Sentra Tenun Ikat Lepo Lorun, Misi Pelestarian Budaya Tenun Ikat

Sentra Tenun Ikat Lepo Lorun, Misi Pelestarian Budaya Tenun Ikat
info gambar utama

Saat berlibur ke Flores, pastikan destinasi wisata budaya Sentra Tenun Ikat Lepo Lorun (STILL) sudah masuk dalam daftar kunjunganmu. Diprakarsai oleh Alfonsa Horeng, perempuan asli Sikka dan diresmikan pada 24 Mei 2004. Lepo Lorun berarti rumah tenun, lokasinya berada di Jl. Soverdi Kav.1-15, Kabupaten Sikka, Kota Maumere, Pulau Flores NTT.

Melihat berkurangnya penenun karena modernisasi, sentra ini hadir membawa misi pelestarian budaya tenun ikat dan pemberdayaan para wanita lokal. Jadi, tak sekadar pabrik pembuatan tenun ikat. Lebih dari itu, bertujuan untuk mempertahankan budaya turun-temurun warisan leluhur serta mengenalkan tenun ikat Flores ke luar daerah hingga luar negeri.

Di awal kedatangan, para pengunjung disambut dengan tarian. Kawan akan mendapat pengalaman bermakna melihat demo dan mendengar penjelasan proses pembuatan tenun ikat. Proses pembuatannya begitu mendetil, serba manual, dan butuh waktu lama.

Pengerjaan desainnya dengan teknik ikat atau tie dye, mengikat benang sesuai pola motifnya. Karenanya, hasil kain dari proses ini disebut tenun ikat. Proses pewarnaannya masih memakai bahan-bahan alami yang didapat dari kayu pohon hepang, kunyit, dadap, serep, kulit tanaman mengkudu, dan kulit pohon mangga.

Hasil Kain Tenun © Indonesiakaya.com
info gambar

Kain tenun menjadi identitas suku, biasanya digunakan untuk belis, persembahan adat, dan hubungan kekerabatan. Bagi pemerhati wastra Nusantara, pasti sudah paham bahwa tenun ikat Flores memiliki nilai dan mutu tinggi. Jadi, tak heran bila harganya cukup mahal karena sebanding dengan kualitas kain.

Setelah usai, pengunjung dapat melihat galeri pameran koleksi kain tenun. Ada pula toko yang menjajakan aneka cinderamata berbahan tenun ikat motif khas Sikka, mulai dari kain utuh, selendang, tas, baju, dompet, bandana, sepatu, dan lainnya. Pengunjung diperbolehkan belajar mencoba proses menenun atau berfoto dengan memakai kain tenun.

Lepo Lorun bahkan menyediakan sewa homestay kepada para wisatawan. Biasanya, wisatawan asing akan menginap selama berminggu-minggu sekaligus mengambil paket belajar menenun. Bentuk bangunan dan suasana tradisional dan alami menjadi daya tarik bagi wisatawan asing.

Awalnya, sentra industri ini hanyalah proyek "iseng" semata. Namun, Alfonsa menggarap dengan lebih serius setelah melihat usaha dan ketekunan ibu-ibu yang diajak bergabung mengerjakan proyek. Uniknya, tradisi menetapkan hanya perempuan yang boleh menjadi penenun atau seniwati di Lepo Lorun.

Seniwati, Para Penenun di Lepo Lorun © Indonesiakaya.com
info gambar

Sentra ini mengusung pariwisata berkelanjutan, harapannya agar turis memiliki kesadaran terhadap pariwisata bertanggung jawab. Alfonsa selalu menggaungkan isu lingkungan, sosial, dan budaya. Kawan dapat melihat bukti nyatanya, yakni pemanfaatan lahan untuk menanam kapas dan tumbuhan pewarna alam.

Di tahun 2017 lalu, Lepo Lorun berhasil memikat masyarakat Amerika di ajang Tribal & TekstilArt Show di San Francisco. Ajang ini merupakan pameran terkemuka Tribal Art Fair yang menampilkan karya seni dan budaya suku penduduk asli dari beberapa negara seperti Amerika, Asia, Oceania, Polynesia, Timur Tengah dan Afrika.

Sudah seharusnya mulai ikut berkontribusi melestarikan barang seni dan membantu menyebarkan keistimewaan tenun ikat ini. Kawan bisa mendukung produk lokal, menghidupi para penenun, serta menjaga jati diri bangsa dengan memakai batik atau tenun. Jika berkunjung ke Lepo Lorun, pastikan Kawan membeli kain tenun ikat Flores dari sini, ya. (RIF)

Referensi:Indonesia Kaya | Tren Asia | Itjeher | My Trip

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini