Kabar Baik Akselerasi Teknologi Sepanjang 2020

Kabar Baik Akselerasi Teknologi Sepanjang 2020
info gambar utama

Kawan GNFI, tak ada yang memungkiri jika tahun 2020 merupakan periode yang cukup berat bagi semua kalangan, baik untuk masyarakat, pelaku industri, maupun perekonomian. Tapi kabar baiknya, sejumlah insinyur/ilmuwan dan pelaku industri teknologi tak kendor untuk selalu melakukan akselerasi teknologi di masa pandemi Covid-19.

Para ilmuwan Indonesia bahkan memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk mengembangkan teknologi dalam menciptakan beragam temuan-temuan yang mampu diterapkan di masa pandemi. Begitu pula industri telekomunikasi yang secara terstruktur meningkatkan layanan jaringan komunikasi dan internet.

Hal tersebut dilakukan karena masyarakat, pekerja, dan pelaku industri membutuhkan sarana komunikasi virtual agar tetap produktif. Di lain sisi, para produsen ponsel juga tak henti mendatangkan ponsel-ponsel baru, baik untuk dukungan akses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau bekerja dari rumah (WFH).

Berikut kami paparkan kabar baik soal akselerasi teknologi yang berjalan optimal di tahun 2020. Meski banyak sekali yang sudah dilakukan, namun kami kabarkan beberapa di antaranya.

Temuan akselerasi teknologi saat pandemi

Perangkat GeNose buatan UGM
info gambar

1. Robot pintar

Sejumlah ilmuwan di Indonesia dan pergerakan masyarakat telah menghasilkan sejumlah penemuan berbasis teknologi untuk membantu tenaga kesehatan dalam menangani penularan Virus Corona (Covid-19).

Ketimbang harus impor dengan mengeluarkan biaya mahal, temuan-temuan inovasi berbasis teknologi tersebut diklaim juga memiliki ongkos produksi yang relatif ekonomis.

Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR), Surabaya misalnya, sudah mengoperasikan sebuah robot servis untuk ''highly infectious patient'', yang dikendalikan dengan pengontrol jarak jauh. Robot itu bernama RAISA.

Robot yang beroperasi di bagian ''High Care Unit'' (HCU) merupakan hasil kerjasama antara Tim Robot Institut Teknologi Surabaya (ITS) dengan pihak RS UNAIR.

Robot lain yang juga diciptakan untuk efisiensi dan menjaga jarak antara perawat dan pasien terinfeksi virus Corona adalah Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR). Robot yang diciptakan dari hasil kerjasama Telkom University dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Inodnesia (LIPI) Bandung.

Robot ini diciptakan untuk membantu meminimalkan sebaran wabah Corona di Indonesia. Sejauh ini AUMR akan didayagunakan untuk melakukan disinfeksi dan sterilisasi pada ruang-ruang isolasi pasien positif virus Corona.

Nah, versi lengkapnya dapat dibaca di tautan ini.

2. Platform untuk petakan kebutuhan APD dan sebaran virus Corona

Perusahaan rintisan (startup) milik Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berhasil melakukan pemetaan kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk para dokter dan relawan Covid-19, hingga pendeteksian dini sebaran virus Corona.

Adalah startup asal Bandung yang berinovasi dengan membuat platform GEO MAPID, yang dapat digunakan sebagai pemetaan kebutuhan APD di Indonesia. MAPID juga akan membantu tim doctorShare agar lebih memahami kebutuhan dan prioritas APD sampai lebih dari 200 fasilitas medis di Indonesia.

Lengkapnya kawan GNFI dapat baca di sini.

3. Aplikasi pemantau sebaran virus

Inisiatif lain yang dilakukan para ilmuwan untuk mempercepat penanganan Covid-19 adalah dengan menciptakan aplikasi pelacak penyebaran virus Corona, yang mereka beri nama Fight Covid-19.

Adalah Ahmad Alghozi, alumni D3 Teknik Informatika Telkom University, yang menciptakan sebuah aplikasi ponsel dengan fitur ''tracking'', ''tracing'', dan ''fencing''.

Aplikasi tersebut dapat diakses semua pengguna Android, khususnya mereka yang datang dari daerah terjangkit, Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan pasien positif Covid-19.

Setelah berhasil mengurangi penyebaran kasus di Bangka Belitung, aplikasi tersebut mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat di Jakarta.

Di sini selengkapnya, kawan.

4. UGM ciptakan alat sederhana pendeteksi virus Corona

Universitas Gadjah Mada (UGM) siap meluncurkan inovasi terbaru berupa perangkat yang mampu mendeteksi dan mendiagnosa apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak hanya dengan satu tarikan dan hembusan nafas.

Namanya GeNose, yang mampu mendeteksi secara cepat dan akurat kehadiran Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama hembusan nafas manusia.

Secara prinsip kerjanya, hembusan nafas itu akan ditangkap oleh sensor-sensor yang kemudian diolah datanya dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk pendeteksian dan pengambilan keputusan.

Selain mengutamakan unsur kecepatan dan keakurasian, GeNose didesain sangat compact sehingga dapat dioperasikan oleh seseorang secara mandiri dan efisien.

Ini selengkapnya.

5. Perangkat QlueThermal untuk cegah sebaran Covid-19

Banyak cara dan upaya dari pemerintah dan pelbagai kalangan untuk terus menekan sebaran pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan oleh Qlue, penyedia ekosistem smart city terlengkap di Indonesia. Qlue berkolaborasi dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) untuk mengembangkan sinergi pembangunan kabupaten cerdas melalui pemanfaatan teknologi smart city.

Salah satu wujudnya adalah dengan mengaplikasikan QlueThermal, sebuah solusi berbasis teknologi yang ditawarkan Qlue akan digunakan untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang lebih baik dan tanggap menghadapi sebaran Covid-19.

Sejak digunakan di bulan Juli lalu, seluruh perangkat QlueThermal sudah mendapatkan lebih dari 20 ribu data dengan rata-rata suhu tubuh 36,5 °C, jumlah pelanggaran (tidak mengenakan masker) sebanyak lebih dari 2.500 orang, dan lebih dari 400 orang yang memiliki suhu tubuh di atas normal.

Biar tak kepo, silakan baca selengkapnya.

Perluasan dan optimalisasi jaringan internet

Ilustrasi pemancar jaringan internet
info gambar

1. Telkomsel kembangkan jaringan VoLTE

Sebagai salah satu operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel saat sedang mencoba untuk meningkatkan layanan jaringan terkait infrastruktur teknologi Voice-over Long Term Evolution (VoLTE). VoLTE merupakan tahapan untuk melangkah ke evolusi jaringan selanjutnya, yakni 5G, yang merupakan jaringan generasi ke-5 untuk mendukung revolusi digital industri 4.0.

Untuk layanan VoLTE ini, Telkomsel baru menyediakannya di beberapa kota besar dan sekitarnya, seperti di Jadetabek dan Surabaya, dan beberapa kota lain akan menyusul dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Telkomsel telah melakukan uji coba pada pada sembilan bulan pertama di 2019 untuk memastikan layanan ini layak dinikmat pelangganya secara maksimal.

Untuk menikmati jaringan VoLTE dari Telkomsel ini, berikut caranya.

2. Smartfren upayakan penguatan sinyal di pemukiman

Seiring rencana Pemprov DKI soal penerapan kembali Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, salah satu operator seluler Indonesia, Smartfren, memastikan telah mengoptimalkani jaringan dan secara intensif dan terus memantau perubahan traffic yang terjadi.

Kedua langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh pelanggan Smartfren bisa mendapatkan koneksi internet dengan kecepatan maksimal di mana pun berada. Tentunya PSBB akan mengubah pola pergerakan banyak orang yang juga membuat titik kepadatan traffic data berubah menjauh dari area bisnis, perkantoran, dan wisata.

Optimasi jaringan yang dimaksud adalah menyesuaikan kapasitas network di area yang low traffictersebut, kemudian mengatur kembali routetraffic data ke area-area yang memerlukan kapasitas lebih tinggi sesuai kebutuhan.

Nah, daerah mana saja yang jaringannya dikuatkan oleh Smartfren? Lengkapnya ada di sini, kawan.

Peluncuran ponsel-ponsel baru

Ponsel Redmi 9A
info gambar

1. Huawei gandeng ratusan aplikasi lokal

Salah satu produsen ponsel terbesar di dunia, Huawei, belakangan mengumumkan telah menggandeng ratusan aplikasi buatan putra-putra Indonesia untuk toko aplikasi yang mereka miliki, App Gallery.

App Gallery merupakan toko aplikasi yang memang diciptakan dan merupakan bagian dari Huawei Mobile Service (HMS). Tercatat, hingga saat ini Huawei sudah bekerja sama dengan lebih dari 100 aplikasi lokal yang sudah terpasang di App Gallery.

Dalam kolaborasinya itu, Huawei juga memetakan kategori sesuai dengan kebutuhan penggunanya atas sebuah aplikasi. Mulai dari aplikasi perbankan dan keuangan, operator telekomunikasi, layanan pemerintah, toko online, dan tentunya layanan aplikasi lainnya.

Lantas, apa saja sih yang ada di App Galley? Nih daftarnya, kawan.

2. Ponsel kelas menengah ''murah meriah'' dari Xiaomi

Mengklaim ponselnya sebagai ponsel murah merih dikelas midrange, Xioami Indonesia akhirnya meluncurkan varian Redmi Note 9 series.

Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse, mengatakan ponsel buatan indonesia ini diperuntukkan bagi para peminat ponsel yang membutuhkan gawai dengan fitur terbarukan serta level yang tinggi untuk kategori ponsel kelas menengah, namun dengan harga yang cukup terjangkau.

Untuk seri Redmi Note 9 Pro, sejatinya diperuntukkan untuk kalangan pengguna advance yang lazim menggunakan ponsel kelas flagship.

Lalu seperti apa saja keunggulannya? Berikut ulasannya, kawan.

3. Peluncuran ponsel bertema Hari Kemerdekaan

Lagi-lagi Xiaomi membombardir pasar ponsel Indonesia dengan meluncurkan ponsel anyarnya jelang Hari Kemerdekaan ke-75. Xiaomi pun mengangkat tema perayaan Hari Kemerdekaan itu yang tergambar dalam desain kover dus ponsel teranyar mereka, Redmi 9A.

Desain kover dus tersebut digambar oleh Muchlis Fachri (@muklay) yang merupakan salah satu seniman grafiti/mural asal Indonesia.

Dalam peringatan yang bertajuk ''10 Years of Innovation for Everyone'', Xiaomi Indonesia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus membawa inovasi yang dapat dinikmati oleh semua masyarakat Indonesia.

Sekeren apa sih ini ponsel? Kepo-in di sini, kawan.

4. Ponsel gim untuk mendukung industri eSports di Indonesia

Seperti judul di atas, guna mendukung geliat industri eSport di Indonesia, ASUS, sebagai produsen ponsel gaming melalui varian Republic of Gaming (RoG), mulai aktif memasukkan jajaran ponsel-ponsel berbasis gim itu di Indonesia. Salah satu yang teranyar adalah ASUS ROG Phone 3, yang resmi hadir di Tanah Air, Kamis (24/9/2020).

Yang menarik, ponsel yang diperkenalkan secara global pada bulan Juli 2020 itu dibanderol lebih murah dari harga global.

Keistimewaan ponsel ini ada pada kemampuan refresh rate yang mencapai 144 Hz, touch sampling rate 270 Hz, touch latency 25ms dan slide 18ms. Kombinasi ini bakal memberikan pengalaman bermain gim yang bikin mata makin betah.

Soal dukungan performa, ASUS menanamkan otak chipset terkencang saat ini, yakni Qualcomm Snapdragon 865+ dan RAM LPDDR5. Lalu ada X Mode yang meningkatkan tampilan refresh ratedan sensitivitas sentuhan. Biar tak nge-lag, untuk memaksimalkan grafis gim ponsel ini tentu ditanamkan CPU dan graphic prosessing unit (GPU) Adreno 650.

Lalu, teknologi mutakhir apa yang ditawarkan, dan berapa sih harganya? Yuk, intip di sini.

5. Ponsel gaming yang bikin panas dingin

Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan secara virtual ponsel POCO X3 NFC untuk pasar Indonesia. Ini adalah seri POCO yang kembali masuk ke Indonesia pada 2020 ini, setelah sebelumnya hadir POCO F2 Pro (Juli 2020).

Xiaomi Indonesia mengklaim bahwa kehadiran ponsel ini menandai era baru bagi lini produk POCO, karena POCO X3 NFC akan menjadi ponsel kelas menengah dengan performa buas yang hadir untuk anak-anak muda penggila gaming mobile. Mereka pun menyebut produk ini sebagai ''The Real Mid-Range Killer''.

Secara eksplisit, Xiaomi memang tak memosisikan POCO Phone sebagai ponsel gaming, namun perangkat ini memilik performa laiknya ponsel gaming.

Apalagi jika bukan karena dukungan cipset, prosesor grafis (GPU), pendingin (cooled), teknologi refresh rate layar, dan tentunya kapasitas baterai yang jumbo. Semua yang disebutkan tadi identik dimiliki ponsel gaming.

Soal harga dan fiturnya yang bikin panas dingin, ada sini kawan.

6. Huawei dan iPhone berebut pasar premium di akhir tahun

Meski keduanya berjalan pada sistem operasi dan pasar yang berbeda (Android vs iOS), namun melalui pengkuran performa, kamera, dan durabilitasnya, nampaknya keduanya menyasar pasar serupa dari segmen pengguna ponsel premium.

Nah, bagi kawan GNFI yang mengincar ponsel premium di akhir tahun ini, boleh jadi mempertimbangkan keduanya.

Harganya berapa sih? Dan jika di adu, lebih oke yang mana, kawan? Yuk simak ulasan komparasinya.

Akhir kata

Nah, kawan, itu dia hal-hal terkait Industri teknologi yang berjalan pada masa pandemi Covid-19, atau lebih tepatnya pada periode 2020. dari paparan di atas, nyatanya Anak Bangsa mampu mengakselerasi teknologi dalam kondisi apapun. Keren!

Artikel ini sekaligus menutup rangkaian artikel soal kaleidoskop di tahun 2020. Dengan gambaran itu, diharapkan kita akan tetap optimistis di tahun depan.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini