Indonesia Tatap Sejumlah Proyek Transportasi Berbasis Rel, dari Sumatra hingga Sulawesi

Indonesia Tatap Sejumlah Proyek Transportasi Berbasis Rel, dari Sumatra hingga Sulawesi
info gambar utama

Pandemi Covid-19 atau virus corona yang melanda sejumlah negara termasuk Indonesia tidak menghambat berbagai proyek pembangunan yang dilangsungkan pemerintah. Dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, jejaring kereta api maupun listrik adalah yang turut digalakkan percepatannya.

Sejumlah proyek sedang diupayakan pemerintah untuk ke depannya. Tak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga di Sulawesi.

Mengutip dari Detik, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membangun setidaknya 15 proyek kereta. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pada peraturan tersebut terdapat beberapa proyek yang sudah ada dalam aturan sebelumnya dan telah berjalan. Namun, ada proyek yang dirincikan dan benar-benar baru dalam proyek tersebut.

Sementara itu untuk proyek yang sudah tercantum dalam aturan sebelumnya seperti Kereta Api Jakarta-Surabaya, Double Track Jawa Selatan, High Speed Railway Jakarta-Bandung, Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi, hingga LRT Sumatera Selatan (Metro Palembang). Selanjutnya, ada sejumlah proyek yang keterangannya lebih didetailkan dalam Perpres yang baru. Seperti, Jakarta Mass Rapid Transit (MRT) North-South (Bundaran HI-Kota-Ancol Barat), Elevated Inner Loop Line Jatinegara-Tanah Abang-Kemayoran.

Di Perpres 56 Tahun 2018 atau aturan sebelumnya hanya tertulis MRT Jakarta Koridor North-South dan Elevated Loop Line. Di Perpres 109 ini terdapat beberapa proyek baru. Proyek itu yakni Penyelenggaraan Angkutan Massal Berbasis Rel Wilayah Badung-Buleleng di Provinsi Bali. Kemudian, LRT Jakarta International Stadium-Kelapa gading dan Velodrome-Manggarai. Proyek-proyek ini tidak tampak di Perpres sebelumnya. Berikut daftar proyek sektor kereta di Perpres 109:

  1. Kereta Api Makassar - Parepare (Tahap I dari Pengembangan Jalur Lintas Barat Sulawesi Bagian Selatan)
  2. Kereta Api Tebing Tinggi - Kuala Tanjung (mendukung KEK Sei Mangkei, Bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera)
  3. Kereta Api Purukcahu - Batanjung melalui Bangkuang
  4. Kereta Api Rantau Prapat - Duri-Pekanbaru
  5. Kereta Api Akses Bandar Udara Baru Yogyakarta- Kulon Progo
  6. Kereta Api Jakarta - Surabaya
  7. Double Track Jawa Selatan
  8. High Speed Railway Jakarta - Bandung
  9. Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi
  10. Penyelenggaraan Angkutan Massal Berbasis Rel Wilayah Badung - Buleleng
  11. Kereta Api Logistik Lahat - Muara Enim -Prabumulih - Tarahan/ Lampung dan Prabumulih - Kertapati/Palembang
  12. Light Rail Transit (LRT) Provinsi Sumatera Selatan (Metro Palembang)
  13. Light Rail Transit (LRT) Jakarta International Stadium - Kelapa Gading dan Velodrome -Manggarai
  14. Jakarta Mass Rapid Transit (MRT) North -South (Bundaran HI - Kota - Ancol Barat)
  15. Elevated Inner Loop Line Jatinegara - Tanah Abang - Kemayoran

Kembangkan Infrastruktur di Timur Indonesia

Sementara itu, pemerintah juga telah mengupayakan pembangunan infrastruktur dan SDM di Papua dan Papua Barat. Sejauh ini sudah ada jalan trans Papua yang sudah dilakukan Jokowi. Jalan ini membentang dari Kota Sorong di Provinsi Papua Barat hingga Merauke di Provinsi Papua dengan total panjang mencapai 4.330,07 kilometer.

Ada pula Jembatan Youtefa atau Jembatan Holtekamp yang diresmikan sejak 2019 lalu. Jembatan yang memiliki panjang 732 meter dengan lebar 21 meter membentang di atas Teluk Youtefa. Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan 2 rekor pada proyek pembangunan Jembatan Youtefa yakni rekor pengiriman jembatan rangka baja utuh dengan jarak terjauh, dan rekor pemasangan jembatan rangka baja utuh terpanjang.

Selain membangun jalan trans Papua dan jembatan Haltekamp, mega proyek Jokowi di Papua dan Papua Barat juga mencakup infrastruktur kelistrikan. Tak hanya itu, ke depannya juga ada pembangunan pos lintas Batas Negara (PLBN) terpadu di Skouw yang megah dan sejumlah bandara perintis seperti Bandara Nop Goliat di Yahukimo, Bandara Utarom Kaiman di Kaiman, Papua Barat dan Bandara Domine Eduard Osok di Papua.

--

Referensi: Detik.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini