Kisah Pantai Tlangoh, Kawasan Wisata Baru yang Lahir di Tengah Pandemi

Kisah Pantai Tlangoh, Kawasan Wisata Baru yang Lahir di Tengah Pandemi
info gambar utama

Dulu, pantai ini juga terkenal di tengah masyarakat. Pantai ini dikenal memiliki ‘’kekuatan’’ yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Berbondong-bondong masyarakat sekitar pantai, maupun yang jauh dari daerah Bangkalan, Jawa Timur datang ke sini.

Mereka yang punya penyakit gatal-gatal hingga stroke datang ke sini untuk menyembuhkan penyakit mereka dengan cara merendamkan diri. Untuk mendapatkan khasiat penyembuhan secara maksimal, mereka yang ingin sembuh biasanya berendam sejak pagi buta hingga matahari terbenam.

‘’Mereka baru boleh mandi air tawar setelah air hasil berendam menguap tuntas atau bersih,’’ ungkap Kepala Desa Tlangoh, Kudrotul Hidayat, dikutip Detik.com pada 5 Januari 2021 lalu saat kawasan wisata Pantai Tlangoh di resmikan.

Namun sayang, kepopuleran Pantai Tlangoh yang dahulu malah tidak memberikan banyak manfaat, bahkan pantai ini dipenuhi sampah akibat pengunjung yang tidak bertanggung jawab serta tidak adanya pemeliharaan berkala. Ini karena memang tidak ada yang mengelola.

Kepopuleran Pantai Tlangoh juga dinilai tidak bisa membangkitkan perekonomian warga. Tidak ada pengelolaan memang membuat banyak ‘’pasien-pasien’’ datang dengan gratis, namun manfaatnya hanya bisa dirasakan oleh mereka yang berobat.

Sudah dipenuhi sampah, tidak terawatt, tidak mendatangkan manfaat secara luas, masyarakat setempat ingin membuat nasib Pantai Tlangoh menjadi tempat wisata. Karena itulah Kudrotul bersama-sama pemuda-pemudi yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), didukung oleh Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) ingin mengubah pantai yang kumuh itu menjadi destinasi wisata keluarga andalan.

Tempat wisata yang bersih, aman, nyaman, tak lupa banyak spot untuk berswafoto, ditambah pemandangan keriangan anak-anak bermain air dan pasir di pinggir pantai saat matahari terbenam. Hingga pada akhirnya usaha itu pun membuahkan hasil.

Tempat Wisata yang Lahir di Tengah Pandemi

Sepertinya khasiat Pantai Tlangoh untuk menyembuhkan berbagai penyakit itu tidak berlaku untuk penyakit yang disebabkan oleh virus Covid-19. Pasalnya, di tengah pandemi tempat ini memang menjadi sepi tapi itu dijadikan waktu yang tempat bagi Kudrotul dan pemuda Pokdarwis untuk membenahi Pantai Tlangoh.

Proyek pembenahan Pantai Tlangoh untuk dijadikan wisata keluarga sudah dimulai di awal tahun 2020 dan baru dibuka sekitar bulan Mei. Kala itu memang masih di tengah-tengah pandemi Covid-19. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, semangat anak-anak muda di Desa Tlangoh membuat pembenahan Pantai Tlangoh berjalan sesuai rencana.

Pantai berpasir putih yang membentah sepanjang hampir dua kilometer itu kini sudah terlihat bersih. Dari kejauhan beberapa sudut sudah dihiasi aneka hiasan untuk mendukung kebutuhan dokumentasi swafoto para pengunjung. Puluhan payung berwarna-warni membuat suasana santai di Pantai Tlangoh semakin terasa.

Tak hanya itu, Pantai Tlangoh juga sudah difasilitasi tempat mandi bagi mereka yang berendam atau berenang. Kalau lapar, sudah ada sekitar 30 warung makan dan minum yang siap melayani pengunjung.

Kalau sudah hari libur tiba, apalagi di tengah kepenatan akibat pembatasan sosial di tengah masyarakat karena pandemi, Pantai Tlangoh sudah mulai dikunjungi wisatawan dari pukul 06.00 pagi. Suasana akan semakin ramai hingga pukul 22.00.

Bagi keluarga yang membawa anak-anaknya, selain bermain pasri pantai, mereka juga akan dimanjakan permainan air hingga sepeda motor pantai.

‘’Konsepnya memang wisata keluarga. Jadi ibu dan bapak datang bersama anak-anak atau bahkan keluarga besar. Anak-anak bebas bermain, orang tua mengawasi dan menikmati,’’ kata Kudrotul. ‘’Boleh datang bawa pacar, tapi jangan macam-macam,’’ tambahnya.

Untuk menambah kenyamanan dan keamanan, pengelola Pantai Tlangoh pun membentuk Penjaga Pantai. Mereka inilah yang memiliki tugas paling krusial di Pantai Tlangoh. Selain mengawasi agar pengunjung menjaga keamanan dan kebersihan, mereka juga akan menolong jika ada insiden yang menimpa pengunjung.

Termasuk memastikan tidak ada yang berbuat tak senonoh di Pantai Tlangoh. ‘’Kami punya petugas Penjaga Pantai yang mengawasi perilaku pengunjung,’’ tegas Kudrotul.

Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Tlangoh

Kini Pantai Tlangoh mungkin telah kehilangan identitas sebagai pantai yang memiliki khasiat menyembuhkan penyakit badan, tapi Pantai Tlangoh sudah menjadi tempat yang dapat menyembuhkan kepenatan batin. Setiap pengunjung bisa menikmati deburan angin pantai, sambil melihat anak-anak bermain pasir, serta menikmati kudapan sederhana namun istimewa di tempat makan yang tersedia.

Pembenahan Pantai Tlangoh tidak akan berhenti sampai di situ. Kudrotul mengatakan, ‘’Kami masih menabung untuk menambah wahana foto selfie dan mengembangkan permainan laut seperti parasailing, banana boat, dan sejenisnya.’’

Meski begitu, hingga artikel ini ditulis, setidaknya sudah ada 100 warga Desa Tlangoh yang hidup dari tempat wisata ini. Mereka memiliki profesi yang menghasilkan mulai dari Penjaga Pantai, petugas kebersihan, penjaga parkir, penjaga pintu masuk, penjual tiket, penjaga toilet, pemilik warung, hingga penjaga warung.

Para pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis pun memiliki profesi tak kalah penting, yaitu sebagai pemandu wisata.

Nantinya PHE WMO juga akan menbenahi beberapa pantai-pantai lain di pesisir utara Bangkalan. Masih ada Pantai Pandela Lajing, Pantai Tengket Sepulu, dan Pantai Biru Telagabiru. Posisi pantai-pantai ini diketahui berjejer dalam satu jalur yang nantinya akan membentang titik-titik tempat wisata yang dapat memberdayakan masyarakat setempat.

Kawan GNFI ada yang sudah menikmati sunset di Pantai Tlangoh?

--

Sumber: Detik.com | WartaEkonomi.co.id | JPNN.com | Liputan6.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini