Sejarah Hari Ini (18 Desember 1771) - Puputan Bayu Rakyat Blambangan

Sejarah Hari Ini (18 Desember 1771) - Puputan Bayu Rakyat Blambangan
info gambar utama

Pada 18 Desember 1771, Perang Bayu atau Perang Puputan Bayu meletus di Banyuwangi, sebagai usaha terakhir Kerajaan Blambangan melawan invasi VOC atau Belanda di Nusantara.

Perang Puputan Bayu (ada yang menyebut Pemberontakan Jagapati) adalah salah satu perlawanan yang dilakukan oleh para pejuang Blambangan yang dipimpin Mas Rempeg atau Pangeran Jagapati (Perang Bayu I) dan Bapa Endha (Perang Bayu II) melawan Pasukan VOC yang dibantu oleh laskar-laskar pribumi dari Madura dan daerah Jawa Timur lainnya.

Perwira VOC yang terlibat di Blambangan dalam peperangan ini adalah Residen Blambangan Cornelis van Biesheuvel dan penggantinya Hendrik van Schopoff.

Selain itu terdapat nama-nama lain seperti Sersan Mayor Van Schaar, Letnan Kornet Tine, Vandrig Ostrousley, Kapten Reygers (Perang Bayu I) dan Kapten Heinrich, Vaandrig Guttenberg, Vaandrig Lenigen, Peltu Mirop, dan Peltu Djikman (Perang Bayu II).

Sesuai dengan nama peristiwanya yakni "puputan" yang berarti perang habis-habisan, Pangeran Jagapati beserta rakyat Blambangan yang berperang melawan VOC membuat banyak puluhan ribu orang Banyuwangi tewas dan itu belum termasuk mereka yang luka-luka atau hilang.

Adapun VOC kehilangan ratusan orang yang tewas atau terluka, tidak hanya serdadu, tetapi juga perwira militer dan pejabat penting, serta mengalami kerugian besar lantaran dana yang harus dikeluarkan untuk membiayai perang ini tidak sedikit.

Dalam The History of Java, Thomas Stamford Raffles menyebut sebelum Puputan Bayu pecah Blambangan dihuni lebih dari 80 ribu orang.

The Puputan Bayu: War, Disease, and Demographic Catastrophe in Blambangan 1771-1773 karya Sri Margana turut menyebut dampak mengerikan Puputan Bayu tersebut di mana daerah Blambangan penduduknya menyusut menjadi 8 ribu jiwa pada 1881.

Berlandaskan nilai-nilai patriotik rakyat setempat, peristiwa ini pun akhirnya diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Banyuwangi.

---

Referensi: Banyuwangikab.go.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini