Adu Kuat 5 Startup Terbesar di Asia Tenggara, Siapa Juaranya?

Adu Kuat 5 Startup Terbesar di Asia Tenggara, Siapa Juaranya?
info gambar utama

Apakah Kawan GNFI mengamati, belakangan ini jumlah perusahaan rintisan (startup) yang bermunculan semakin banyak? Perkembangan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting mengapa kian banyak startup yang bermunculan khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Beberapa bulan yang lalu, perusahaan intelijen pasar dan investasi CB Insights, merilis daftar valuasi perusahaan rintisan (startup) yang masuk kategori unicorn di dunia bertajuk “The Global Unicorn Club”. Perusahaan rintisan diberi status kuda bertanduk satu alias unicorn jika sudah mencapai valuasi 1 miliar dolar AS Dengan asumsi kurs USD1 = Rp14.000 maka valuasi sebuah unicorn mencapai Rp14 triliun.

Akhir tahun 2020, menurut CB Insights, ada lebih dari 490 unicorn di seluruh dunia dengan perkiraan total valuasi 1,5 triliun dolar AS. Di antara unicorn tersebut, ada yang sudah berstatus decacorn, yakni valuasi mencapai 10 miliar dolar AS, dan hectocorn, dengan valuasi 100 miliar dolar AS.

Asia Tenggara menjadi sorotan karena menjadi salah satu lumbung unicorn. Bahkan, dua dari sekian banyak perusahaan rintisan yang ada di kawasan tersebut sudah berstatus Decacorn.

Lantas, mana saja startup terbesar di Asia Tenggara? Berikut 5 startup terbesar di Asia Tenggara berdasarkan nilai/kekuatan valuasinya.

1. Grab (USD14,3 miliar)

Grab berhasil menjuarai peringkat startup di Asia Tenggara berdasarkan nilai valuasinya. Perusahaan yang bermarkas di Singapura ini memiliki valuasi sebesar $14,3 miliar, nominal tersebut diprediksi akan terus meningkat seiring pelebaran usaha yang dilakukan manajemen Grab.

Berawal dari layanan transportasi, perusahaan tersebut kini telah mempunyai layanan lain seperti pengantaran makanan dan pembayaran yang bisa diakses lewat aplikasi mobile. Saat ini, Grab telah beroperasi di Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja.

2. Gojek (USD10 miliar)

Gojek menempati peringkat kedua sebagai startup dengan valuasi terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan yang menyediakan layanan transportasi online ini mencatatkan valuasi sebesar 10 miliar dolar AS. Nominal tersebut menjadikan Gojek sebagai startup decacorn satu-satunya dan yang pertama di pertama Indonesia.

Sejauh ini, Gojek menjadi saingan terberat Grab dalam memperebutkan takhta startup terbesar di Asia Tenggara. Rumor yang beredar, kedua aplikasi terebut dinyatakan siap merger, meskipun masih dibayangi berbagai pertimbangan.

3. Tokopedia (USD7 miliar)

Tokpedia berhasil menembus peringkat ke-3 sekaligus menjadikannya e-commerce dengan valuasi terbesar di Asia Tenggara. Nilai valuasi Tokopedia pada 2020 mencapai 7 miliar dolar AS. Angka itu terus meningkat seiring berkembangnya kebiasaan belanja online di kalangan masyarakat. Rencana IPO di tahun depan juga diprediksi mampu menaikan kelas tokped, dari unicorn menuju decacorn.

4. HyalRoute (USD3,5 miliar)

HyalRoute merupakan penyedia jaringan komunikasi fiber di negara berkembang Asia. Mengutip laman resminya, Hyalroute merancang, membangun, dan mengoperasikan platform jaringan serat kepada pelanggan-pelanggannya. Startup yang berbasis di Singapura ini memiliki valuasi senilai USD3,5 miliar.

5. Traveloka (USD3 miliar)

Peringkat kelima diisi oleh Traveloka. Startup yang menyediakan layanan pemesanan tiket transportasi, travel hingga akomodasi secara online ini berhasil mencatatkan nilai valuasi sebesar 3 miliar dolar AS. Angka tersebut menjadikannya sebagai startup berbasis penyedia layanan teraveling terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini