Sumba Foundation, Harapan Masyarakat Sumba

Sumba Foundation, Harapan Masyarakat Sumba
info gambar utama

Sumba Foundation merupakan sebuah yayasan nirlaba yang berkomitmen penuh membantu kesejahteraan masyarakat Sumba, sekaligus melestarikan dan menghormati tradisi budaya masyarakatnya. Yayasan ini membangun sebuah fondasi kokoh untuk kesehatan dan pendidikan dasar yang lebih baik, melatih keterampilan baru, serta menciptakan lapangan kerja dan peluang bisnis skala kecil untuk generasi mendatang.

Berawal dari kisah para pendirinya, Claude dan Petra Graves, di tahun awal mengembangkan resor hotel yang disebut Nihiwatu (1988 hingga 1994). Saat itu, Claude dan Petra Graves hidup seperti penduduk sekitar yang tidak memiliki akses air, listrik, atau fasilitas medis jika sakit.

Mereka pun berkomitmen untuk menemukan solusi atas masalah inti yang dihadapi, seperti tidak ada akses air, malaria yang meluas, malnutrisi, tidak ada fasilitas kesehatan, hingga pendidikan yang minim. Nihiwatu adalah motor penggerak yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut.

Petra Graves dan karyawan pertama di Nihiwatu (1989) | Foto: Sumbafoundation.org
info gambar

Hingga pada 2001 lalu, Sean Downs selaku tamu di Nihiwatu yang sedang mencari sesuatu yang lebih bermakna di hidupnya hadir dan menawarkan bantuan. Setelah itu, Sumba Foundation didirikan sebagai organisasi swasta, nirlaba, dan non-pemerintah berdasarkan pasal 501 (c) (3) dari Kode Pendapatan Internal Amerika Serikat.

Claude dan Petra memulai dengan mengajak tamu mereka terlibat sebagai mitra dalam membantu masyarakat di sekitar resor. Dengan keterlibatan para tamu hotel, keajaiban mulai terjadi. Donasi tamu langsung digunakan untuk mendanai proyek tertentu. Para tamu menyadari bahwa masa tinggal mereka di Nihiwatu memiliki nilai tambah.

Ratusan pekerjaan diciptakan di dalam dan di luar resor. Pekerjaan itu memberi harapan untuk mengangkat masyarakat, keluar dari kondisi keras yang mereka jalani. Tujuannya adanya hal tersebut ialah untuk membantu orang-orang di Sumba, karena setiap dari kita bertanggung jawab menggunakan sumber daya dengan baik untuk mewujudkan dunia yang lebih baik.

Presiden, pendiri, direktur, dan direktur kesehatan di yayasan ini bekerja secara sukarela. Dapat dipastikan bahwa 100 persen donasi yang diterima, langsung diberikan untuk proyek Sumba Foundation. Rencana bantuan didasarkan pada pengetahuan langsung selama 30 tahun, tentang pulau dan penduduknya.

Tak hanya itu, ada pula proses pengamatan dengan cermat tentang cara hidup masyarakat Sumba dan hasil konsultasi mengenai kebutuhan, serta aspirasi yang paling mendesak. Selain itu, dikumpulkan pula berbagai informasi dari antropolog, relawan asing, pekerja bantuan, dan pemerintah untuk merumuskan jalan ke depan.

Sumba Foundation kian berkembang memenuhi kebutuhan masyarakat Sumba sampai saat ini dan di masa mendatang. Proyek air, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi telah mencakup area seluas 176 kilometer persegi di Sumba Barat, dan telah mengubah kehidupan puluhan ribu orang.

Foto: sumbafoundation.org
info gambar

Yayasan ini telah memberi dampak baik bagi 27.000 orang yang mereka bantu setiap hari dengan banyak inisiatif. Di luar wilayah inti, ada beberapa ratus ribu lebih yang mendapat manfaat dari proyek kolaboratif ini, mulai dari daerah lain di Sumba.

Sorotan utama dari tugas mereka yang telah dituntaskan hingga saat ini dalam proyek kesehatan adalah pembangunan dan pengelolaan 5 klinik kesehatan, pengurangan malaria di wilayah inti hingga 93 persen, merawat 400.000 lebih pasien, membagikan 12.000 kelambu, mengobati 50.000 kasus malaria, mendistribusikan 15.000 kacamata, membiayai 1.000 operasi mata, dan 120 operasi langit-langit sumbing.

Untuk proyek pendidikan, mereka telah menyelamatkan kehidupan 400 anak melalui intervensi langsung, memberikan 2.600 anak makan siang sekolah tiga hari dalam seminggu, mendukung 22 sekolah dasar, dan memberikan 5.500 siswa perlengkapan sekolah.

Terakhir, untuk proyek air, Sumba Foundation telah memberikan akses air bersih setiap hari kepada 30.000 lebih orang dengan menyediakan 80 lebih sumur air dan 260 stasiun air. Melihat manfaat yang telah diterima masyarakat Sumba, perannya dalam pengentasan kemiskinan pun diakui.

World Travel and Tourism Council (WTTC) pada tahun 2007, menganugerahi Nihiwatu penghargaan Tourism for Tomorrow Award, penghargaan tertinggi di dunia dalam pariwisata berkelanjutan. Kemudian di tahun 2008 juga menjadi pemenang PATA Gold Award.* (RIF)

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini