Masih Jadi Pasar Potensial, POCO M3 Siap Meluncur di Indonesia

Masih Jadi Pasar Potensial, POCO M3 Siap Meluncur di Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI, Indonesia sebagai pasar ponsel paling strategis di Asia, nampaknya Indonesia selalu menjadi sasaran produsen ponsel dunia. Meski pandemi, penjualan ponsel di Indonesia nyatanya tak melorot. Hal itu merupakan dampak dari kebijakan bekerja dari rumah (WFH) maupun belajar dari rumah (PJJ) yang diterapkan pemerintah.

Untuk menjalankan metode itu, tentunya para pekerja maupun pelajar sejatinya memiliki gawai/ponsel untuk menunjang aktivitas online tersebut.

Nah, hal itu nampaknya juga menjadi konsentrasi Xiaomi Indonesia untuk terus meluncurkan ponsel-ponsel penunjang aktivitas. Penunjang aktivitas yang dimaksud tentunya ponsel yang dijual di Indonesia akan dibekali spesifikasi mumpuni namun dengan harga yang relatif terjangkau.

Salah satu sub-produk yang mulai digelontorkan secara berkelanjutan adalan varian POCO. Ponsel yang dikenal dengan sebutan ''flagship killer''.

Setelah sebelumnya meluncurkan POCO F1, POCO F2 Pro, dan POCO X3 NFC, nampaknya Xiaomi Indonesia masih belum puas untuk menggelontorkan semua varian POCO yang dimiliki. Salah satunya yang siap kembali meramaikan pasar ponsel Indonesia adalah POCO M3.

Ponsel yang sejatinya bakal diperkenalkan secara resmi pada Kamis (21/1/2021) ini menjadi produk pembuka Xiaomi Indonesia di awal tahun 2021.

Secara spesifikasi, POCO M3 berada di area marketshare kelas menengah. Meski begitu, spesifikasi yang ditawarkan pun bukan ''kaleng-kaleng'', kawan.

Ponsel ini dibekali cipset (SoC) Snapdragon 662 berbasis Android 10 dengan user interface (UI) MIUI 12. Ditanamkan memori sistem (RAM) 4 GB dan memori penyimpanan internal (ROM) 64 GB dan 128 GB, ponsel juga dilengkapi dengan slot MicroSD jika ingin meningkatkan kapasitas penyimpanan.

Seri Poco M3 ini menggunakan layar berteknologi LCD 6.53 inci Full HD+ yang tahan air. Lain itu, ada aksen waterdrop untuk menanamkan kamera selfie 8 megapiksel (MP). Pada bagian belakang ponsel, tampil desain unik yang menghadirkan 3-kamera yang terdiri dari 48 MP, makro 2 MP, dan sensor bokeh 2 MP.

Untuk mendukung kinerja penggunanya, tentu kapasitas baterai yang disuntikkan pun tak main-main. Ada baterai berkapasitas 6.000 mAh dengan pengisian daya 18 watt. Rasanya lebih dari cukup untuk menunjang aktivitas keseharian.

POCO bakal lepas dari Xiaomi

Karena telah dianggap memiliki segmen pasar tersendiri, Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse, pernah mengungkapkan rencananya untuk memisahkan ponsel seri POCO dari seri Xiaomi.

''Pertama-tama, di Indonesia semakin banyak merek Xioami dan POCO akan terpisah. Apalagi jika bisnis Xiaomi berjalan sangat cepat, saya perlu membangun tim yang hanya fokus pada POCO karena kami yakin mereka akan melayani dua konsumen yang berbeda," jelas Alvin dalam konferensi pers virtual awal Desember 2020 lalu.

Alvin mengatakan, lini produk POCO akan menghadirkan performa kinerja yang menjadi nilai paling penting. Sebaliknya, Xiaomi dengan lini produk Mi dan Redmi akan lebih fokus pada hal-hal seperti tampilan, kamera, desain, dan keandalan produk.

"Singkatnya, Xiaomi mungkin di masa depan ditujukan bagi mereka konsumen pasar umum yang menginginkan harga produk yang luar biasa jujur, sedangkan untuk POCO ditujukan bagi mereka grup yang lebih kecil, tech enthusiast, pencinta gadget, para hardcore gamer," katanya.

Awal tahun 2020, Wakil Direktur Xiaomi, Manu Kumar Jain, mengumumkan Xiaomi sudah memecah sub-merek POCO menjadi perusahaan dan merek mandiri, jadi tak lagi berada di bawah naungan Xiaomi. Sementara di Indonesia, operasional POCO masih berada di bawah Xiaomi Indonesia.

Soal pangsa pasar Xiaomi di Indonesia, Alvin menjelaskan bahwa pada 2020 pihaknya mengalami peningkatan, dari sebelumnya berada di urutan ke-4 pada 2019, naik ke urutan ke-3 merek ponsel terbesar di Indonesia.

"Kami akan terus meningkatkan dan menghadirkan inovasi untuk semua orang," janji Alvin kala itu.

Meski begitu, Alvin tak lantas memasang target muluk untuk menduduki peringkat tertinggi pasar ponsel di Indonesia. Ia menilai, lebih penting kiranya perusahaan membuat teknologi yang dapat diakses secara lebih luas untuk banyak orang melalui ekosistemnya. Pendek kata, sesuai dengan taglinehonest pricing saat ini menjadi tujuan Xiaomi.

Xiaomi Indonesia menutup tahun 2020 dengan menghadirkan varian Mi 10T series, Mi Watch, dan Mi TV. Rencana ke depan perusahaan, sambung Alvin, pihaknya tak hanya fokus pada ponsel melainkan memperluas ekosistem perangkat berbasis Internet of Things (IoT).

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini