Kesungguhan Bali Menerapkan Protokol Kesehatan

Kesungguhan Bali Menerapkan Protokol Kesehatan
info gambar utama

Memang sulit menikmati liburan di masa pandemi. Namun, jika kita percaya pada sains yang sudah mempelajari virus Covid-19, serta kebutuhan akan hati yang gembira sebagai peningkat imunitas, maka opsi menikmati liburan di masa pandemi bukanlah sesuatu yang tabu. Tentu saja perlu sangat berhati-hati, menjaga diri agar tidak terekspos, serta menaati peraturan pemerintah.

Salah satu contoh positif adalah usaha warga Bali dalam menerapkan protokol kesehatan. Pulau Bali paling merasakan betapa pahitnya hantaman ekonomi akibat anjloknya kedatangan turis, seperti banyak restoran yang tutup, toko suvenir sepanjang Seminyak kini gelap gulita di malam hari, dan hotel-hotel yang berusaha meroperasi minimal demi menjaga periuk nafkah karyawannya. Tidak mudah, namun warga Bali melaluinya dengan gagah berani. Tak heran, kalau semangat "puputan margarana" terus berkobar di sini.

Salah satu contohnya adalah kegigihan Bali menerapkan protokol kesehatan. Sepanjang perjalanan berkendara dari Jawa ke Pulau Bali, bahkan desa-desa kecil di Jembrana dan negara menerapkan protokol, bermasker, dan banyak spanduk kesadaran akan Covid-19. Dan ketika kita sampai di kawasan wisatanya, kepedulian ini bahkan lebih tinggi lagi.

Wastafel di Bali Zoo
info gambar

Penyesuaian infrastruktur karena kebutuhan protokol kesehatan dilakukan secara sistemik, masif, dan terstruktur. Tiba-tiba di mana-mana muncul wastafel, dengan berbagai bentuk dan desain yang cantik. Dari batu, dari kayu, semuanya punya air mengalir dan sabun yang cukup. Warga Bali yang kesadaran estetikanya tinggi, rupanya tidak menerima konsep "wastafel berbentuk drum yang dilubangi" seperti propinsi lainnya.

Jika tidak dipahat dalam batu, dibuat menempel ke sudut sehingga tidak mengganggu pemandangan. Saya membayangkan, tidaklah mudah menyambung pipa memastikan airnya mengalir. Tapi, inilah usaha Bali untuk kesehatan tamunya.

"Pak, tolong dipakai maskernya dan cuci tangan," kata petugas setiap kali tiba di tempat wisata. Selain wastafel, beberapa lokasi makan yang sempit memasang kipas di langit-langit, untuk memperbaiki aliran udara. Lalu semua karyawan menggunakan face mask atau masker.

Ada satu lagi yang patut diacungi jempol, yaitu egigihan melakukan sanitasi. Penyemprotan dengan desinfektan, dilakukan di setiap bus yang beroperasi, misalnya di Bali Zoo. Bahkan di sini, gagang pintu ditambah dengan satu struktur besi di bawah sehingga semua pintu sampai pintu toilet bisa dibuka dengan kaki.

Sebuah usaha yang luar biasa, satu-persatu melas pintu demi protokol kesehatan, dan semuanya ini dilakukan dengan masif padahal dalam kondisi keuangan yang sedang minus. Hebat!

Tak heran, ketika warga dunia bisa lagi mengunjungi Bali, pulau kesayangan Indonesia ini pastilah menjadi tujuan utama turis mancanegara. Bukan hanya karena keindahan alam dan budayanya, melainkan karena kesungguhannya dalam menerapkan protokol kesehatan. Bali indah, Bali bagus, dan Bali sehat.*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini