Indahnya Terasering Panyaweuyan di Kaki Gunung Ciremai

Indahnya Terasering Panyaweuyan di Kaki Gunung Ciremai
info gambar utama

Kawan GNFI, selain menjadi salah satu gunung paling menantang di Jawa Barat untuk didaki, Gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat itu juga memiliki pemandangan kaki gunung yang tak kalah elok.

Salah satunya adalah terasering Panyaweuyan, yang terletak di sebuah perbukitan di kaki Gunung Ciremai. Secara administratif, terasering ini berada di Dusun Cibuluh, Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.

Dengan pemandangan terasering sawah dan perkebunan yang menawan, kawasan tersebut saat ini menjadi salah satu primadona wisata Jawa Barat.

Kawasan bersuhu dingin itu memang dijadikan lahan bercocok tanam di ladang sebagai mata pencarian mereka. Kontur lahan yang berundak-undak di atas perbukitan dengan kemiringan 25-40 derajat, ditambah panorama pegunungan yang mengelilingi Panyaweuyan menjadi daya tarik tersendiri.

Apalagi jika tanaman bawang daun sedang tumbuh, areal hijau memanjakan mata setiap orang yang datang. Banyak orang yang bilang, kawasan ini juga merupakan salah satu surga tersembunyi di Majalengka.

Aktivitas pelancong

Para pengunjung yang datang, bisa menyaksikan keindahan alam dari jalan utama. Namun, untuk lebih puas, bisa naik ke ladang yang lebih tinggi lagi. Dari lokasi yang lebih tinggi itu, saujana bakal disuguhi oleh panorama keindahan terasering di kaki gunung itu.

Bahkan kontur terasering nan menawan itu masuk dalam daftar tujuh tempat yang wajib Anda kunjungi ketika berwisata ke Majalengka. Karena secara geografis, terasering ini berada pada berketinggian antara 400-2.000 mdpl.

Selain udaranya yang sejuk, tentunya panorama itu kerap dijadikan surga bagi para pemotret alam, atau bagi kalian yang menyukai aktivitas swafoto. Tak sedikit pula yang menjadikan areal itu sebagai obat pelepas penat aktivitas keseharian, atau sekadar untuk lari dari rutinitas menjemukan di akhir pekan.

Pagi hari, menjadi waktu yang benar-benar tepat untuk menikmati pesona terasering Panyaweuyan dan segala aktivitasnya. Sinar mentari pagi yang benar-benar hangat menyambut kawasan Argapura dan para petani yang tengah bersiap-siap merawat bawang yang tersusun rapi dalam undakan terasering.

Nah, untuk menikmati suasana itu, pastikan kalian bangun sebelum Matahari benar-benar terbit di ufuk timur dan resapi setiap pemandangannya. Bakal lebih top jika menikmatinya dengan secangkir kopi.

Rentang jam 5 hingga 9 pagi menjadi waktu yang ideal atau direkomendasi untuk mengambil gambar lansekap Argapura dengan segala aktivitasnya. Cahaya matahari yang tidak merata di setiap bukit akan memberikan bayangan dan objek potret menjadi lebih indah.

Jika kurang puas dengan satu lokasi, kalian bisa menyusuri setiap sela terasering untuk mendapatkan pemandangan dari sudut berbeda.

Lain aktivitas tadi, kalian juga bisa menjajal keseruan bercocok tanam dengan membantu para petani. Setelahnya, langsung melipir ke Curug Apuy, Curug Puntang, dan Gua Lalay yang berlokasi tak jauh dari kawasan itu.

Akses dan akomodasi

Jika berniat menghabiskan liburan disana, kawan, beberapa hotel berbintang pun tersedia untuk menjadi payung saat Anda bermalam. Tarifnya berkisar Rp200 ribu hingga Rp1 juta dengan jarak sekira 9-20 km dari Argapura.

Namun jika ingin merasakan nuansa pedesaan yang alami dan tak ingin ketinggalan pemendangan pagi hari, ada beberapa warga yang menjadikan rumahnya sebagai tempat singgah atau menginap. Lain verita jika kawan ingin merasakan aura petualangan, Kawan GNFI bisa mendirikan tenda di titik-titik tertentu pada kawasan itu.

Sementara, beberapa kawasan lain yang dekan dengan Panyaweuyan dan memiliki panorama tak kalah indah, kawn bisa menyambangi Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka. Kawasan ini memiliki hamparan sawah terasering yang telah menjadi destinasi wisata, terutama bagi kalangan yang menekuni dunia fotografi.

Panorama persawahan itu terletak di Blok Sawah Tarikolot, lokasinya di sisi kiri jalan masuk kawasan Desa Bantargung. Area sawah berada di sebuah lembah dan memiliki latar Gunung Ciremai.

Nah, kawan, buat yang bingung menghabiskan liburan akhir tahun, nampaknya kawasan-kawasan tersebut bisa dijadikan pilihan untuk menikmati matahari terbit di tahun yang baru.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini