Bersama Pantai Gading dan Ghana, Indonesia Kuasai Produksi Kakao Dunia

Bersama Pantai Gading dan Ghana, Indonesia Kuasai Produksi Kakao Dunia
info gambar utama

Kakao merupakan asal muasal coklat yang selama ini Kawan GNFI nikmati, baik dalam bentuk batangan maupun dalam bentuk minuman.

Rasanya yang lezat membuat coklat menjadi salah satu makanan paling populer dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Mengenal kakao, komoditi yang sempat dijuluki "makanan para dewa"

Kakao yang siap dipetik dari pohon © Agrowindo
info gambar

Kakao merupakan tumbuhan tahunan (perennial) berbentuk pohon, tingginya dapat mencapai 10 meter. Meskipun demikian, dalam budi daya tanaman ini tingginya dibuat tidak lebih dari 5 meter dengan sistem penanaman yang menyamping. Hal ini dilakukan untuk memperbanyak cabang produktif.

Sementara Biji kakao atau biji coklat adalah biji buah pohon kakao (Theobroma cacao) yang telah melalui proses fermentasi dan pengeringan dan siap diolah. Biji kakao merupakan bahan dasar dari pembuatan coklat.

Buah kakao memiliki kulit yang tebal, sekitar 3 cm. Daging buahnya yang disebut pulp tidak dimanfaatkan. Pulp ini mengandung gula dan membantu proses fermentasi biji kakao. Setiap buah kakao mengandung biji sebanyak 30-50 biji.

Warna biji sebelum proses fermentasi dan pengeringan adalah putih, dan lalu berubah menjadi keunguan atau merah kecoklatan. Pohon kakao dapat dibudidayakan di dalam hutan sehingga menjadikan biji kakao sebagai hasil hutan non-kayu.

Theobroma yang menjadi nama genus dari pohon coklat memiliki makna "makanan para dewa". Makna itu cukup populer pada masa peradaban Aztek sebelum era kolonialisme.

Baca juga: Indonesia Masuk Jajaran Negara Penghasil Jeruk Terbesar di Dunia

Sejarah Kakao, dari Moctezuma II hingga dijadikan mata uang

Sejarah kakao tidak pernah terlepas dari peradaban Aztek © Xenografi
info gambar

Pohon kakao merupakan tumbuhan asli benua Amerika, tepatnya di kaki pegunungan Andes di basin sungai Amazon dan Orinoco, Amerika Selatan. Meski demikian, kemungkinan pohon kakao pernah tersebar luas hingga ke Amerika Tengah.

Sebuah kerajinan tangan dari tanah liat bertanggal 1400-1500 SM yang ditemukan di lokasi penggalian situs arkeologi terdapat residu endapan yang mememperkuat hal tersebut. Selain itu, daging buah coklat (pulp) yang manis difermentasikan untuk membuat semacam minuman. Biji coklat juga menjadi mata uang ketika itu.

Kakao merupakan komoditas penting masyarakat Meso Amerika sebelum kedatangan Colombus. Hernán Cortés pada masa penaklukan Meksiko, menceritakan bahwa Moctezuma II, raja Aztec selalu minum coklat yang diberi vanilla dan rempah-rempah untuk menemani makan malamnya.

Diperkirakan raja meminum sekitar 60 porsi coklat setiap harinya, dan sebanyak 2000 porsi oleh para anggota keluarga bangsawan di lingkungan kerajaan.

Coklat diperkenalkan ke Eropa oleh penjelajah Spanyol dan menjadi minuman yang terkenal di pertengahan abad ke-17. Tumbuhan coklat lalu dibawa dan dibudidayakan ke wilayah jajahan bangsa Eropa seperti Asia Tenggara dan Afrika Barat.

Baca juga: Ternyata, Indonesia Menjadi Negara Penghasil Kelapa Terbesar di Dunia

Negeri Penguasa Kakao

10 negara penghasil kakao terbesar
info gambar

Sejak periode 1980-2018, Pantai Gading dan Ghana selalu konsisten berada di peringkat atas. Sedangkan Indonesia baru masuk 3 besar pada 1996 setelah dibukanya beberapa lahan perkebunan baru.

Selama beberapa dekade, ketiga negara tersebut berhasil menguasai produksi kakao dunia. Selain menjadi produsen terbesar, Pantai Gading, Ghana dan Indonesia juga merupakan eksportir kakao terbesar yang mampu menyuplai permintaan dan kebutuhan kakao dunia.

Sajian data terakhir (2018) yang dirilis oleh organiasi pangan dan pertanian PBB (FAO) menunjukkan, Pantai Gading masih kokoh menjadi penguasa. Produksi kakao Pantai Gading mencapai 1.963.949 ton, selisih cukup jauh dari Ghana di peringkat ke-2 (947.632 ton).

Sementara itu, Indonesia berhasil menembus peringkat ke-3 dengan total produksi sebesar 593.832 ton, meningkat hampir 100% dari produksi tahun 1996. Angka tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Sebagai catatan, 9 dari 10 negara penghasil kakao terbesar berada di region Amerika (Tengah dan Latin) dan Afrika, Indonesia sendiri menjadi satu-satunya wakil Asia yang masuk dalam daftar.

Baca juga: Bersama Brasil dan Vietnam, Indonesia Kuasasi Produksi Kopi Dunia

Daerah Penghasil Kakao di Tanah Air

10 provinsi penghasil kakao di Indonesia © Katadata
info gambar

Data Kementerian Pertanian mencatat, Sulawesi Tengah menjadi daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia. Pada 2018, produksinya mencapai 100.702 ton. Sementara posisi kedua dan ketiga diisi oleh Sulawes Selatan dan Sulawesi Tenggara dengan masing-masing memproduksi 100.567 ton dan 93.301 ton.

10 provinsi yang masuk dalam daftar mampu menyumbang 524.056 ton atau sekitar 88% produksi kakao nasional. Pulau Sulawesi menjadi wilayah dengan produksi kakao terbesar di Indonesia, angkanya mencapai 358.125 ton, secara persentasi angkanya menyentuh 60% produksi nasional.

Empat dari sepuluh provinsi penghasil kakao berada di Sulawsi, sedangkan sisanya tersebar luas mulai dari Sumatra Barat hingga Nusa Tenggara Timur.

Bagi Kawan GNFI yang penasaran dengan perkembangan negara penghasil kakao terbesar di dunia periode 1980-2018, berikut kami sajikan link nya.

Negara Penghasil Kakao Terbesar di Dunia (1980-2018)

==

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini