Antara Lumpur Sidoarjo dan Varian Baru Virus Corona

Antara Lumpur Sidoarjo dan Varian Baru Virus Corona
info gambar utama

*Penulis Senior GNFI

Kita semua masih ingat kejadian munculnya semburan lumpur di Sidoarjo pada bulan Maret 2006. Volume semburan lumpur waktu itu sangat fantastis yaitu sekitar 125.000 m3 per harinya dan menenggelamkan lebih dari 50 desa, puluhan pabrik besar dan ada korban jiwanya. Meskipun sekarang ini volume nya menurun sekitar 60.000 an m3, tapi tetap berbahaya. Banyak upaya yang dicoba untuk menghentikan semburan – yang dipredikis baru berhenti 30 tahunan, salah satu dengan menyalurkan semburan lumpur itu ke sungai Porong Sidoarjo. Lebih dari 10 pipa besar panjang dipasang di pusat semburan dan dialirkan ke sungai Porong. Secara teori memang upaya ini bisa berhasil. Tapi Tuhan Yang Maha Esa tiba-tiba merubah sifat semburan lumpur itu yaitu berubah menjadi padat seperti semen yang sudah mengeras. Akibatnya upaya itu sia-sia.

Sekarang, ada kejadian yang hampir sama terjadi didunia ini dengan adanya pandemic covid-19 yang telah memporak-porandakan tatanan dunia, menyebabkan perekonomian mandek, banyak pengangguran, kemiskinan dan tentu banyak korban jiwa. Jutaan orang terpapar virus mematikan ini dan jutaan orang pula meninggal dunia. Di Amerika Serikat saja sudah lebih dari 300.000 orang meninggal dunia (per awal bulan Desember 2020). Di negara kita juga ribuan orang terpapar virus corona dan yang meninggal dunia meningkat terus.

Berbagai penelitian dilakukan untuk mencari vaksin yang bisa melawan corona-19 ini diberbagai negara di dunia ini, termasuk juga di Indonesia. Dan semua bangsa di planet ini bertanya-tanya kapan selesainya pandemi corona-19 ini. Akibat ketidak pastian selesainya corona ini menyebabkan ketidak pastian juga diberbagai bidang seperti ekonomi dan pendidikan. Dibidang pendidikan ini menyebabkan proses ajar mengajar dilakukan secara daring atau online; anak-anak jadi bosan tinggal dirumah dan tidak bertemu teman-teman dan gurunya.

Ketika beberapa perusahaan farmasi global di Amerika Serikat, Inggris dan Rusia setelah melakukan penelitian yang panjang dan melelahkan, akhirnya menemukanlah vaksin itu. Vaksin mulai dikirim keberbagai negara didunia – meskipun belum merata. Beberapa kepala negara didunia ini didepan kamera TV terlihat menerima suntikan vaksin agar memastikan kepada rakyatnya atas keamanan vaksin itu. Ada kelegaan sementara diantara-bangsa-bangsa di dunia ini dengan adanya vaksin yang diharapkan bisa menghentikan penyebaran virus corona.

Lalu seperti kasus semburan lumpur di Sidoarjo diatas, dimana Tuhan merubah sifat lumpur yang cair tiba-tiba mengeras, virus corona ini mengalami mutasi yang cepat yang tidak diduga sebelumnya. Sepertinya Tuhan mengingatkan dosa manusia dengan menciptakan varian baru virus corona akibat mutasi yang cepat. Walaupun ada yang mengatakan secara ilmiah memang virus itu kerjanya ya bermutasi. Tapi kali ini membuat para ahli dan kepala-kepala negara didunia terkejut. Minggu-minggu ini dunia dikejutkan bahwa di tenggara negara Inggris telah ditemukan varian corona yang baru, dan kemudia varian baru ini juga ditemukan di Belanda, Denmark dan Australia. Perdana Menteri Inggir Boris Johson menyebutkan bahwa penyebaran varian baru virus corona ini 70% lebih cepat dari varian sebelumnya. Meskipun belum diketahui apakah varian baru ini lebih mematikan atau tidak; yang jelas bahwa vaksin yang baru ditemukan itu belum diketahui bisa melawan varian baru ini atau tidak.

Munculnya varian virus corona baru ini memunculkan kekhawatiran di beberapa negara Eropa. Pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2020 negara-negara Eropa seperti Irlandia, Jerman, Perancis, Italia, Belanda dan Belgia mengumumkan secara resmi menghentikan semua perjalanan dengan Inggris. Ada kekhawatiran varian baru virus corona itu masuk kewilayah negaranya masing-masing. Karena berdasarkan penelitian menyebutkan bahwa varian baru ini menyebar lebih cepat dan menyebabkan lebih banyak orang terpapar. Ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa varian baru ini menyebar secara cepat dikalangan anak-anak. Mengerikan.

Meskipun jarak Amerika Serikat dan Inggris itu jauh; tapi beberapa ahli epidemologi Amerika Serikat termasuk Dr. Anthony Fauci memperingatkan bahwa sepertinya varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris tenggara itu sudah masuk Amerika Serikat; bahkan gubernur New York Andrew Cuomo percaya bahwa varian baru itu memang sudah mencapai negara Paman Sam.

Kita di Indonesia ini harus berdoa (dan berikhtiar) agar varian baru virus corona-19 itu tidak masuk di Indonesia. Saya tidak bisa membayangkan akibat buruknya kalau varian baru itu juga menyerang Indonesia. Sekarang saja pemerintah kewalahan dengan makin meningkatnya status zona merah beberapa kota dan propinsi yang terkena corona-19 sampai-sampai mengeluarkan peraturan ketat kalau berpergian keluar kota wajib melakukan Rapid Test Antigen (dan menimbulkan kepanikan); apalagi kalau ada varian baru virus corona masuk, apa kita gak tambah kewalahan. Naudzubillah.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AH
AH
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini