Lewat Penulisan Buku, PPI Dunia Cerahkan Pembangunan Berkelanjutan 2030 di Indonesia

Lewat Penulisan Buku, PPI Dunia Cerahkan Pembangunan Berkelanjutan 2030 di Indonesia
info gambar utama

Suistanable Development Goals (pembangunan berkelanjutan) 2030 merupakan fondasi pembangunan universal yang telah disepakati oleh 193 negara pada sidang ke-70 PBB di bulan September 2015. Semenjak itu, konsep ini telah banyak diadopsi berbagai negara di dunia termasuk Indonesia dalam rangka mensinergikan kehidupan manusia dan alam dengan jargonnya “no one left behind”.

Tak luput, Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) turut andil dalam mengobarkan semangat pembangunan berkelanjutan 2030. Pelatihan bertajuk buku berbasis pembangunan berkelanjutan digelar oleh Direktorat Penelitian dan Kajian (DITLIKA) PPID melalui zoom dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube PPID pada Rabu (16/12).

Buku ini nantinya akan menjadi mahakarya yang akan diterbitkan oleh PPI Dunia sebagai sumbangsih pemikiran ilmiah demi mendorong manifestasi Indonesia Emas 2045. Acara ini diikuti oleh jajaran pengurus ditlitka dan beberapa pelajar Indonesia di luar negeri yang telah direkrut untuk bersama-sama menulis buku tersebut.. Para peserta nantinya akan memberi warna baru melalui tinta-tinta yang akan ditorehkan ke dalam buku PPI Dunia dengan ide penulisan berbasis pembangunan berkelanjutan 2030 di Indonesia.

Disampaikan oleh Choirul Anam, selaku Koordinator PPI Dunia 2020-2021 dalam sambutannya, “13 buku ini nanti khususnya akan disampaikan kepada Presiden dan Menteri-Menteri sebagai bentuk kontribusi agar Indonesia lebih baik. Buku ini diharapkan dapat memberikan konstribusi ilmiah dalam upaya meningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia namun dalam koridor kebaikan alam.”

Dr. Vivi Yulaswati, MSc dari Sekretariat Sustainable Development Goals (SDGs) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (BAPPENAS RI) dalam penjelasannya menyampaikan, “Pembangunan berkelanjutan 2030 sejalan dengan fokus pembangunan Indonesia 2045 yaitu menuju Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur. Peta jalan dalam melokalkan SDGs di Indonesia bahkan telah tertuang di dalam Peraturan Presiden (PERPRES) No.59 Tahun 2017 untuk mendorong rencana aksi daerah.”

Lebih lanjut Vivi menambahkan, “Pandemi membawa risiko bagi pencapaian SDGs 2030 tetapi juga membuka peluang terjadinya berbagai transformasi kebijakan, program, dan sistem. Peluang ini dapat terus dimaksimalkan dengan berpikir kreatif dan invoatif dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.”

Sementara itu, Baiq Wardhani, PhD yang merupakan dosen dari Universitas Airlangga (UNAIR) menerangkan, “Keinginan untuk menyeimbangkan pilar-pilar pembangunan SDGs seperti lingkungan, sosial, dan ekonomi tidak terlepas dari peran global governance. Peran ini mengacu pada kata kunci inklusivitas SDGs bahwa tidak ada seorangpun yang ditinggalkan, semua orang terlibat di dalam SDGs. Antar satu target saling berkesinambungan karena akan mempengaruhi target-target yang lain.”

Hindun Mulaika dari Greenpeace Indonesia menyampaikan, “Kehadiran pandemi Covid-19 menjadi awakening call untuk melihat ketangguhan sistem yang ada di suatu negara.” Hidun menambahkan, “Dalam menghadapi krisis ini, penting untuk mengkawal bersama perbaikan sistem sekaligus menemukan sebuah pola baru yang lebih adil dan setara yang kembali kepada tagline SDGs yakni no one left behind.”

Kehadiran SDGs dengan kalimat transformatifnya, “Tidak ada seorangpun yang ditinggalkan”, mendorong adanya upaya bersama dalam menjalankan agenda SDGs. Dalam mencapai cita-cita SDGs yang juga sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia, upaya ini tidak lagi kaku dan terbatas pada peran pemerintah dalam membuat kebijakan. Melainkan pada spektrum yang lebih luwes yakni dengan melibatkan masyarakat sipil, akademisi, ataupun organisasi non-pemerintah dalam prosesnya. Pada titik inilah, PPI Dunia menunjukan partisipasi aktif untuk mencerahkan pembangunan berkelanjutan 2030 di Indonesia khususnya melalui pelatihan menulis buku.

Penulis: Febi Eka Putri (Tim Redaktur Berita Kegiatan PPID)

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini