Belajar Entrepreneurship dalam Drama Start-up

Belajar Entrepreneurship dalam Drama Start-up
info gambar utama

Bagi Kawan pecinta drama Korea, pasti tak asing lagi dengan drama yang sedang jadi perbincangan banyak orang, yaitu "Start-up”. Drama ini memperoleh banyak perhatian tak hanya dari para Kpopers, tetapi juga masyarakat pada umumnya. Selain diperankan oleh aktor papan atas Korea Selatan, seperti Bae Suzy, Nam Joohyuk, Kim Seonho, dan Kang Hanna, drama ini juga mengangkat tema yang menarik tentang pendirian perusahaan rintisan atau start-up.

Drama "Start-Up" menceritakan Samsan Tech, sebuah perusahaan rintisan yang bergerak di bidang Artificial intelligence, yang berjuang bersama untuk sukses sebagai perusahaan rintisan. Mereka mengikuti pekan retas atau hackathon yang diadakan oleh SandBox. Perjuangan mereka tak mudah.

Pada pekan retas, mereka dituntut untuk membuat sebuah model bisnis dalam waktu yang singkat, dengan kreatif dan inovatif. Karakter Seo Dalmi yang diperankan oleh Bae Suzy sebagai CEO dari Samsan Tech dalam pekan retas tersebut, dipilih karena ia memenangkan tes membaca ketertarikan masyarakat saat ini.

Dari adegan ini, Dalmi menunjukkan bahwa untuk menjadi CEO terutama pada perusahaan start-up, perlu adanya pengetahuan yang baik mengenai ketertarikan masyarakat. Dengan begitu, kita dapat memetakan usaha apa yang cocok dan menghasilkan keuntungan.

Walaupun motif Dalmi untuk membuat start-up didasari dendam kepada kakaknya yang lebih memilih ibunya ketika orang tua mereka bercerai, tetapi semangat Dalmi sebagai CEO tak pantang arang. Dalmi lah yang mengusulkan untuk membuat sebuah program yang dapat mengidentifikasi tulisan tangan palsu.

Menurutnya, hal ini akan membawa banyak manfaat terutama untuk meningkatkan keamanan dalam berbagai sektor. Dalmi dibantu oleh Han Jipyeong sebagai salah satu investor dari SH Venture diperankan oleh Kim Seonho, membuat sebuah presentasi yang menarik bagi para investor. Atas ide tersebut, Samsan Tech berhasil masuk sebagai finalis perusahaan rintisan Sandbox yang akan didanai dan diberikan mentoring.

Dari penggalan cerita tersebut, banyak pelajaran entrepreneurship yang didapatkan oleh penonton. Mulai dari kreativitas dan inovasi yang penting untuk mendirikan perusahaan rintisan, sampai perjuangan Samsan Tech yang harus diteladani agar entrepreneur muda tak mudah patah semangat.

Samsan Tech
info gambar

Banyak permasalahan muncul

Masuknya Samsan Tech sebagai perusahaan rintisan merupakan awal dari banyak masalah yang mereka alami. Mulai dari perebutan saham, karyawan yang tidak taat pada peraturan perusahaan, hingga model bisnis yang memerlukan banyak perbaikan. Namun, Samsan Tech dapat melalui ujian tersebut berkat kegigihan Dalmi sebagai CEO, Jipyeong sebagai mentor, serta segenap tim dari Samsan Tech lainnya.

Dalam hal ini, komunikasi dan saling pengertian menjadi penting untuk mereka yang akan berkecimpung dalam dunia usaha, mengingat setiap perusahaan didirikan oleh banyak aspek. Tentunya, komunikasi menjadi kunci untuk memajukan sesuatu. Mereka bahkan mengembangkan Noongil, sebuah aplikasi berbasis AI yang membantu tunanetra.

Permasalahan yang cukup besar juga dialami oleh Samsan Tech, ketika 2STO dari Silicon Valley hendak mengakuisisi perusahaan tersebut dengan nilai yang cukup besar. Tanpa pertimbangan yang matang, mereka menyetujui hal tersebut. Naasnya, Samsan Tech bubar, Dalmi dan Sanha yang seharusnya ikut bekerja bersama yang lainnya ke Silicon Valley harus menerima kenyataan, bahwa nilai yang dikeluarkan oleh 2STO hanya bermaksud untuk membawa pengembang dan teknologi yang Samsan Tech miliki.

Dalmi dan Sanha tidak termasuk ke dalam hal tersebut. Itulah mengapa jeli membaca perjanjian kerja adalah hal yang mutlak dilakukan untuk semua pengusaha. Mengapa?Karena perjanjian tersebut memiliki kekuatan hukum yang akan merugikan diri kita jika salah mengambil keputusan.

Kegigihan dan semangat menjadi hal yang coba diberikan oleh drama ini kepada para entrepreneurship. Bagaimana pendapat Kawan mengenai drama ini?* (YUR)

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini