuya hanya perlu disiram dan diberi pupuk secara rutin seperti tanaman biasa.

Soal hama atau penyakit pun jarang mengganggu jenis pohon tropis ini. Pemeliharaan yang minim juga membuat kawan tak perlu sering memangkasnya. Jika pun perlu memangkas, maka hanya dilakukan pada batang kayu mati dan rapuh, agar tak menghambat pertumbuhan batang lain.

Tapi meski terlihat simpel, pemangkasan batang adalah bagian penting dari perawatan pohon yang bunganya tumbuh cukup lebat ini.

Untuk mengharapkan pertumbuhan bunga Tabebuya yang lebat dan cantik, kiranya pohon ini cukup terpaopar sinar matahari. Jika kurang sinar atau berada di tempat yang tak langsung terkena sinar matahari, maka jangan harap tampilan bunganya akan cantik.

Selain berbunga yang lebat dan berwarna indah, Tabebuya juga berfungsi sebagai penyerap oksigen yang baik. Fungsi lainnya secara ilmiah, telah dibuktikan bahwa memandang pohon nan indah ini akan memberikan kesehatan bagi mental dan psikis.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini