Sejarah Hari Ini (12 Desember 1945) - Pasukan Sudirman Lancarkan Serangan ke Ambarawa

Sejarah Hari Ini (12 Desember 1945) - Pasukan Sudirman Lancarkan Serangan ke Ambarawa
info gambar utama

Pada 20 Oktober 1945, tentara Sekutu dan NICA mendarat di Semarang untuk mengurus interniran dan tentara Jepang di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Wongsonegoro, menyambut baik karena Sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaultan Republik Indonesia. Pihak republik pun menyediakan bahan makanan untuk mereka.

Namun, Sekutu dan NICA malah mempersenjatai bekas tawanan perang ketika sampai di Ambarawa dan Magelang yang menimbulkan pihak Indonesia marah.

Ketegangan demi ketegangan kemudian terjadi ketika tawanan Belanda bertindak sombong, serta mengabaikan kedaulatan pemerintah dengan terang-terangan berusaha untuk menduduki kembali Indonesia.

Setelah terlibat bentrok dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang mengakibatkan Letkol Isdiman tewas, pasukan Sekutu diam-diam meninggalkan Kota Magelang menuju ke benteng Ambarawa (Fort Willem I).

Pada 11 Desember 1945, Panglima Besar Jenderal Sudirman yang kala itu masih berpangkal kolonel mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar.

Kehadiran Sudirman ke Ambarawa bertujuan membangkitkan semangat TKR dan rakyat setelah gugurnya Letkol Isdiman pada pertempuran sebelumnya.

Pada 12 Desember 1945 pukul 04.00 WIB, pertempuran di Ambarawa berkobar.

Serangan dilakukan serentak dan mendadak dari semua sektor secara berlapis.

Taktik ini disebut oleh Sudirman sebagai taktik Supit Urang atau taktik mengunci atau mengurung lawan.

Mengutip dari Sejarah Nasional Indonesia Volume 6, Kota Ambarawa dikepung selama 4 hari 4 malam.

Musuh yang merasa kedudukannya terjepit kemudian memutuskan pertempuran.

Pada 15 Desember 1945, Sekutu akhirnya meninggalkan Ambarawa dan mundur ke Semarang.

Mundurnya musuh berkat perjuangan tentara Indonesia mencuatkan nama Sudirman yang dianggap pemerintah memiliki kemampuan memimpin yang baik.

Ia pun dilantik sebagai Panglima Besar TKR pada 18 Desember 1945.

Kemenangan pasukan Sudirman atas Sekutu lalu diabadikan dalam wujud Monumen Palagan Ambarawa dan peringatan Hari Juang Kartika.

---

Referensi: Kompas | Depsos RI, "Wajah dan sejarah perjuangan pahlawan nasional, Volume 4" | Depdikbud, "Sejarah nasional Indonesia, Volume 6"

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini