Berbahasa Indonesia sebagai Implementasi Bela Negara

Berbahasa Indonesia sebagai Implementasi Bela Negara
info gambar utama

Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki banyak keanekaragaman yaitu budaya, suku bangsa, agama, ras, serta bahasa. Keberagaman bahasa yang dimiliki oleh Indonesia bukan merupakan penghalang bagi bangsanya untuk saling berinteraksi dan tetap bersatu. Berkat keberagaman bahasa daerah yang dimiliki maka dalam Kongres Sumpah Pemuda dikukuhkan bahwa kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, dan sebagai alat pemersatu bangsa.

Bahasa Indonesia semakin kuat kedudukannya mengikuti perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan. Berbagai Kongres Bahasa pun dilakukan untuk menyempurnakan bahasa Indonesia.

Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan terkait penggunaan bahasa Indonesia dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 tentang penggunaan bahasa Indonesia. Regulasi tersebut dapat menumbuhkan semangat bela negara bangsa Indonesia. Mengapa? Karena dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, semangat nasionalisme bangsa Indonesia dapat tumbuh dengan sendirinya.

Dengan mengimplementasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di kehidupan kita sehari-hari dapat menimbulkan rasa bangga yang tumbuh dalam diri kita dan dengan begitu kita telah melaksanakan upaya bela negara. Bentuk pengimplementasian bahasa itu sendiri baik berupa bahasa lisan maupun bahasa tulis.

Seiring perkembangan zaman, muncul banyak bahasa-bahasa daerah baru bahkan bahasa gaul atau prokem yang digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari. Namun, apabila kita menggunakan bahasa daerah atau bahasa gaul pasti akan ada kode-kode atau istilah-istilah baru yang timbul. Adanya istilah-istilah tersebut maka tidak semua orang akan mengerti, hanya segelintir orang atau orang-orang tertentu saja yang mengerti bahasa tersebut. Hal ini dapat mempersulit interaksi dalam berkomunikasi tiap individu.

Jika kita menggunakan bahasa Indonesia, tentu komunikasi dapat mudah dilakukan dengan orang yang berasal dari berbagai suku atau dari kalangan manapun karena bahasa Indonesia adalah bahasa ibu yang merupakan identitas nasional dan telah dipelajari oleh warga Indonesia sejak kecil. Dengan berbahasa Indonesia yang baik dan benar kita dapat mempersatukan bangsa, dan dengan begitu kita telah melaksanakan bela negara. Dalam hal ini dapat kita lihat bahwa bela negara juga bisa kita lakukan melalui hal-hal kecil atau sederhana, contohnya dengan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan norma, sopan, dan santun.

Kita sebagai warga negara Indonesia yang baik harus melaksanakan bela negara, salah satunya dengan bangga mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan kita. Jangan sampai terjadi akibat dari adanya berbagai pengaruh yang masuk dari negara asing yang dapat memudarkan semangat bela negara kita.

Pengaruh asing harus kita saring dengan baik agar tidak mengakibatkan pergeseran penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Contoh dari pergeseran tersebut seperti penggunaan plesetan kata, singkatan, dan lain sebagainya yang tidak sesuai dengan panduan tatanan bahasa Indonesia yang baik dan benar seperti yang dijelaskan didalam PUEBI.

Kita harus mencegah bergesernya eksistensi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari agar di masa yang akan datang, bahasa Indonesia akan tetap dilestarikan dan digunakan oleh para generasi penerus bangsa sebagai bentuk implementasi bela negara.*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini