Mengenal 5 Tas Tradisional Indonesia dari Berbagai Suku

Mengenal 5 Tas Tradisional Indonesia dari Berbagai Suku
info gambar utama

Keindahan budaya Indonesia tak hanya ditemukan dalam wujud pakaian saja, tetapi juga diaplikasikan menjadi sebuah tas suku asli Indonesia yang berupa rajutan, anyaman, juga tenunan.

Jangan salah! Tas suku ini mampu menyita perhatian para desainer aksesoris dan fashionista karena desainnya yang unik, artsy, dan juga mencerminkan kebudayaan Indonesia. Kawan bisa memanfaatkan tas suku ini untuk digunakan kala berpergian, OOTD, hingga berbelanja. Penasaran seperti apa keindahan tas-tas suku tersebut? Yuk, simak artikel berikut ini.

1. Noken

Noken | Foto: Wikipedia
info gambar

Tas tradisional dari Papua yang masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO ini terbuat dari serat kulit kayu pohon Manduam dan pohon Nawa (Anggrek hutan). Noken sebagai wadah untuk membawa barang bawaan memiliki filosofi sebagai simbol kehidupan yang baik, perdamaian, serta kesuburan bagi masyarakat Papua. Uniknya, tidak seperti tas biasa yang disangkutkan ke bahu, tas ini dipakai dengan cara disangkutkan di kepala sementara bagian kantungnya menjuntai ke punggung.

Tenang saja, Kawan enggak mesti mengikuti cara membawa noken seperti masyarakat Papua, kok! Tas ini cocok banget untuk digunakan sebagai reusable bag saat berbelanja karena sifatnya yang sangat kuat dan muat banyak barang. Harganya sendiri bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000 saja.

2. Anjat

Foto by @eastkalimantan on Twitter.com
info gambar

Anjat merupakan tas kerajinan anyaman dari kulit rotan berbentuk tabung yang dipakai seperti tas punggung dari Suku Dayak di Kalimantan Timur. Di sana, tas ini dipakai untuk menaruh perbekalan ketika berburu atau berkebun.

Selain anjat, ada juga tas rotan bentuk jinjing dan bakul serta tas suku manik-manik dari Suku Dayak yang sangat cantik. Semua variasi tas ini bisa Kawan gunakan untuk pergi hangout, ke pantai, serta untuk tas belanja pengganti kantong plastik.

3. Koja

TAS KOJA KHAS SUKU BADUY LEBAK BANTEN | Foto: Docplayer.info
info gambar

Ini dia satu lagi tas suku khas Indonesia yang bisa Kawan pakai sebagai pengganti totebag biasa saat berbelanja. Tas koja dari Suku Baduy terbuat dari kulit pohon teureup yang dikeringkan, dibelah kecil-kecil, kemudian dianyam menjadi benang.

Selanjutnya benang-benang itu dirajut menjadi tas koja. Biasanya Suku Baduy menggunakan tas ini untuk mengangkut alat-alat pertanian atau membawa perlengkapan saat bepergian. Harga tas ini bervariasi tergantung dari ukurannya, yakni Rp45.000 sampai Rp100.000 untuk satu tas.

4. Sepu

Tas Sepu | Foto: Bukalapak
info gambar

Tas suku dari Suku Toraja ini biasanya digunakan oleh perempuan Toraja untuk mengikuti pesta adat Rambu Tuka' (Perkawinan), Rambu Solo' (Kematian), dan Ma'rara Banua (Syukuran rumah). Biasanya, tas berbahan serat alam dan kain tenun ini digunakan secara sepasang dengan baju adat Toraja.

Kini, tas sepu sudah menjadi salah satu suvenir khas Toraja yang banyak dicari oleh turis-turis dengan harga sekitar Rp400.000. Berkat desainnya yang memiliki corak warna-warni, Kawan bisa gunakan tas sepu saat bersantai, jalan-jalan atau berlibur sekalipun.

5. Tas Tenun

Foto by @lombokku on Instagram
info gambar

Tak hanya memiliki destinasi wisata dengan panorama yang luar biasa indah, di Lombok, Nusa Tenggara Barat juga terkenal dengan kreasi tas suku tenun dan tas rotan sebagai oleh-oleh khas Lombok yang wajib kamu beli. Tas tenun Lombok terbuat dari kain tenun Lombok yang dibentuk menjadi tas selempang berukuran kecil hingga besar serta ada hiasan rumbai pendek pada bagian bawah tas. Paduan variasi motif tenun dan warnanya tampak sangat cantik.

Pasti Kawan familiar, deh, dengan tas berbentuk bulat dan persegi panjang yang juga banyak ditemukan di Bali ini. Awal pembuatan tas rotan Lombok terinspirasi dari tempat menyimpan perhiasan leluhur di NTB yang bentuknya bulat saja.

Kemudian, seorang perajin ketak atau sejenis tanaman paku mempunyai ide untuk memasangkan kain pelapis di dalamnya serta diberi tali kulit dan pengait. Tas seharga Rp145.000 ini bahkan sudah diekspor hingga ke Brasil, Australia, dan Amerika Serikat. Selain itu, tas tenun juga sering dijadikan souvenir pada sebuah acara seminar. Tas seminar yang terbuat dari tenun ini telah memiliki banyak penggemar dan ulasan positif dari berbagai jenis peserta seminar, mulai dari kalangan pelajar, hingga pebisnis.

Nah, Kawan, itulah ragam tas tradisional yang sering Kawan temui. Tas-tas di atas merupakan tas khas dari berbagai suku yang ada di Indonesia. Tidak kalah dengan tas buatan mancanegara, tas tersebut juga memiliki fungsi dan yang unik, ya. Yuk, bangga dengan produk buatan Indonesia!*

Sumber: Beautynesia.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini