Dukung Film Indie, Platform Ini Akan Tayangkan 200++ Karya Film Anak Indonesia

Dukung Film Indie, Platform Ini Akan Tayangkan 200++ Karya Film Anak Indonesia
info gambar utama

Teuku Rifnu ingin mencoba mendekati Raline Shah, wanita yang selalu duduk di pojokan kafe. Wanita ini selalu duduk ditemani secangkir kopi, senapan, dan mayat seorang laki-laki di sampingnya. Teuku Rifnu tahu, jika dia ingin mencoba mendekati Raline Shah, risiko yang harus dia hadapi adalah menjadi mayat berikutnya.

Itulah sepenggal kisah dari film bergenre drama berjudul How to Make a Dangerously Beautiful Woman (2015) karya Fazrie Permana. Aktris Raline Shah dan actor Teuku Rifnu yang menjadi pemeran utamanya. Durasi filmnya hanya enam menit saja, tapi alur cerita yang menarik dan merupakan karya asli buatan anak Indonesia masih menarik perhatian para pecinta film independen atau film indie.

Sebenarnya tak hanya film karya Fazrie Permana saja yang akan ditampilkan, ada One of Those Murder (2019) karya Jerry Hadiproj yang filmnya pernah hadir dalam festival film internasional seperti Seoul International Film Festival 2019 dan Independent Shorts Awards 2019 di Los Angeles. Amerika Serikat.

Lalu ada Gowok The Ins and Outs of a Woman’s Body (2018) karya Steve Masihoro yang berhasil masuk dalam Cannes Film Festival 2019 Official Selection. Ada pula salah satu nominasi Film Dokumenter Terbaik Festival Film Indonesia 2020, Cerita Tentang Sinema di Sudut yang Lain (2016) karya Hariwi.

Tidak hanya itu, masih ada 200 film indie atau film independen lainnya yang merupakan karya asli Indonesia dan akan ditayangkan pada salah satu bagian dari aplikasi super Gojek, bernama GoPlay.

Pendukung Para Pelaku Perfilman Independen Indonesia

Sebagai fondasi bagi industri film nusantara, film independen sebenarnya telah menjadi ajang kreativitas para sineas tanah air untuk bereksplorasi. Meski begitu, di sisi lain masih banyak terdapat tantangan yang harus dihadapi para sineas independen ini, seperti discoverability yang rendah, pendapatan yang berkelanjutan, dan terbatasnya transparansi data.

Atas dasar itulah pada akhirnya Gojek Group menghadirkan GoPlay Indie sebagai layanan video-on-demand dan livestreaming interaktif sebagai wadah inovasi sineas independen berbakat tanah air. Hadirnya GoPlay Indie juga untuk mengatasi beberapa permasalahan tadi yang disebutkan yang kerap menjadi hambatan para sineas untuk menunjukkan eksistensinya dan mendapat apresiasi dari masyarakat.

Seperti yang disebutkan sebelumnya GoPlay akan membuka layanan interaktif. Yang artinya bahwa nanti masyarakat akan disuguhi fitur dan skema seperti Tipping, Leaderboard Navigasi Konten, dan beragam skema model bisnis lainnya. Tujuannya untuk meningkatkan apresiasi, discoverability, dan dukungan masyarakat.

‘’Salah satu misi GoPlay adalah menghadirkan katalog terbesar bagi film dan serial berkualitas Indonesia untuk para pengguna. Dan ini menjadi pembeda GoPlay dari video-on-demand lain. Kami terus memperkenalkan lebih banyak konten lokal pilihan dan mengoptimalkan industri film Indonesia melalui teknologi dan inovasi,’’ ungkap Head of Corporate Strategy GoPlay, Martinus Faisal, dalam rilis yang GNFI terima.

Para pengguna GoPlay Indie nantinya, melalui Konten Galeri bisa memilih berbagai pilihan dan jenis fitur, yaitu fitur beralangganan (Subscription Video-on-Demand atau SVoD), fitur rental pay-per-view untuk film spesifik yang ingin ditonton (Transaction Video-on-Demand atau TVoD), serta menikmati dan menonton film secara gratis (Free Video-on-Demand atau FVoD).

Beberapa jenis skema berlangganan para pengguna ini nantinya akan memengaruhi monetisasi para sineas dan kreator konten melalui mekanisme pembagian pendapatan (revenue-sharing). Nantinya dalam skema tersebut, para pembuat film independen mendapatkan persentasi pendapatan berdasarkan skema yang dipilih, yaitu SVoD, TVoD, atau FVoD.

Fitur Tipping juga merupakan akses bagi para pengguna untuk memberikan apresiasi langsung kepada para pembuat film independen. Kawan GNFI bisa memberikan nilai apresiasi tim mulai dari Rp3.000 dan seterusnya. Hasilnya akan diberikan kepada para sineas yang Kawan GNFI pilih karena layak diapresiasi lebih.

Pentingnya Transparansi Data Untuk Para Sineas Film Indie

Film Indie Indonesia
info gambar

Sebenarnya ada satu hal penting yang bisa dimanfaatkan oleh para sineas film independen ini dengan adanya layanan GoPlay Indie. Faisal menjelaskan, ‘’Salah satu masalah dalam industri film Indonesia adalah kurangnya transparansi. Banyak pembuat film tidak memiliki akses ke data tentang kinerja konten mereka.’’

Dengan adanya GoPlay Indie, para pembuat film nantinya akan menggunakan data untuk membuat keputusan yang lebih baik dan menghasilkan konten selanjutnya yang memiliki kualitas lebih tinggi. Para pembuat film juga bisa memantau secara langsung performa karya mereka melalui GoPlay Indie Leaderboard.

Layanan tersebut adalah papan navigasi yang nantinya akan memudahkan para pengguna untuk melihat film-film independen yang paling digemari. Tidak hanya akan memberikan kemudahan navigasi konten bagi para pengguna, setiap bulan GoPlay akan mengapresiasi film independen yang memasuki peringkat pertama, kedua, dan ketiga Top Completed View.

Selain itu, GoPlay Indie Leaderboard juga sedang dalam proses pengembangan untuk menampilkan fitur Monthly Newcomers Trending. Dampaknya, para sineas pun akan terpicu dan dapat memotivasi diri untuk membuat karya yang lebih baik untuk dikenal, dinikmati, dan diapresiasi oleh masyarakat.

Untuk dapat merangkul para sineas film indie ini, GoPlay juga diketahui telah berkolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan. Mulai dari komunitas, rumah produksi, universitas, pemerintah, sampai para individu pegiat dan pemerhati film independen.

Salah satunya adalah Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), Indonesia Sinema Persada (ISP), dan Minikino Film Week Bali International Short Film Festival.

Ayo Kawan GNFI, kita dukung terus para sineas Indonesia. Mulai mengapresiasi karya mereka melalui aplikasi GoPlay yang ternyata satu-satunya platform di Indonesia yang fokus untuk mengangkat film independen Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini