Kehadiran Gerai Es Krim Legendaris yang Tak Lekang oleh Waktu

Kehadiran Gerai Es Krim Legendaris yang Tak Lekang oleh Waktu
info gambar utama

Siapa tak suka es krim? Hidangan penutup ini digemari berbagai kalangan karena rasanya yang manis dan dingin. Berbagai inovasi membuat sajian es krim kaya akan citarasa. Meski demikian, kehadiran beberapa gerai es krim legendaris justru tak lekang oleh waktu dan masih diburu para penikmat es krim.

Penasaran seperti apa rasa es krim klasik? Yuk, berkunjung ke gerai es krim berikut.

1. Toko Oen

Toko Oen © Pepnews.com
info gambar

Sekitar tahun 1910, Ny. Liem Gien Nio (Oma Oen) mendirikan sebuah toko kue kering di Yogyakarta. Nama toko ini diambil dari nama suaminya, Oen Tjoen Hok (Opa Oen). Kian berkembang, toko kue ini pun menambah fasilitas gerai es krim dan restoran

Sempat membuka cabang di Malang dan Jakarta (yang saat itu bernama batavia). Namun, cabang Jakarta harus ditutup pada tahun 1973. Lalu, Opa Oen kembali membuka cabang di Jalan Pemuda No. 52, Semarang sekitar tahun 1936. Hingga saat ini, hanya tersisa cabang Semarang yang masih memegang resep asli Oma Oen.

Keberadaannya sejak lama, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka, menjadikan Toko Oen sebagai gerai es krim tertua di Indonesia. Dahulu, toko ini merupakan tempat berkumpul para meneer dan sosialita bangsawan Belanda. Resep gerai ini pun mengikuti cita rasa dapur Indonesia, Cina, dan Belanda.

Di Toko Oen, Kawan bisa menikmati es krim lembut rasa autentik dengan suasana masa lampau. Para pelayan juga mengenakan pakaian klasik tempo dulu. Tidak hanya menyajikan es krim sebagai menu utama, tetapi ada pula menu makanan dan minuman ala barat, oriental, dan Indonesia.

2. Tjan Njan (Tjanang)

Tjan Njan © news.detik.com
info gambar

Selanjutnya ada Tjan Njan, gerai es krim legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1950-an. Meski sempat tutup, tetapi kembali buka dan bertahan sampai sekarang. Tjan Njan juga sempat mengubah nama menjadi Tjanang, mengikuti anjuran pemerintah untuk tak memakai nama berbau Tionghoa .

Gerai di kawasan Jakarta ini tak terpengaruh oleh tren es krim masa kini yang cenderung bertekstur lembut dan rasa kekinian. Tjan Njan tetap berani mempertahankan ciri khas tekstur es krim sorbet rasa tempo dulu. Varian rasa andalan di sini adalah es krim kopyor dan durian.

Presiden Sukarno bahkan berlangganan es krim dari gerai ini. Tak jarang Tjan Njan menerima pesanan istimewa untuk sajian kenegaraan seperti menjamu peserta Games of the New Emerging Forces atau Ganefo pada 1963. Presiden Sukarno pun rutin membeli es krim Tjan Njan untuk dinikmati bersama keluarga.

Selama bertahun-tahun pula, keluarga Presiden Soeharto masih sering memesan es krim buatan gerai ini. Terutama untuk acara ulang tahun anak dan cucunya. Rasa es krim ini memang sulit dilupakan dan membekas di lidah!

Sejak tahun 1991, pendiri es krim Tjan Njan memutuskan untuk menutup gerai. Namun, keberadaan es krim tetap bertahan, sang anak masih mendistribusikan es krimnya di beberapa rumah makan daerah Cikini, salah satunya di Jl. Cikini Raya No. 48-50, Cikini, Jakarta.

3. Es Krim Tip Top

Es Krim Tip Top © Pinterest: Sugimin Tukijan
info gambar

Tak kalah legendrasi, Tip Top telah beroperasi pada tahun 1929. Awalnya gerai ini memiliki nama Jangkie, tetapi di tahun 1936 namanya berganti menjadi Tip Top. Kawan bisa menemukannya di Jalan Jendral Ahmad Yani No. 92, Medan Barat, Sumatera Utara.

Bangunan gerai ini tua tetapi terawat, semuanya bernuansa lawas, mulai dari etalase, kursi dan meja makan. Saat menyantap sajian di sini, Kawan seolah diajak bernostalgia ke suasana Medan tahun 30-an.

Tip Top senantiasa menjaga kualitas serta cita rasa yang telah dimiliki, karenanya eskrim di sini dibuat dengan resep tradisional turun temurun dan masih memakai mesin zaman Belanda. Dengan begitu, cita rasa dari es krim masih terasa khas.

Produk es krim buatan rumahnya lebih bersalju, padat, dan tidak mudah cair walaupun didiamkan cukup lama. Dalam pembuatannya, Tip Top tidak menambahkan bahan pengawet apapun. Varian rasa klasiknya ada vanilla, cokelat, tutty frutti hingga Ystaart, Moorkop, dan Donauwellen Ice.

Tertarik mencicipinya? Jangan datang sendiri, alangkah lebih baik jika Kawan mengajak kakek, nenek, dan orang tua. Tak hanya menciptakan kebersamaan dengan keluarga, mungkin juga mampu membangkitkan kenangan masa lalu mereka yang indah. (RIF)

Referensi:detikFood | Qraved | Toko Oen | detikNews | Ksmtour

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini