Kabar Baik Sektor Ekonomi Indonesia Sepanjang Tahun 2020

Kabar Baik Sektor Ekonomi Indonesia Sepanjang Tahun 2020
info gambar utama

Dunia telah berubah secara drastis dalam tiga bulan sejak pembaruan terakhir World Economic Outlook pada Januari. Bencana langka, pandemi virus korona, telah menelan korban jiwa dalam jumlah yang sangat besar.

Pada bulan April kami memproyeksikan pertumbuhan global tahun 2020 turun menjadi -3 persen. Terjadi penurunan sebesar 6,3 poin persentase dari outlook Januari 2020, revisi besar dalam waktu yang sangat singkat. Great Lockdown menjadi resesi terburuk dibandingkan Great Depression dan jauh lebih buruk dari Krisis Keuangan Global.

Itulah yang dituliskan pada blog International Monetary Fund (IMF) pada 14 April 2020 lalu dengan judul The Great Lockdown: Worst Economic Downturn Since the Great Depression. Krisis kesehatan dan ekonomi memang menghantam seluruh negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Ini terjadi sepanjang tahun 2020.

Pada kuartal pertama, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mulai melemah di angka 2,97 persen dari 4,97 persen di kuartal keempat 2019 secara year on year (yoy).

Lalu pada kuartal kedua, Indonesia mengalami kontraksi ekonomi paling dalam di angka -5,32 persen seiring dengan pemberlakuan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat yang diberlakukan di beberapa kota besar yang menjadi pusat perekonomian Indonesia.

Meski begitu, perekonomian Indonesia mulai bergeliat di kuartal ketiga mulai bergerak ke arah positif di angka -3,49 persen. Memang masih dalam area negatif—yang juga masuk ke dalam kondisi resesi—ekonomi Indonesia masih diproyeksikan akan tumbuh positif. Kita masih menantikan pengumuman dari BPS untuk laporan kuartal keempat.

Di tengah kontraksi ekonomi yang melanda global, ternyata Indonesia mencatatkan beberapa prestasi pada sektor ekonomi sepanjang tahun 2020. Berikut rangkaian kabar baik dari sektor ekonomi di Indonesia yang sudah GNFI rangkum.

23 Januari: Awal Tahun 2020, Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia

Rupiah Terkuat Terhadap Dollar
info gambar

Di pembuka tahun 2020, mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membukukan penguatan tertinggi di dunia. Dilansir Refinitiv dari CNBC Indonesia, pada 23 Januari pukul 10.00 WIB, posisi rupiah per 1 dolar AS berada di level Rp13.655.

Tercatat penguatan rupiah terhadap dolar AS mencapai 1,8 persen. Penguatan tersebut menjadi yang paling kuat di dunia disusul paun Mesir, peso Meksiko, yen China, dan ringgit Malaysia di posisi lima besar teratas.

Penguatan rupiah ini disokong oleh pasokan valas dari para eksportir, serta aliran masuk modal asing yang tetap berlanjut. Selain itu, dari dalam negeri penguatan rupiah juga mendapat sentimen positif dari fundamental Indonesia seperti inflasi rendah, neraca pembayaran Indonesia surplus.

Baca: Setahun Lamanya, Rupiah yang Terkuat di Dunia

19 Februari: Pertama Kalinya, Freeport Dipimpin Putra Papua

Claus Wamafma
info gambar

Dia adalah Claus Wamafma, putra asli Papua yang pertama kali masuk dalam jajaran petinggi PT. Freeport Indonesia (PTFI). Putra Papua Lulusan Teknik Industri ITB tahun 1998 itu meniti karir dari bawah sampai akhirnya menjabat sebagai Direktur Freeport.

Putra kelahirkan Manokwari, 23 Juni 1973 itu sudah bekerja di Freeport sejak 1999, tak lama setelah dia lulus dari ITB. Kemudian pada tahun 2011-2014 menjabat sebagai Supply Chain-Warehouse & Distribution Manager.

Karirnya terus menanjak saat ditunjuk menjadi VP Community Development dengan masa jabatan 2014-2018. Kemudian berlanjut sebagai SVP Partnership Funds & Community Development dari tahun 2018 sampai 2020. Hingga akhirnya ditunjuk menjadi direktur yang masih akan mengurusi operasional perusahaan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat.

Claus Wamafma tercatat menjadi putra Papua pertama yang menduduki jabatan penting di Freeport. Selamat bertugas Claus. Setelah ini pasti akan menyusul putra-putri Papua lainnya yang akan menjabat di Freeport.

Baca: Pertama Kalinya, Freeport Dipimpin Putra Papua

25 Februari: Jawa Tengah Ekspor 10 Bus Tingkat Karya Anak Bangsa

Ekspor Bus Tingkat
info gambar

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sumringah saat mengetahui bahwa 10 unit bus tingkat buatan karoseri Laksana akan dieskpor ke Bangladesh. Desain bus ini asli karya anak bangsa. Sebelum ke Bangladesh, CV Laksana juga telah melakukan ekspor lebih dari 200 unit bus ke Fiji dan Timor Leste. Bus yang diekspor ini diperkirakan dibandrol dengan harta Rp3 miliar per unitnya.

Baca: Jateng Ekspor 10 Bus Tingkat Karya Anak Bangsa ke Bangladesh

1 Maret: Lagi! Orang Indonesia Duduki Jabatan Penting Bank Dunia

Mari Elka Pangestu
info gambar

Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Mantan Menteri Perdagangan Indonesia periode 2004-2011. Setelah itu dipercaya kembali masuk kabinet kerja Presiden menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014.

Dia adalah Mari Elka Pangestu yang efektif pada 1 Maret 2020 diangkat sebagai Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan, dan Kemitraan di Bank Dunia. Pengalamannya menjadi menteri dalam dua periode di Indonesia membuat Presiden Bank Dunia, David Malpass, menilai Mari Pangestu sebagai memiliki keahlian manajemen yang luar biasa dengan pengalamannya mengambil sejumlah kebijakan penting.

Dalam posisi barunya, Mari Pangestu akan memimpin pengawasan program kerja Kelompok Praktik Global Bank Dunia. Dia juga akan turut mengawasi kelompok riset dan data Bank Dunia, serta fungsi Hubungan Eksternal dan Korporat.

Baca: Apresiasi Dunia Untuk Mari Elka Pangestu

13 April: Tiga Startup Indonesia Terpilih Untuk Akselerasi Se-Asia Tenggara-India

Program percepatan perusahaan rintisan (startup) yang diinisiasi oleh Sequoia India ini bernama Surge. Dan tahun 2020 ini akan diselenggarakan Surge 03. Program ini akan menyediakan modal usaha sebesar 1-2 juta dolar AS serta memberikan program workshop company-building dari beberapa komunitas dan founder startup ternama di Asia Tenggara dan India.

Pada tahun 2020 terpilih 15 startup yang akan mendapatkan kesempatan program akselerasi ini. Mereka berasal dari Singapura, India, Vietnam, dan India. Dari Indonesia terpilih Bukukas, Hangry, dan CoLearn yang akan mengikuti program pada 13 April 2020 sampai 16 minggu ke depan.

Baca: Tiga Startup Indonesia Terpilih Ikuti Program Akselerasi se-Asia Tenggara-India

27 April: Perdana Ekspor Beras ke Singapura

Ekspor Perdana ke Singapore
info gambar

Panen raya yang melimpah di tengah pandemi membuat Indonesia tak khawatir akan kebutuhan beras hingga Mei 2020. Pada Maret 2020, Indonesia juga mencatatkan program ekspor beras perdana ke Singapura. Jenis beras yang di ekspor itu adalah beras premium Pandan Wangi Cianjur.

Kala itu Indonesia berhasil ekspor sampai 20 ton beras ke Singapura yang dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Ekspor beras premium perdana ini juga merupakan upaya pemerintah menyukseskan program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Program ini merupakan titah Presiden Joko Widodo yang menargetkan ekspor beras hingga 1 juta ton yang akan dilaksanakan mulai tahun 2020-2024.

Baca: Perdana Ekspor ke Singapura, Ini Kisah Ekspor Pertama Beras Indonesia

14 Mei: Di Tengah Pandemi, Ekonomi Indonesia Tercatat Lebih Unggul dari AS dan China

Pada kuartal I (Q1), situasi global seolah mendapat kejutan dari hadirnya virus baru yang pertama kali terdeteksi di China. Kondisi tersebut sudah membuat sentimen negatif bagi perekonomian seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hingga akhirnya perekonomian Indonesia tumbuh hanya 2,97 persen, angka terendah selama hampir dua dekade, atau terendah sejak tahun 2001.

Meski begitu, kenyataannya ekonomi Indonesia seperti itu patut disyukuri. Pasalnya, jika dibandingkan Amerika Serikat dan China, ekonomi Indonesia masih berada di area positif. Amerika Serikat mencatat kontraksi perekonomian sampai ke titik -4,8 persen di Q1 2020. Angka ini merupakan angka terendah sejak krisis 2008. Sedangkan China mengalami kontraksi lebih dalam di angka -6,8 persen yang merupakan angka terendah sejak tahun 1992.

Baca: Ekonomi Indonesia Masih Unggul dari AS dan China di Tengah Pandemi

8 Juni: Gojek Jadikan Indonesia Puncaki Pendanaan Startup Terbesar di Asia Tenggara

Gojek di Empat Negara
info gambar

Setelah mendapatkan pendanaan baru dari Facebook dan Paypal, Gojek semakin menambah perolehan pendanaan perusahaan rintisan di Indonesia. Laporan Dealstreet Asia berjudul Southeast Asia Deal Review: Q1 2020 perusahaan rintisan atau startup Indonesia mendapat pendanaan dengan total nilai 1,3 miliar dolar AS sepanjang Q1 2020.

Gojek yang mendominasi jumlah pendanaan tersebut dengan total nilai 1,2 miliar dolar AS hingga Maret 2020. Jumlah tersebut merupakan total jumlah nilai pendanaan yang sama pada startup di Singapore yang menjadi negara urutan kedua terbesar. Grab yang mendominasi jumlah pendanaan tersebut dengan total nilai 856 juta dolar AS sampai Februari 2020.

Pada 3 Juni 2020 diketahui Gojek secara resmi telah mendapatkan pendanaan baru dari Facebook dan PayPal menyusul pendanaan perusahaan besar dunia sebelum yaitu Google dan Tencent yang mengucurkan dana 920 juta dolar AS. Belum diketahui secara pasti berapa kucuran dana yang diperoleh Gojek dari Facebook dan PayPal.

Baca: Gojek Jadikan Indonesia Puncaki Pendanaan Startup Terbesar di Asia Tenggara

1 Juli: Bank Dunia Tetapkan Indonesia Sebagai Negara Berpendapatan Menengah ke Atas

Di tengah pandemi dan masih positifnya perekonomian Indonesia pada kuartal pertama, Indonesia pada akhirnya ‘’naik kelas’’. Yang asalnya masih menjadi negara dengan pendapatan menengah ke bawah (lower middle income country), menjadi negara dengan pendapatan menengah ke atas (uppoer middle income country).

Menurut Bank Dunia Indonesia sudah dapat dikategorikan menjadi negara berpendapatan menengah ke atas karena sudah memenuhi kelas Pendapatan Nasional Bruto (PBN) per kapita antara 4.046 dolar AS hingga 12.535 dolar AS per tahun. Indonesia juga merupakan satu-satunya negara yang baru masuk dalam kategori berpendapat menengah ke atas pada tahun 2020. Kini, posisi Indonesia sejajar dengan Thailand, Malaysia, dan China.

Baca: Meski Pandemi, Kenaikan Kelas Pendapatan Ekonomi Indonesia Sudah Sesuai Target

3 Juli: Jakarta Jadi Penantang ‘’Silicon Valley’’ dari Indonesia

Jakarta, Silicon Valleynya Indonesia
info gambar

Sebuah organisasi dari Amerika Serikat, Startup Genome, yang berfokus pada riset dan penasehat kebijakan terkait ekosistem startup dunia akhirnya merilis sebuah laporan. Laporan berjudul The Global Startup Ecosystem Report 2020 itu memposisikan Jakarta di posisi kedua sebagai kota emerging startup ecosystem di dunia setelah Mumbai, India.

Sedangkan nilai total ekosistem dan pendanaan tahap awal, Jakarta masuk dalam posisi teratas dengan nilai ekosistem 26,3 milar dolar AS. Jakarta mampu mengalahkan Guangzhou (China) dengan nilai 19,2 miliar dolar AS, Kuala Lumpur (Malaysia) 15,3 miliiar dolar AS, Mumbai (India) 15 miliar dolar AS, dan Nanjing (China) 10 miliar dolar AS.

Dengan begini, Jakarta bisa menjadi salah satu kandidat Silicon Valley dari Indonesia.

Baca: Peringkat 2 Dunia, Inilah Penantang ''Silicon Valley'' dari Indonesia di Masa Depan

5 Agustus: Sektor Pertanian Indonesia Paling Kebal Pandemi Covid-19

Pada kuartal kedua (Q2), Indonesia dihadapi dengan kontraksi ekonomi paling dalam dengan angka pertumbuhan ekonomi -5,32 persen (yoy). Kenyataan ini memang membuat Indonesia terpukul pasalnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat roda ekonomi di Indonesia bergerak sangat lambat.

Meski begitu ada salah satu sektor yang berhasil ‘’menyelamatkan’’ Indonesia dari ancaman resesi berkelanjutan, yaitu sektor pertanian. Diketahui lapangan usaha sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia selama Q2 dengan tumbuh sebesar 16,24 persen quarter on quarter dan 2,19 persen year on year.

Baca: Sektor Pertanian Indonesia Terbukti Kebal Pandemi Covid-19

10 Agustus: Cadangan Devisa Indonesia Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Cadangan Devisa Tertinggi Sepanjang Sejarah
info gambar

Meski Indonesia sedang dirundung karena kontraksi ekonomi pada Q2 di angka -5,32 persen (yoy), namun Bank Indonesia punya kabar baik dengan catatan bahwa cadangan devisa Indonesia hingga Juli 2020 berada di posisi 135,1 miliar dolar AS.

Angka tersebut sudah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah yang pernah dicapai pada Januari 2018 yang berada di posisi 131,98 miliar dolar AS. Dengan jumlah cadangan devisa tersebut, mengartikan bahwa Indonesia mampu menangani masalah pembiayaan impor selama 8,6-9,0 bulan, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Bahkan jumlah tersebut sebenarnya sudah sangat jauh di atas standar kecukupan internasional biasanya cukup untuk membiayai 3 bulan impor.

Baca: Mantap! Cadangan Devisa Indonesia Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

17 Agustus: Penerbitan Uang Rupiah Khusus Rp75.000

Uang Rupiah Khusus HUT RI ke-75
info gambar

Dalam rangka HUT RI ke-75 dan sudah menjadi kebiasaan di setiap kelipatan 25 tahun, Bank Indonesia mengeluarkan uang rupiah khusus dengan nilai nominal Rp75.000. Uang rupiah khusus kali ini terbilang sangat istimewa dengna warna dan gambar yang tak biasa.

Pada bagian muka, gambar yang menjadi fokus utama adalah dua sosok Founding Fathers yaitu Soekarno dan Mohammad Hatta, lengkap dengan gelar honoris causa yang disematkan pada nama mereka.

Ketika uang diberi sinar ultraviolet, aakan muncul gambar yang memendar dalam beberapa warna seperti dokumentasi pengibaran bendera merah putih saat peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945, gambar motif songket dari Sumatera Selatan, serta jembata Youtefa Papua.

Pada bagian belakang, fokus utamanya adalah beberapa anak Indonesa yang menggunakan pakaian adat daerah dari berbagai wilayah yang mewakili barat, tengah, dan timur Indonesia. Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan mencetak 75 juta lembar uang rupiah khusus ini yang bisa didapatkan dengan menukar dengan nilai nominal uang yang sama.

Baca: Rilis Uang Rupiah Khusus HUT RI ke-75, Para Numismatis Bersiap 'Berburu'

17 Agustus: Nama Gojek Resmi Dipakai di Empat Negara

Ekspansi Gojek
info gambar

Setelah berhasil ekspansi di Vietnam, Singapura, dan Thailand, Gojek akhirnya mengumumkan bahwa nama Gojek akan secara resmi digunakan serentak di negara-negara tersebut. Sebelumnya, pada 2018, peluncuran Gojek di Vietnam menggunakan nama Go-Viet.

Sedangkan di Thailand, diberi nama GET. Setelah dilakukan secara bertahap, Gojek seolah memberikan ‘’kado’’ untuk perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-75 dengan meresmikan nama asli Gojek di empat negara—termasuk Indonesia—tempat beroperasinya perusahaan penyedia layanan mobile on-demand itu akan menggunakan satu nama.

Hal ini merupakan strategi jangka panjang yang sudah direncanakan Gojek sebelumnya untuk membuat dampak positif dan percepatan inovasi pelanggannya di kawasan Asia Tenggara.

Baca: Resmi, Aplikasi Gojek Sudah Bisa Dipakai di Empat Negara

12 September: BEI Cetak Rekor Transaksi Harian Sepanjang Sejarah

Transaksi Saham Selama Pandemi
info gambar

Di tengah kekhawatiran pemberlakuan PSBB Jilid 2 di Jakarta, nampaknya hal ini tak mengurungkan niat para pelaku pasar untuk melakukan transaksi jual beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama sepekan pada periode perdagangan 7-11 September 2020, pasar modal Indonesia mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah transaksi hariannya.

Dalam periode sepekan tersebut BEI mencatat ada 934.733 kali transaksi. Angka ini telah menembus angka rekor tertinggi sebelumnya yang pernah dicetak pada 9 Juni 2020 di angka 928.565 transaksi. Kabar baik lainnya, ‘’hikmah’’ pandemi Covid-19 terbukti telah menarik minat para investor pemula untuk masuk ke pasar modal. Pasalnya sejumlah emiten saham unggulan sedang melakukan ‘’diskon’’ harga saham.

Baca: BEI Cetak Rekor Transaksi Harian Sepanjang Sejarah di Tengah Kekhawatiran PSBB Jakarta Jilid 2

14 September: BEI Dapat Penghargaan ‘’The Best Islamic Capital Market’’ Selama Dua Tahun Berturut-Turut

Penghargaan Internasional BEI
info gambar

Untuk kedua kalinya, BEI kembali meraih penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market pada ajang penghargaan internasional, Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2020. Ini merupakan kategori penghargaan tertinggi dalam industri pasar modal syariah global.

Salah satu alasan BEI berhak mendapatkan penghargaan ini untuk kedua kalinya karena BEI dinilai secara konsisten berhasil memberikan pertumbuhan yang baik bagi perkembangan pasar modal syariah di Indonesia. BEI juga dinilai mampu menjaga agar tetap sesuai dengan kaidah syariah yang diwujudkan dalam beberapa pencapaian.

Sejak menerima penghargaan yang sama pada tahun 2019, Pasar Modal Syariah di Indonesia sudah dianggap paling inovatif dan menjadi satu-satunya negara di dunia yang memiliki produk terlengkap yang mengintegrasikan investasi syariah di pasar modal dan filantropi Islam. Salah satunya pengadaan instrument sukuk wakaf yang merupakan pertama di dunia.

Baca: Dua Tahun Berturut-Turut, BEI Dapat Penghargaan ''The Best Islamic Capital Market''

13 Oktober: Tiga Bank Syariah Merger, Usaha Indonesia Jadi Pusat Keuangan Syariah Terbesar Dunia

Tiga Bank Syariah Merger
info gambar

Jagat keuangan dan perbankan syariah kedatangan pemain baru. Pemain yang merupakan hasil persatuan kekuatan antara PT Bank BNI Syariah, PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM). Kementerian BUMN menggabungkan tiga bank syariah pelat merah ini untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.

Usaha tersebut sebenarnya merupakan salah satu upaya agar Indonesia bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar dunia, bank hasil merger ini akan masuk jajaran 10 besar perbankan syariah terbesar dunia. Dengan total aset sebesar 26,44 miliar dolar AS. Jumlah tersebut diketahui lebih tinggi di atas Bank Rakyat asal Malaysia yang memiliki total aset 25,84 miliar dolar AS.

Baca: Tiga Bank Syariah Merger, Indonesia Bakal Jadi Pusat Keuangan Syariah Terbesar Dunia

26 Oktober: BCA Dinobatkan Jadi Brand Bank Paling Kuat di Dunia Tahun 2020

BCA Brand Terkuat di Dunia
info gambar

Laporan hasil riset tahunan Bank Finance bertajuk Banking 500 2020, menobatkan Bank Central Asia (BCA) asal Indonesia menjadi salah satu perusahaan perbankan Asia yang paling dikagumi dan memiliki merek terkuat di sektor perbankan. BCA diketahui memiliki skor Indeks Kekuatan Merek yang mengesankan yakni 91,6 dari angka sempurna 100.

Bank Finance melihat tiga poin penting, yakni investasi pemasaran, ekuitas pemangku kepentingan, dan dampak kinerja bisnis. BCA yang merupakan saah satu bank terbesar di kawasan ASEAN juga diketahui memiliki persentasi non-performing loans yang rendah dengan tingkat pengembalian ekuitas yang tinggi.

Untuk diketahui posisi BCA berhasl menggusur Sberbank asal Rusia yang pada tahun 2019 berada diperingkat pertama.

Baca: Mantap! Bank BCA Dinobatkan Jadi Brand Bank Paling Kuat di Dunia Tahun 2020

16 November: Amazon Resmi Bangun Data Center di Jawa Barat

Pusat Data Amazon Dibangun di Indonesia
info gambar

Tidak jadi di Malaysia, rupanya perusahaan milik Jeff Bezos ini sudah teken kontrak akan membangun infrastruktur pusat data (data center) di Jawa Barat. Lewat perusahaan Amazon Web Service (AWS), perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat ini akan membangun fasilitas layanan cloud computing dengan nilai investasi mencapai Rp40 triliun.

Investasi Amazon ini nantinya tidak hanya akan melayani pusat data untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia saja, melainkan di kawasan Asia Tenggara. Rencananya ada tiga wilayah di Jawa Barat yang bakal jadi lokasi untuk pembangunan infrastruktur pusat data itu. Namun, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, masih merahasiakan tiga lokasi itu lantaran masih dalam pembahasan.

Baca: Tidak Jadi di Malaysia, Amazon Resmi Bangun Data Center di Jawa Barat

24 November: Di Antara Kelompok G20, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbaik Kedua Setelah China

Ekonomi Indonesia Terbaik di Dunia
info gambar

Pada penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara kelompok negara G-20 24 November 2020, IMF menobatkan Indonesia sebagai salah satu negara ekonomi terbaik. Pasalnya, di tengah krisis kesehatan dan ekonomi karena pandemi Covid-19, perekonomian Indonesia dipandang dan diproyeksikan akan mencatatkan pertumbuhan yang lebih mengesankan.

Indonesia diperkirakan hanya akan mengalami kontraksi ekonomi di angka -1,5 persen sepanjang tahun 2020 ini. Posisi ini tepat berada di bawah China yang menjadi satu-satunya negara dengan proyeksi positif ekonomi di angka 1,9 persen.

Di bawah posisi Indonesia, ada Korea Selatan yang diproyeksikan kontraksi di angka -1,9 persen, lalu ada Rusia di angka -4,1 persen. Selain itu, Indonesia juga dinilai dapat menekan kenaikan hutang pemerintah akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Baca: Di Era Pandemi, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbaik Kedua Setelah China

--

Itulah beberapa kabar baik dari sektor ekonomi di Indonesia yang terjadi sepanjang tahun 2020. Pandemi Covid-19 memang sangat menghantam sektor ekonomi, namun dengan segala upaya pemerintah dan sikap kooperatif masyarakat yang konsisten menerapkan protokoler kesehatan, Indonesia mampu menorehkan beberapa prestasi membanggakan.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini