Sejarah Hari Ini (9 Januari 1949) - Gerilyawan Indonesia Serbu Hotel Merdeka

Sejarah Hari Ini (9 Januari 1949) - Gerilyawan Indonesia Serbu Hotel Merdeka
info gambar utama

Mendiang George McTurnan Kahin, profesor sejarah Universitas Cornell, Amerika Serikat, menjadi saksi mata perjuangan gerilyawan Indonesia saat menyerbu Hotel Merdeka (sekarang Hotel Grand Inna Malioboro), Yogyakarta, pada 1949.

Pada tahun tersebut Kahin yang berprofesi sebagai jurnalis bertugas memberi kabar mengenai situasi mencekam di Indonesia setelah Agresi Militer II yang dilakukan Belanda terhadap Yogyakarta, ibu kota RI pada saat itu.

Kahin tidak disukai pihak Belanda terutama Regerings Voorlichtings Dienst (kantor pelayanan berita Belanda) karena dianggap menyebar berita bohong tentang Indonesia.

Sempat ditahan di Batavia (Jakarta), Kahin pun akhirnya dibebaskan dan nekat kembali ke Yogyakarta.

Pada 9 Januari 1949, dengan mata kepalanya sendiri, ia menjadi saksi dari penyerbuan gerilyawan Indonesia terhadap Hotel Merdeka yang dihuni pejabat Belanda.

Saat itu satu pejuang republik dari unit Mobil Brigade dan Kebaktian Rakjat Indonesia Sulawesi (KRIS) terjun ke jantung ibu kota Yogyakarta tempat berdirinya Hotel Merdeka.

Hotel Inna Garuda di Jalan Malioboro, Yogyakarta, yang dulunya bernama Hotel Merdeka.
info gambar

"Menjelang malam, sebuah mortir menghantam atap bangunan Toko Oen - di Malioboro - tak jauh dari tempat saya menginap. Kilatan cahayanya sampai ke wajah saya," tulis Kahin, dikutip GNFI dari artikel Majalah Tempo berjudul "Seorang Sahabat Bernama Kahin".

Kahin juga bercerita, kejadian itu terjadi pada malam hari di mana pasukan Indonesia menyerbu lewat pintu belakang Hotel Merdeka.

Menurut penuturannya, selain ledakan mortir juga ada dinamit yang dipasang di bagian belakang hotel dan terdengar pula tembakan senapan mesin yang menembus dinding hotel.

Dalam sebuah artikel koran berbahasa Belanda De Volkrant, 11 Januari 1949, Kahin turut bercerita: "...pasukan Republik melancarkan serangan kekerasan pada Minggu malam di Yogya, yang disambut pihak Belanda dengan beberapa unit kendaraan bermotor dan lapis baja, dan pertempuran dimulai di jalan utama kota. Kantor distribusi Belanda dibakar oleh pihak Republik."

Sebuah artikel berbahasa Belanda yang melaporkan tentang peristiwa 9 Januari 1949 yang disaksikan George Kahin
info gambar

Bahkan, peluru mortir yang dilepaskan mengenai atap toko Terang yang letaknya di seberang Hotel Merdeka.

Dalam beberapa tulisannya, ia menyayangkan peristiwa besar ini jarang atau malah tidak pernah disinggung sekaligus dicatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

---

Referensi: Historia.id | Julius Pour, "Doorstoot naar Djokja: Pertikaian Pemimpin Sipil-Militer" | Majalah Tempo | Masyarakat Sejarawan Indonesia, "Sejarah 9: Pemikiran, Rekonstruksi, Persepsi" | Pramoedya Ananta Toer, "Kronik Revolusi Indonesia Jilid V"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini