Pendekatan Elon Musk-Indonesia: Memuji, Bicara dengan Jokowi, Sampai Kirim Tim Khusus

Pendekatan Elon Musk-Indonesia: Memuji, Bicara dengan Jokowi, Sampai Kirim Tim Khusus
info gambar utama

Pada 27 Juli 2020 silam, salah satu orang terkaya di dunia pemilik Tesla, Elon Musk, pernah menyebut bahkan memuji Indonesia. Dimulai saat salah satu akun Twitter @spotted_model yang mempertanyakan soal cadangan nikel dari Australia, yang kemudian dijawab dan ditanggapi oleh Elon Musk.

Sambil mencantumkan tautan salah satu artikel Investing News tentang 10 negara produsen nikel terbesar di dunia, Elon Musk menyebut nama Indonesia. Bahkan dia mengatakan bahwa nikel Indonesia merupakan yang terbaik.

Sejak saat itu, Tesla digadang-gadang berencana membangun pabrik di Indonesia terkait dengan proyek mobil listrik yang sampai saat ini masih dikembangkan. Bahkan pada September lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku sudah pernah ditelepon pihak Tesla.

‘’Saya ingin sampaikan lagi, peminat investasi ke Indonesia banyak. Tadi saya baru ditelepon dari Tesla di Amerika, mereka juga berminat membangun [pabrik] baterai lithium di Indonesia,’’ ungkap Luhut dikutip Otomotif.Bisnis.com pada 9 September 2020 lalu.

Rumor kedatangan Tesla di Indonesia juga semakin diperkuat dengan pernyataan Menteri Perindustrian Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, yang membeberkan rencana Tesla membangun pabrik di Batang, Jawa Tengah.

‘’On going discussion. Arahnya ke sana,’’ ungkapnya pada 19 Oktober 2020 lalu.

Bicara dengan Jokowi Melalui Telepon

Peluncuran Space X di Indonesia
info gambar

Semua rumor itu kini dikuatkan lagi setelah pada 11 Desember 2020 lalu Presiden Joko Widodo yang didampingi Luhut melakukan pembicaraan melalui telepon bersama CEO Tesla, Elon Musk. Tentu saja yang menjadi topik pembicaraan adalah investasi perusahaan mobil listris Tesla di Indonesia.

‘’Tesla saja datang ke China untuk membeli bahan untuk produksi baterai lithium di Amerika Serikat, sedangkan bahan baku baterai produksi yang dilahirkan di China itu mengambil dari Indonesia. Jadi saya bilang sama Tesla kenapa kalian tidak sama-sama investasi di kita,’’ jelas Luhut dikutip CNNIndonesia.com (12/12/2020).

Pembicaraan melalui telepon ini sebenarnya untuk melanjutkan rencana pembicaraan langsung antara pihak Indonesia bersama Tesla yang seharusnya terjadi pada November lalu. Kala itu Jokowi mengirim delegasi ke Amerika Serikat untuk bertemu eksekutif Tesla dalam rangka membahas proyek ini.

Namun pertemuan itu gagal lantaran keadaan Elon Musk yang kala itu positif terjangkit virus corona. Padahal tim dari Indonesia sudah berada di Amerika Serikat. Dengan begitu, pembicaraan antara Jokowi-Luhut dan Elon Musk melalui telepon itu menjadi salah satu sinyal kuat bahwa Tesla akan segera ‘’memboyong’’ timnya untuk mengembangkan, membangun pabrik, dan berinvestasi di Indonesia.

Dari informasi yang GNFI himpun, ada dua tempat yang disebutkan menjadi lokasi pembangunan pabrik baterai Tesla. Di Batang, Jawa Tengah dan Subang, Jawa Barat. Selain itu, Jokowi-Luhut dan Elon Musk juga tidak hanya membicarakan soal investasi pabrik baterai, rupanya Jokowi juga mengajak Tesla untuk melirik Indonesia sebagai salah satu lokasi peluncuran Space X mereka.

‘’Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo juga mengajak Tesa untuk melihat Indonesia sebagai launching pad Space X,’’ tulis keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada laman resminya, Sabtu (12/12/2020).

Tawaran ini juga merupakan salah satu bentuk tawaran lanjutan yang sebenarnya pernah diungkapkan pihak Indonesia kepada Tesla. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) pada pertemuan Space Symposium di Amerika Serikat memang pernah bertemu dengan perwakilan Space X untuk membahas tentang pembangunan Bandar antariksa di Biak.

‘’Pembicaraannya masih bersifat umum. Wilayah ekuator adalah lokasi terbaik untuk peluncuran satelit. Semoga tawaran Presiden kepada Elon Musk mendapat respon poisitif’’ ungkap Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin, dikutip detikINET (12/12/2020).

Untuk diketahui, Lapan memang sedang menyiapkan badan antariksa di Biak dengan dua skenario. Pertama, badan antariksa skala kecil untuk uji terbang roket Lapan dan peluncuan roket kecil. Kedua, badan antariksa skala besar untuk peluncuran roket-roket internasional.

Elon Musk Kirim Tim Khusus ke Indonesia

Elon Musk Kirim Tim Tesla ke Indonesia
info gambar

Menyoal tawaran Jokowi, tampaknya Elon Musk semakin ke arah positif untuk membangun kerjasama dan investasi di Indonesia. Setelah melalui pembicaraan melalui telepon itu, Elon Musk pun menanggapi undangan Jokowi. Dia berencana akan mengirimkan timnya ke Indonesia pada Januari 2021 mendatang untuk menjajaki semua peluang kerjasama tersebut.

Sebelum kabar kedatangan tim khusus Elon Musk itu, salah satu emiten pengembang lahan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. mengaku sudah menyiapkan sambutan kedatangan tim Tesla di kawasan industri terintegrasi Subang Smartpolitan yang baru diluncurkan.

‘’Kami sudah membuat surat untuk mengundang Pak Elon Musk ke Indonesia untuk melihat juga plant kami. Tapi belum mendapat jawaban, mungkin karena sibuk dan terakhir terkena Covid-19,’’ kata Presiden Direktur Surya Semesta Internusa, Johannes Suriadjaja, dikutip Bisnis.com (18/11/2020).

Dari sinilah muncul rencana bahwa salah satu lahan industri yang potensial untuk pembangunan pabrik baterai Tesla adalah di Subang.

--

Sumber: Bisnis.com | CNN Indonesia | Inet.Detik.com | Detik.com | Kompas.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini