Menumbuhkan Kembali Ekonomi Pasar dengan Protokol Kesehatan

Menumbuhkan Kembali Ekonomi Pasar dengan Protokol Kesehatan
info gambar utama

Kawan GNFI, saat ini segala upaya dilakukan pemerintah untuk kembali menggenjot roda perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan memberikan literasi kepada sektor industri pasar tradisional melalui literasi Sekolah Pasar.

Salah satu upaya sosialisasinya adalah dengan menggaungkan protokol kesehatan (prokes) yang saat ini menjadi standar khusus bagi masyarakat yang akan berpergian, mengunjungi sebuah tempat, atau penyelenggara acara. Termasuk di pasar tentunya.

Nah, dari beberapa rangkaian sosialisasi tersebut, berikut penjabaran beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengunjungi pasar atau berdagang di pasar yang sesuai dengan prokes anjuran pemerintah melalui surat edaran Menteri Perdagangan (Mendag) nomor 12 tahun 2020 tentang Pemulihan Aktivutas Perdagangan yang dilakukan saat Pandemi Covid-19 dan New Normal.

Dengan mengikuti segala hal yang dianjurkan di bawah ini, tentunya kita sudah dapat kembali melakukan aktivitas jual-beli di pasar dengan aman, nyaman, dan tetap menjaga roda ekonomi sosial.

Jangan lupa 3M sebelum berpergian

3M yang merupakan singkatan dari kegiatan-kegiatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, adalah hal yang seudah sepatutnya kita lakukan untuk menghindari sebaran virus Corona di keramaian. Karena virus dapat menular melalui beberapa organtubuh sebagai penghantar, seperti mulut dan tangan.

Sebelum pergi ke pasar, biasakan melakukan aktivitas mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir selama kurang lebih 20 detik. Kemudian memakai masker sesuai anjurabn yang menutupi area mulut, hidung, dan dagu. Langkah terakhirnya adalah menjaga jarak antar-orang saat berpergian.

Anjuran untuk pengunjung

Pastikan membawa tas belanja sendiri dan buku catatan belanja, untuk lebih mengefisienkan waktu kunjungan ke pasar. Disarankan untuk tak membawa anak berumur di bawah 5 tahun dan orang tua yang berusia di atas 45 tahun atau lansia.

Jangan lupa cek kelengkapan lainnya, seperti dompet, ponsel, dan perangkat vital lainnya. Upayakan juga untuk memiliki aplikasi pembayaran non-tunai untuk meminimalkan interaksi dengan pedagang. hal itu akan lebih aman, karena boleh jadi uang menjadi salah satu media penghantar virus.

Usai belanja kebutuhan harian, sebelum beranjak pergi dari pasar usahakan mencuci tangan dengan sabun sampai bersih, jangan lupa semprotkan cairan disinfektan.

Ketika tiba di rumah, kembali lakukan cuci tangan, bersihkan kantong belanjaan, serta mengganti pakaian. Lakukan semuanya untuk mendapatkan kembali kebersihan diri sesuai anjuran pemerintah.

Anjuran untuk pengelola dan pedagang

Untuk pengelola, pastikan kondisi pasar bersih dengan semprotan disinfektan, seperti lorong-lorong pasar, tempat menimbang, rumah ibadah, toilet/wc, serta tempat lain yang mendukung aktivitas pasar bersih dan higienis. Lakukan dengan rutin, dua kali saban harinya.

Kepala pengelola pasar dan petugas, mesti melakukan pengecekan sebelum pasar dibuka, dan memastikan jika pasar telah mengikuti standar prokes dengan semestinya. Cek juga, apakah para pedagang telah memakai masker dan face shield dengan benar serta sekat plastik untuk menjaga kontak langsung antara pedagang dan pembeli.

Hal lain yang juga harus dipersiapkan adalah tempat mencuci tangan, baik di pintu masuk atau di area strategis di dalam pasar. Lengkapi tempat mencuci tangan itu dengan sabun dan cairan disinfektan.

Setiap pedagang atau pengunjung yang masuk ke area pasar, mesti di cek suhu tubuhnya oleh para penjaga keamanan pasar melalui alat pengukur suhu tubuh (thermo gun). Pastikan pula mereka yang masuk memiliki suhu tubuh di bawah 37,3 derajat celsius.

Jika ada pedagang dan pembeli yang ingin masuk ke area pasar tapi memiliki gejala flu, batuk, maupun sesak napas, anjurkan mereka untuk kembali ke rumah dan menghindari area pasar untuk sementara.

Selanjutnya untuk menjaga kerumunan pasar, ada baiknya pihak pengelola memberlakukan kuota melalui mekanisme bergiliran, yakni 30 persen dari jumlah pedagang dan pembeli. Jadi, pasar tak penuh sesak oleh pedagang dan pembeli. Lain itu, berlakukan juga jaga jarak antar-pedagang yang bersebelahan dengan jarak minimal 1,5 meter.

Bagi pedagang, pasang juga alat pembayaran non-tunai, melalui barcode untuk meminimalkan sentuhan antara penjual dan pembeli. Para pedagang juga harus selalu memastikan stok dagangan cukup dan higienis, sehingga tak perlu lagi bolak balik mengambil stok dagangan ke gudang pasar.

Ketika pasar ditutup, pengelola juga disarankan untuk membersihkan kembali pasar dengan semprotan cairan disinfektan serta bagi pedagang untuk kembali mebersihkan kios-kios dengan menyemprotkan cairan yang sama.

Nah, hal-hal tadi tentunya untuk menjaga diri dari sebaran virus Corona, serta kembali memutar roda ekonomi pasar sebagai tulang punggung ekonomi sosial kemasyarakatan.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini