5 Mal Terbesar di Indonesia, No. 1 bukan di Jakarta!

5 Mal Terbesar di Indonesia, No. 1 bukan di Jakarta!
info gambar utama

Selain dikenal sebagai surga wisata alam, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu surga wisata belanja bagi turis asing maupun masyarakat lokal. Terbukti dengan berdirinya beberapa mal super megah di Indonesia.

Meskipun budaya berbelanja sudah bergeser dengan adanya media online, namun ternyata keberadaan mal tetap saja tak tergantikan.

Sejumlah mal berdiri di kota-kota besar, Jakarta dan Surabaya masih menjadi markas dari sederet mal yang memiliki bangunan yang besar.

Selain berfungsi sebagai pusat perbelanjaan, mal juga difungsikan sebagai tempat dan pusat hiburan yang menarik.

Hingga tahun 2020, dalam catatan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), terdapat lebih dari 300 pusat perbelanjaan berbagai kelas dan ukuran yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, terdapat 5 mal terbesar berdasarkan luas area sewa atau net leasable area (NLA). Menariknya, dua mal terbesar justru berada di luar Jakarta.

Berikut 5 mal terbesar di Indonesia yang berhasil kami rangkum.

1. Pakuwon Mall


Siapa sangka, mal terbesar di Indonesia ternyata bukan di Jakarta, melainkan berdiri di kota pahlawan, Surabaya. Dengan luas net leasable area (NLA) mencapai 200.000 meter persegi Pakuwon Mall dinobatkan sebagai mal terbesar di Indonesia 2020.

Mal super megah ini terletak di Jalan Puncak Indah Lontar no 2, Pakuwon Indah, Sambikerep, Kota Surabaya dan merupakan bagian dari Pakuwon Indah Superblock dengan total luas 30 hektare, tepat di pusat Central Business District (CBD) Surabaya Barat.

Pusat perbelanjaan ini berdampingan dan menyatu dengan Pakuwon Trade Center (PTC). Selain itu, Pakuwon mall juga berdekatan dengan Pakuwon Indah Superblock yang terdiri dari 2 Apartemen yaitu Orchard dan Tanglin Tower yang merupakan bagian dari Pakuwon Mall Mansion, serta La Riz Condominium.

Terdapat juga Hotel Ascott Waterplace yang terletak diseberang PTC, serta 2 Hotel di atas Pakuwon Mall, yaitu The Westin dan Four Points by Sheraton yang mulai beroperasi pada bulan Desember 2019.

Pusat perbelanjaan ini pertama kali beroperasi pada bulan November 2003 di bawah naungan Pakuwon Permai, anak perusahaan dari PT Pakuwon Jati Tbk, dua tahun setelah Pakuwon Group meresmikan Tunjungan Plaza 4.

Mal ini terdiri atas 3 lantai basement, 6 lantai di Pakuwon Mall serta 1 lantai untuk exhibition hall. PTC terdiri atas 3 lantai (Lantai 1 di PTC termasuk sebagai bagian dari area Pakuwon Mall), serta Pakuwon Mall Home Pro yang hanya terdiri atas 2 lantai.

Pakuwon Mall dan Pakuwon Trade Center memiliki banyak tenant, baik dari lokal maupun internasional dengan penyewa besar antara lain Hypermart, Matahari Departement Store, Lotte Mart, Sogo, ACE Hardware, Informa, Timezone, Gramedia, Celebrity Fitness, H&M, Uniqlo, LC Waikiki, Zara, PTC XXI, Pakuwon Mall XXI hingga The Premiere.

Pada tanggal 22 Februari 2017, Pakuwon Mall (perluasan Supermal Pakuwon Indah) secara resmi dioperasikan secara total (sepenuhnya) dan Pakuwon Group mengubah nama pusat perbelanjaan ini yang sebelumnya "Supermal Pakuwon Indah" menjadi "Pakuwon Mall".

Pada tanggal 28 Februari 2020, mulai dioperasikan ekstensi Pakuwon Mall, yaitu Pakuwon Mall Home Pro dengan luas 20.000 meter persegi. Selain perluasan mal, terdapat 2 gedung apartemen dan 1 kondominium di atas Pakuwon Mall Home Pro, yaitu Anderson dan Benson Tower, serta La Viz.

Pakuwon Mall merupakan family mall yang berkonsep untuk menyediakan seluruh kebutuhan keluarga dalam satu tempat.

Baca juga: Menatap Megahnya Gedung Tertinggi di Indonesia, Gama Tower

2. Tunjungan Plaza

Dengan net leasable area (NLA) mencapai 170.000 meter persegi Tunjungan Plaza (TP) berhasil menempati peringkat kedua sebagai mal terbesar di Indonesia. TP juga merupakan pusat perbelanjaan paling populer bagi masyarakat Surabaya.

Mal yang didirikan pada 1986 ini terletak pusat Kota Surabaya tepatnya di Jalan Jend. Basuki Rahmat dan mengarah hingga ke Jalan Embong Malang. Pusat perbelanjaan ini mempunyai 6 bangunan utama yang saling berhubungan (Tunjungan Plaza 1-6).

Tunjungan Plaza berada di bawah naungan PT. Pakuwon Jati Tbk yang juga membangun Pakuwon Trade Center dan Pakuwon Mall di wilayah permukiman Pakuwon Indah, Surabaya Barat, Royal Plaza di Surabaya Selatan, serta Pakuwon City Mall, Food Festival dan Pakuwon Town Square di Surabaya Timur, tepatnya di kawasan permukiman Pakuwon City.

Tunjungan Plaza resmi dibuka pada 1986 dengan nama Plaza Tunjungan. Dalam perkembangannya, TP mengalami perubahan nama menjadi Tunjungan Plaza serta mengalami perubahan logo.

Renovasi Tunjungan Plaza I-IV selesai pada 2007, kemudian Tunjungan Plaza V resmi dibuka pada 2015, diikuti dengan pembukaan Tunjungan Plaza VI pada tahun 2017.

Sama dengan Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza merupakan family mal yang berkonsep untuk menyediakan seluruh kebutuhan keluarga dalam satu tempat.

3. Summarecon Mall Kelapa Gading

Summarecon Mall Kelapa Gading merupakan mal terbesar di Jakarta dengan luas sekitar 150.000 meter persegi yang berada di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Lokasinya tepat di daerah Sentra Kelapa Gading yang berdekatan dengan The Summit Apartment, Gading Food City dan La Piazza Lifestyle Center. Mall ini dibangun dan dioperasikan oleh PT Summarecon Agung.

Didirikan pada 1990 dengan luas awal hanya sebesar 32.000 meter persegi, kemudian seiring dengan tumbuhnya permintaan, pada tahun 1995 Mal ini diperluas dengan phase 2 yang menambahkan 40.000 meter persegi sehingga luasnya menjadi 72.000 meter persegi.

Pada 10 April 2003, Mall Kelapa Gading 3 dibuka untuk masyarakat. Dengan luas 130.000 meter persegi, Mall Kelapa Gading menjadi salah satu pusat pembelanjaan paling mewah di Jakarta. Dengan lebih dari 600 toko, Mall Kelapa Gading bisa melengkapi kebutuhan sehari-hari. Dengan dibangunnya MKG 5, Total luas menjadi 150.000 meter persegi.

Mal ini mempunyai beberapa zona khusus yang memiliki keseragaman usaha penyewanya. Misalnya, The New CatWalk, merupakan area khusus yang menghimpun butik desainer Indonesia ternama dan kriya buatan Indonesia yang dilengkapi konsep departement store.

Kemudian salah satu area paling favorit adalah area Gading Walk. Kawasan ini merupakan tempat jalan santai luar ruangan yang memiliki suasana dan konsep yang menarik.

Di Gading Walk terdapat area khusus untuk para pemilik anjing bernama Paws dan Boogie Doggie. Paws merupakan tempat bermain bagi anjing peliharaan, seperti lahan yang beralaskan rumput sintetis dan juga kolam renang anjing berukuran 9x3 meter.

Lalu ada kawasan Eat & Eat Food Market yang menghadirkan konsep pasar tempo dulu. Konsep ini dibekali dekorasi dan pernak-pernik yang sangat unik dengan beragam makanan khas dari berbagai daerah dan berbagai pilihan mulai dari makanan Indonesia, Malaysia, Singapura hingga Cina.

Baca juga: Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival Siap Digelar

4. Grand Indonesia

Grand Indonesia merupakan kawasan mixed use yang memadukan area hunian, penginapan, perkantoran dan pusat perbelanjaan menjadi satu.

Luas area Mal berukuran sekitar 140.000 meter persegi dengan gedung berlantai 7 yang memiliki lahan parkir besar yang sanggup menampung kendaraan sebanyak 3.000 Mobil dan 8.000 Motor.

Kawasan GI sendiri terdiri dari 6 bangunan yakni Hotel Indonesia Kempinski, Kempinski Private Residencem Menara BCA Tower, West Mall, East Mall dan Grand Indonesia Mall.

Ada beberapa tempat atau zona khusus di mall ini, salah satunya adalah The Speciality Zone. Zona ini cocok untuk pengunjung yang ingin menikmati pengalaman berbelanja eksklusif dan mewah. Outlet yang berada dalam zona ini menawarkan produk mewah dan berkualitas dari merek-merek ternama di dunia yang dibanderol dengan harga tinggi.

Oleh karena itu, orang yang berkunjung ke zona ini rata-rata merupakan kaum elite yang ingin membeli barang bagus.

Selain itu, terdapat juga zona Crossroads of the World. Zona inilah yang membuat Mall GI tampil beda dibandingkan Mall lainnya dan dinilai telah memberikan terobosan baru bagi pusat perbelanjaan dengan mengusung konsep tematik untuk membuat para pengunjung yang berbelanja dalam suasana yang menyenangkan.

Zona ini berlokasi di dua lantai paling atas Grand Indonesia Mall dan disebut sebagai Crossroads of The World (COTW) atau Persimpangan Dunia.

COTW saat ini dibagi menjadi 4 distrik yaitu distrik hiburan, distrik fashion, distrik kebun dan distrik pasar.

Baca juga: Inilah 10 Gedung Pencakar Langit Tertinggi di Indonesia 2020

5. Mall Taman Anggrek

Mall Taman Anggrek berdiri pada Agustus 1996 dan dengan luas bangunan mencapai 130.000 meter persegi. Pembangunan mal yang berlokasi di Jalan Letnan Jenderal S. Parman, Tanjung Duren, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat, ini diprakarsai oleh Salimin Prawiro Sumarto, konglomerat asal Kebumen, Jawa Tengah.

Salimin adalah pemilik Perkasa Motor, dan bersama Anton Haliman, ia mendirikan perusahaan properti PT. Agung Podomoro Group.

Kemudian Salimin mendirikan Mall Taman Anggrek untuk menjawab tantangan kebutuhan Jakarta yang saat itu semakin berbenah sebagai kota metropolitan dan salah satu kota paling sibuk di kawasan Asia Tenggara.

Bangunan mal ini terdiri dari 8 menara yang bisa menampung lebih dari 500 toko yang tersebar dalam 7 lantai. Tanggal 2 Agustus 2012, Mall Taman Anggrek menyelesaikan proyek layar LED Facade yang membungkus eksterior gedung terbesar di dunia dan memperoleh sertifikat Guinness World Records.

LED Facade seluas 8.675 meter persegi ini mengikuti lekuk gedung dan dirancang dengan pancaran cahaya lampu yang bergerak dinamis dan menampilkan animasi video gambar yang penuh warna.

Selain itu, mal yang dikelola oleh Mulia Group ini merupakan mal pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang menggelar wahana gelanggang es di dalam ruangan. Pada 2013, ratusan anak dan remaja bergabung dengan program Sky Rink atau Ice Skating yang diselenggarakan di Mall Taman Anggrek.

==

Sumber Referensi:

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBBI) | Kontan.id | Paypal.id | Tirto.id

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini