Serunya Pelesir Sambil Melihat Penyu Langka di Pulau Kosong

Serunya Pelesir Sambil Melihat Penyu Langka di Pulau Kosong
info gambar utama

Kawan GNFI pernah dengar nama Pulau Pamalikan? Jika belum, pulau itu terletak di Kabupaten Kotabaru yang terletak di Kalimantan Selatan. Ada yang bilang, keindahan pulau itu rupanya belum banyak terekspos. SEcara administratif, pulai ini persisnya terletak di Kecamatan Pulau Sembilan.

Kecamatan Pulau Sembilan secara umum memiliki luas wilayah 4,76 kilometer persegi, dengan ibu kota Marabatuan. Untuk sampai di kecamatan ini, kawan GNFI bisa berlayar naik kapal perintis dari Kotabaru.

Secara bahasa, Pamalikan memiliki arti ''hanyut''. Menurut cerita turun temurun suku Mandar, Kotabaru, nama itu tak lepas dari cerita bahwa pulau ini terlepas dari induknya yaitu Matasiri dan jauh dari lokasi pemukiman penduduk.

Hamparan pasir putihnya menjadi ucapan selamat datang yang hangat di kawasan ini. Tidak terlalu luas memang, dengan pepohonan yang tumbuh dan tampak rimbun. Air lautnya sangat jernih dengan warna kehijauan

Konservasi penyu

Pulau ini juga memiliki keistimewaan yang luar biasa, karena menjadi rumah para penyu yang jumlah telurnya bisa mencapai 100 hingga 150 butir, sehingga memerlukan waktu kurang lebih 1 sampai 3 jam. Jika kawan GNFI kamu beruntung kamu bisa lho, melihat prosesnya.

Penyu yang ada disini adalah penyu hijau dan sisik yang konon sudah langka. Selain itu, ada pula beberapa vegetasi laut yang bisa kalian lihat seperti, pandan laut, waru laut, kirinyuh, kepuh, ketapang, dan kangkung laut yang amat menarik.

Pantainya memiliki hamparan pasir putih di sisi timur dan barat pulau. Di pulau ini, ada tempat untuk penyu bertelur dan dipisahkan oleh vegetasi pantai, seperti pandan laut, waru laut, kirinyuh, ketapang, kepuh, dan kangkung laut.

Tak hanya penyu, di vegetasi Pantai Pamalikan kita juga bisa menjumpai beberapa jenis burung, antara lain pergam laut, camar, dan walet laut. Bila berminat berenang atau menyelam, kawan juga dapat melihat hamparan terumbu karang di balik beningnya air laut.

Sebagai tujuan wisata bahari, Pulau Pamalikan dijadikan pemda setempat sebagai tempat wisata terbatas agar tak mengusik para penyu.

Meski menjadi tujuan wisata terbatas, bakal banyak aktivitas yang bisa kawan GNFI lakukan di sana. Mulai dari berenang di pinggir pantai, atau melakukan renang permukaan (snorkeling). Jika kaan menyenangi selam permukaan (diving), banyak terumbu karang dan ikan-ikan kecil yang cantik dan menawan siap menghibur kalian.

Transportasi dan akomodasi

Jika kawan GNFI memang berniat menyambangi pulau ini, rute yang disarankan adalah melalui Pagatan, Batu licin, dan pulau Matasiri. Untuk pemberangkatan menggunakan kapal dengan waktu tempuh hampir 20 jam. Nah, soal ongkosnya, untuk bisa pergi ke sana harga sewa kapal sekira Rp8 juta. Sementara dari Matasiri sampai Pamalikan hanya membutuhkan waktu 30 menit.

Akses berikutnya kalian bisa memulai dari Kota Baru yang hanya membutuhkan waktu 13 jam hingga 16 Jam lamanya. Kalau di pelabuhan ini, akan terasa nikmatnya menggunakan kapal pinisi yang jauh lebih murah. Hanya saja, kapal ini hanya tersedia seminggu sekali, bahkan terkadang jadwalnya suka berubah mendadak.Hal bisa jadi pertimbangan sebelum kalian merencanakan ke Pulau Pamalikan

Selain ongkos yang relatif tinggi, kawan juga harus memerhatikan hal lain, misalnya listrik yang sama sekali belum merata atau mungkin belum ada. Tak berlebihan jika kawan membawa power bank lebih dari satu buah.

Jangan lupa bawa perbekalan makanan dan minuman yang cukup, karena termasuk kawasan yang sepi. jangan lupa siapkan fisik dan mental, karena menuju kesana tidaklah mudah. Apalagi, setiap perjalanan sering ada badai dan cuaca yang membuat kapal melaju dengan kecepatan lambat.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini