Mengenal Anjing Kintamani, Ras Endemik Bali yang Diakui Dunia

Mengenal Anjing Kintamani, Ras Endemik Bali yang Diakui Dunia
info gambar utama

Jepang memiliki Shiba Inu dan Akita Inu yang menjadi ras anjing endemik kebanggaannya. Kedua ras itu bahkan diminati oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Bahkan di sisi terdingin dunia, ada ras anjing Alaskan Malamute yang telah diakui sebagai anjing resmi Alaska karena kontribusinya yang besar sepanjang sejarah perkembangan di wilayah bersalju.

Dengan keragaman hayatinya yang begitu kaya, apakah Indonesia juga memilki ras anjing khas? Jawabannya, ada! Indonesia memiliki ras anjing Kintamani endemik. Bahkan, anjing Kintamani telah menjadi ras pertama dan satu-satunya yang mendapat pengakuan organisasi internasional.

Ialah the Fédération Cynologique Internationale (FCI), sebuah federasi kennel club internasional yang secara resmi mengakui bahwa anjing Kintamani merupakan ras anjing asli Indonesia. Dengan ini, Kintamani dapat diikutsertakan dalam kompetisi dan pertunjukkan anjing internasional. Seperti apa sejarah, ciri khas, dan karakter anjing lucu ini? Mari kita bahas.

Sejarah dan Silsilah Ras Anjing Kintamani

Anjing Kintamani berasal dari desa Sukawana, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Daerah itu adalah wilayah pegunungan yang dikelilingi hutan dan gunung vulkanik. Ras ini muncul secara alamiah dan bukan dari hasil kawin silang atau pengembangbiakkan yang sengaja dilakukan manusia.

Puja dkk. (2005) dalam jurnal yang berjudul The Kintamani dog: genetic profile of an emerging breed from Bali, Indonesia mengatakan bahwa anjing Kintamani sangat erat silsilahnya dengan ras Dingo Australia. Dulu, Kintamani adalah anjing liar yang sering keluyuran di jalanan Pulau Bali. Seiring berjalannya waktu, banyak warga Pulau Dewata yang memelihara Kintamani sebagai anjing penjaga.

Wikimedia Commons

Temperamen Anjing Kintamani

Sebagai anjing gunung yang terbiasa berkeliaran bebas, Kintamani memiliki insting kuat untuk melindungi wilayahnya. Ia tidak akan membiarkan anjing atau manusia yang tidak dikenalnya untuk memasuk wilaya kekuasaannya.

Di satu sisi, sifat ini memang menjadikan Kintamani sangat ideal untuk menjaga rumah atau ladang. Namun jika tidak dilatih dengan baik, insting Kintamani sebagai penjaga dapat mendorongnya menjadi agresif dan over protective.

Meski begitu, tidak butuh waktu lama bagi anjing Kintamani untuk memiliki ikatan kuat dengan keluarga yang menyayanginya. Sebagai balasan, Kintamani akan mengabdi dengan setia, menemani, dan melindungi keluarganya meski harus bertaruh nyawa.

Anjing Kintamani memiliki keberanian yang luar biasa dan kadang membuat manusia atau anjing lain terancam. Tak seperti anjing Golden Retriever atau Poodle yang senang menempel dengan tuannya, anjing Kintamani cenderung lebih independen. Karenanya kita harus tetap tenang, sabar, dan pantang menyerah saat melatih anjing Kintamani.

USS Feed

Ciri Fisik Ras Anjing Kintamani

Sepintas, anjing Kintamani mirip dengan ras Samoyed karena warna putih bersih bulunya yang khas. Namun, Samoyed lebih tinggi dan terlihat lebih mirip dengan serigala. Sementara itu, Kintamani memiliki wajah yang lucu menggemaskan sekaligus kokoh dan enerjik. Berikut ini ciri-ciri fisiknya.

Karakteristik Kepala dan Leher

Anjing Kintamani memiliki fitur dahi dan wajah yang cukup lebar. Lehernya kuat dan berotot. Ukuran moncongnya dapat dikatakan proporsional dengan ukuran kepalanya.

Karakteristik Mata dan Hidung

Bentuk mata anjing Kintamani mirip dengan kacang kenari berukuran sedang. Kornea matanya umum berwarna cokelat atau hitam.

Warna ujung hidungnya berbeda-beda tergantung pada warna bulu. Pada anjing Kintamani berwarna bulu putih, umumnya hidungnya berwarna cokelat atau hitam.

Sementara pada Kintamani yang berwarna bulu gelap (hitam atau coklat), hidungya berwarna hitam, cokelat, atau abu-abu. Warna hidung ini juga bisa memudar seiring dengan bertambahnya usia si Kintamani.

Telinga

Panjang telinga anjing Kintamani seringkali hampir sama dengan jarak antara pangkal telinga bagian dalam ke area mata bagian luar.

Sementara bentuknya seperti segitiga runcing. Pada anjing Kintamani berwarna bulu putih, bagian pinggir telinganya berwarna cokelat muda.

Selain tebal dan kuat, telinga anjing Kintamani umumnya tegak dan menghadap ke depan.

Tubuh dan Ekor

Tubuh anjing Kintamani terasa padat dengan bagian punggung datar. Salah satu fitur khas dari anjing Kintamani adalah rambut krah yang berada di titik tertinggi dari punggung. Rambut itu disebut badong oleh warga Bali.

Bagian ekor anjing Kintamani umumnya berbentuk melengkung ke arah atas atau disebut juga sebagai full curled.

Setelah mengenal anjing Kintamani khas Indonesia ini, apakah Kawan tertarik untuk menjadikannya sahabat sejati? Jika iya, usahakan untuk mengadopsi ketimbang membeli dari breeder agar kawan bisa membantu kehidupan anjing yang terlantar di luar sana.*

Referensi: The Jakarta Post | Pettoto | Puja IK, Irion DN, Schaffer AL, Pedersen NC (2005). "The Kintamani dog: genetic profile of an emerging breed from Bali, Indonesia"

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini