Pemberdayaan Konselor Sekolah Pada Pengenalan Potensi Belajar Siswa

Pemberdayaan Konselor Sekolah Pada Pengenalan Potensi Belajar Siswa
info gambar utama

Tim Pengabdian bagi masyarakat yang dilaksanakan oleh tiga dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, yaitu ketua tim pelaksana Dr. Eni Fariyatul Fahyuni, M.Pd,I, dibantu anggota lainnya Dr. Yayuk Fauziyah, M.Pd.I dan Ida Rindaningsih, S.Pd, M.Pd mewujudkan kerja nyata dengan bekerja sama pada pemberdayaan konselor bimbingan dan konseling di MTs Darussalam, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo untuk dapat menghasilkan generasi yang berkarakter dengan moral dan prestasi belajar yang baik di sekolah.

Bimbingan dan konseling dalam dunia pendidikan merupakan dua hal yang saling melengkapi. Keduanya merupakan proses yang berjalan secara bersama-sama dan bersinergi untuk mencapai tujuan yang sama. Keberhasilan atau kegagalan program layanan bimbingan dan konseling akan mempengaruhi keberhasilan program pendidikan di sekolah.

Hal ini jelas bahwa bimbingan dan konseling turut memiliki andil dalam membentuk dan memecahkan masalah dalam proses belajar sehingga program pendidikan yang ada di sekolah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Konselor sekolah memiliki tugas dan kewajiban yang erat kaitannya dengan misi pendidikan berkarakter.

Terlihat dari bidang gerak bimbingan dan konseling yang mengoptimalkan pengenalan potensi belajar para siswanya untuk mereka dapat memilih, dan menciptakan strategi belajar efektif di masa mendatang.

Setiap konseling, siswa pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Oleh karenanya konselor sekolah harus dapat menyadari karena tidak mungkin dalam kehidupan tidak mengalami yang namanya permasalahan dan hambatan setiap hari. Di sinilah konselor sekolah berperan sebagai agen of changeeducation untuk membantu konseling siswa dalam mengembangkan kemampuan apa saja dalam diri individu yang dimilikinya.

Melalui bimbingan dan konseling, konselor sekolah dapat membantu siswa mengenalkan potensi yang dimilikinya agar dapat menerima dirinya sendiri dan mampu mengarahkan diri sendiri. Dengan begitu, siswa bisa terbiasa untuk mampu memilih dan memutuskan berbagai pilihan alternatif dengan berbagai macam akibat, atau konsekuensi untuk dapat mendorong konseling siswa menjadi individu dalam meningkatkan dirinya menjadi pribadi yang mandiri.

Kegiatan pengabdian masyarakat terkait sosialisasi program layanan bimbingan dan konseling pada pengenalan potensi diri siswa bertujuan mengatasi kesulitan belajar yang siswa alami selama ini. Adapun beberapa tahapan iptek bagi masyarakat di antaranya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, serta tindak lanjut sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan kemandirian belajar para siswa di sekolah. Pelaksanaan pengabdian bagi masyarakat dilakukan selama 5 bulan terhitung mulai bulan September 2020 hingga Januari 2021.

Tahap pelaksanaan iptek bagi masyarakat merupakan tahapan yang panjang dan membutuhkan waktu yang lama. Hal ini terkait aplikasi alat tes ke siswa dan penilaian membutuhkan waktu serta ketelitian dalam menganalisis, dan merumuskan potensi setiap peserta didiknya. Terdapat 4 alat tes, yakni tes buta warna, tes gaya belajar, tes alat ungkap masalah, dan tes kecerdasan majemuk.

Berikut beberapa analisis dari penerapan alat tes bimbingan dan konseling, salah satunya alat tes ungkap masalah atau yang disingkat dengan AUM diberikan pada 16 siswa kelas VII, VIII dan IX di MTs Darussalam, Kabupaten Sidoarjo terlihat bahwa rata-rata siswa memiliki permasalahan yang tinggi di bidang penyesuaian belajarnya. Maka, berimbas pada keraguan siswa dalam memiliki dan merencanakan masa depannya.

Pada alat tes AUM, terlihat sebagian besar siswa memiliki masalah pribadi yang menyebabkan siswa kurang dan tidak memiliki kepercayaan diri yang baik di sekolah. Masalah pribadi siswa ini luas penyebabnya, seperti faktor keluarga, kondisi ekonomi yang belum stabil, serta di masa pandemi COVID-19 siswa juga ikut merasakan keprihatinan keterbatasan ekonomi yang berdampak signifikan bagi dirinya dan keluarganya.

Analisis hasil tes gaya belajar merupakan instrument BK yang bertujuan untuk dapat mengetahui dan memetakan gaya belajar masing-masing individu. Manusia memiliki 3 jenis gaya belajar, yakni visual, auditori, dan kinestetik yang porsi setiap orang berbeda-beda.

Tahap evaluasi dan tindak lanjut merupakan tahap akhir dari kegiatan iptek pada sosialisasi dan pendampingan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling pada optimalisasi peran konselor BK. Dalam upaya mengenalkan potensi diri siswa ini dirasa sangat penting untuk dapat menilai program layanan bimbingan dan konseling dengan aplikasi alat tes BK, yang telah diterapkan oleh konselor BK dibantu tim Abdimas Umsida dan mahasiswa yang terlibat.

Dengan demikian, para siswa dapat aktif mengenal potensinya sendiri untuk selanjutnya dapat merancang, mendesain pola belajar strategis yang efektif untuk dirinya dan lingkungannya. Mengajar bagi guru bukan lagi bermakna usaha menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan juga usaha guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang cerdas agar tujuan pengajaran dapat tercapai secara optimal.*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini