Sejarah Hari Ini (3 Desember 1945) - Perjuangan 7 Pegawai PU Pertahankan Gedung Sate

Sejarah Hari Ini (3 Desember 1945) - Perjuangan 7 Pegawai PU Pertahankan Gedung Sate
info gambar utama

Gedung Sate yang terletak di Jl. Diponegoro 22, Kota Bandung, Jawa Barat, pascaproklamasi kemerdekaan atay sejak 18 Agustus 1945, resmi menjadi pusat kegiatan Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum.

Dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Hindia Belanda, Johan Paul Graaf van Limburg Stirum (1916-1921), gedung ini pernah menjadi saksi perjuangan pegawai Pekerja Umum (PU) mempertahankan kemerdekaan dari tentara Sekutu dan NICA Belanda.

Pada 3 Desember 1945, pukul 11.00 siang, sebanyak 21 orang pegawai PU mempertahankan serbuan tentara Belanda dan Gurkha dari Sekutu yang masuk bersenjatakan senapan dan kukri (parang khas Nepal).

Walaupun demikian petugas yang mempertahankan Gedung Sate ini tak mau menyerah begitu saja.

Mereka mengadakan perlawanan mati-matian dengan segala kekuatan yang dimiliki tetap mempertahankan kantor yang akan direbutnya itu.

Mereka dikepung rapat dan diserang dari segala penjuru meskipun sayangnya memang tidak seimbang.

Pertempuran ini baru berakhir pada pukul 14.00 WIB. Dalam pertempuran tersebut diketahui dari 21 orang pemuda 7 di antaranya hilang.

Satu orang luka-luka berat dan beberapa orang lainnya luka-luka ringan.

Setelah dilakukan penelitian ternyata para pemuda yang hilang itu diketahui bernama Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu dan Soerjono.

Mengutip laporan Kompas, tujuh pahlawan tersebut dikubur dalam satu lubang di belakang halaman Gedung Sate (yang sekarang menjadi lapangan tenis).

Pada 1952, tiga jasad dari tujuh pemuda tersebut ditemukan, tetapi empat jasad lagi belum ditemukan hingga sekarang.

Peristiwa ini kemudian dijadikan hari spesial yang dikenang dan diperingati sebagai Hari Kebaktian Pekerjaan Umum.

---

Referensi: Pu.go.id | Departemen Pekerjaan Umum, "45 tahun Departemen Pekerjaan Umum" |

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini