10 BUMN Penyumbang Pendapatan Terbesar ke Negara

10 BUMN Penyumbang Pendapatan Terbesar ke Negara
info gambar utama

Kawan GNFI, pasti kalian sudah tidak asing dengan istilah BUMN atau Badan Usaha Milik Negara?

Sebagai negara yang menganut sistem ekonomi Pancasila (campuran), Indonesia memiliki sederet perusahaan yang memproduksi barang dan jasa yang yang ditujukan untuk hajat hidup orang banyak atau masyarakat Indonesia.

Barang dan jasa tersebut diproduksi secara masif oleh perusahaan BUMN yang berada di bawah naungan Kementerian BUMN Republik Indonesia.

Kalo dilihat secara fungsi, BUMN memiliki fungsi sebagai penyedia layanan kebutuhan masyarakat, sebagai pengelola dari cabang-cabang produksi sumber daya alam untuk masyarakat dan masih banyak lagi.

Tulisan kali ini mengulas mengenai perusahaan BUMN yang paling royal dalam menyumbang pendapatan berupa dividen bagi kas negara.

Sebagai informasi, 3 dari 10 perusahaan yang masuk dalam daftar adalah perusahaan perbankan sedangkan sisanya merupakan perusahaan non-perbankan.

Baca juga: 10 Perusahaan Terbesar di Indonesia

10 BUMN penyumbang pendapatan terbesar

10 perusahaan BUMN penyumbang dividen terbesar
info gambar

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI melaporkan, terdapat 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyumbang terbesar atas pendadapatan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) sepanjang 2019. Kesepuluh emiten plat merah itu berasal dari perbankan dan non-perbankan.

Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2019, Kemenkeu mencatat, pendapatan bagian laba BUMN Perbankan sebesar Rp18,595 triliun, seluruhnya adalah berasal dari perseroan negara di bawah kementerian BUMN.

Sedangkan pendapatan bagian laba BUMN non-perbankan yang berasal dari perusahaan di bawah kementerian BUMN senilai Rp32,038 triliun.

Berdasarkan data yang dirangkum dari Kementerian Keuangan RI dan LKPP tahun 2019, menempatkan Bank Rakyat Indonesia atau BRI sebagai perusahaan BUMN dengan sumbangan pendapatan berupa dividen terbesar ke negara. Perusahaan perbankan ini mencatatkan nominal sebesar Rp9,252 triliun.

Posisi kedua diisi oleh Telkom Indonesia dengan nominal Rp8,453 triliun, diikuti oleh Pertamina (Rp7,950 triliun), Bank Mandiri (Rp6,754 triliun) dan PLN (Rp4 triliun).

Sementara itu, Bank Negara Indonesia (BNI) berhasil menempati peringkat keenam dengan nominal sebesar Rp2,252 triliun. Pegadaian menempel di posisi ketujuh dengan nominal Rp1,387 triliun.

Sedangkan posisi kedelapan diisi oleh Inalum dengan nominal sebesar Rp1,087 triliun, diikuti oleh Pupuk Indonesia dan Jasa Raharja yang masing-masing mencatatkan angka sebesar Rp1,045 triliun dan Rp891 miliar.

Baca juga: 11 Perusahaan asal Indonesia Masuk 200 Perusahaan Terbaik Versi Forbes

Meningkat dari periode sebelumnya

Realisasi pendapatan Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) ini lebih besar Rp35,666 triliun atau naik 79,15 persen dibandingkan dengan realisasi pada 2018 sebesar Rp45 triliun.

Kementerian Keuangan juga mencatat, emiten non-perbankan di bawah Kementerian Keuangan penyumbang KND juga mencapai Rp860 miliar.

Peningkatan pendapatan KND ini disebabkan adanya setoran sisa surplus Bank Indonesia (BI) bagian pemerintah sebesar Rp30,91 triliun, yang disetorkan setelah selesainya audit laporan keuangan BI tahun buku 2018.

"Realisasi Pendapatan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) pada tahun 2019 berupa bagain pemerintah atas laba BUMN tahun anggaran 2019 sebesar Rp50,634 triliun dan pendapatan dari KND lainnya sebesar Rp30,91 triliun”. Tulis LKPP 2019, dikutip , Jakarta, Minggu (5/12/2020).

Dengan demikian, realisasi KND pada 2019 senilai Rp80,726 triliun atau 177,07 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun lalu sebesar Rp45,589 triliun.

==

Sumber Referensi:

Kementerian Keuangan RI | Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKKP) | gtvindonesia_news

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini