Sejarah Hari Ini (26 Desember 1859) - Laskar Tumenggung Surapati Tenggelamkan Kapal Onrust

Sejarah Hari Ini (26 Desember 1859) - Laskar Tumenggung Surapati Tenggelamkan Kapal Onrust
info gambar utama

Kapal Onrust (Stoomschip Onrust) adalah kapal perang buatan Belanda yang mulai mengarungi perairan pada pertengahan abad ke-19.

Nama kapal ini diambil dari nama pulau di teluk pelabuhan Jakarta yang juga bernama Onrust.

Menurut catatan arsip Museum Perkapalan Belanda (Scheepvaart Museum Amsterdam), Kapal Onrust selesai dibuat di pabrik Kota Feyenoord pada September 1845 yang kemudian diserahkan untuk Angkatan Laut Belanda.

Disebutkan kembali dalam jurnal berjudul "Penelitian dan Pengembangan Situs Arkeologi Bawah Air di Kalimantan" karya Hartatik, Kapal Onrust memiliki kecepatan 81/4 knots dengan daya mesin uap 70 tenaga kuda.

Kapal Onrust dalam sebuah litografi yang dibuat pada awal abad 20.
info gambar

Tak heran, kapal dengan harga 92 ribu gulden itu disebut yang terhebat pada zamannya.

Difungsikan sebagai alat mesin militer, Kapal Onrust juga dilengkapi meriam pelempar peluru seberat 24 pon dan enam senapan mesin yang bisa berputar.

Namun, dengan segala kecanggihannya, Kapal Onrust mengalami nasib yang buruk di tangan laskar pejuang Tumenggung Surapati yang mendiami wilayah Banjar, Kalimantan.

Kapal Onrust ditenggelamkan pada Perang Banjar pada 26 Desember 1859 di Sungai Barito, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Saat itu pihak Belanda yang dipimpin Komandan Van der Velde berusaha menumpas perlawanan Pangeran Antasari dengan memanfaatkan Surapati.

Surapati setuju bekerja sama, tetapi itu merupakan siasatnya agar bisa memukul balik Belanda yang berusaha menjatuhkan Antasari.

Adu domba Belanda nyatanya tidak berhasil karena pertempuran pecah di atas Kapal Onrust.

Salah seorang pengikut Surapati pun membuka keran air di ruang kapal hingga akhirnya kapal canggih itu tenggelam.

Sebelum ditenggelamkan Tumenggung Surapati melepaskan meriam-meriam yang ada di kapal dan menyita berbagai persenjataan untuk memperkuat perjuangan mereka.

Van der Velde dan puluhan anak buahnya menjadi korban dalam peperangan tersebut.

Besarnya kerugian jiwa dan material akibat tenggelamnya Kapal Onrust kemudian diperingati pemerintah Belanda sebagai Hari Berkabung Nasional pada 1 Januari 1860.

Bangkai Kapal Onrust pada 2019.
info gambar

Sementara di pihak Surapati dan Antasari, perjuangan mereka memperlihatkan hal nyata pada Belanda bahwa uang yang ditawarkan tidak mampu memutus hubungan keluarga demi kekuasaan.

Bangkai Kapal Onrust masih berada di Sungai Barito dan beberapa kali bisa dilihat dengan mata telanjang ketika air sedang surut.

Salah satunya pada 2019, sisa-sisa Kapal Onrust yang terbuat dari pelat dan baja dinyatakan masih cukup baik dan karatnya tidak terlalu parah meski sudah tenggelam ratusan tahun.

---

Referensi: Kebudayaan.Kemdikbud.go.id | Antara | Hartatik, "Penelitian dan Pengembangan Situs Arkeologi Bawah Air di Kalimantan"

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini