Sejarah Hari Ini (18 Januari 1678) - Tumenggung Arya Suralaya Pimpin Brebes

Sejarah Hari Ini (18 Januari 1678) -  Tumenggung Arya Suralaya Pimpin Brebes
info gambar utama

Ada beberapa pendapat mengenai asal-usul nama "Brebes" yang di antaranya berasal dari kata "Bara" dan "Basah", bara berarti hamparan tanah luas dan basah berarti banyak mengandung air.

Keduanya cocok dengan keadaan daerah "Brebes" yang merupakan dataran luas yang berair.

Karena perkataan bara diucapkan "bere" sedangkan basah dilafalkan "besah" yang maka dari itu mudahnya diucapkan "Brebes".

Sementara dalam Bahasa Jawa perkataan "Brebes atau mrebes" yang berarti tansah metu banyune yang berarti "Selalu keluar airnya".

Seperti dikutip GNFI dari Cerita Rakyat dari Brebes: Babad Bumi Pakowan karya Yudiono K.S., nama Brebes ada hubungannya dengan nama Gunung Beribis yang berada di wilayah selatan.

Dari gunung itulah mengalir Sungai Beribis yang bermuara di Laut Jawa, dan sekarang dikenal dengan nama Pemali.

Nama Beribis sering juga diucapkan "berebes" dan akhirnya menjadi "brebes" seperti yang kita kenal sekarang ini.

Dengan demikian, nama Brebes merupakan perubahan atau penyusaian ucapan nama gunung dan sungai yang memang akrab dengan kehidupan masyarakat sekitar yang agraris.

Hari Jadi Brebes

Sebelum menjadi daerah kabupaten tersendiri, wilayah Brebes merupakan bagian dari Kabupaten Tegal.

Pemisahan Brebes dan Tegal terjadi sejak lama, yakni sejak abad ke-17.

Peristiwa pemisahan bermula di sebuah pertemuan yang digelar di Jepara pada 17 Januari 1678.

Saat itu diadakanlah pertemuan Adipati Kerajaan Mataram se-Jawa Tengah, termasuk Arya Martalaya (Adipati/Bupati Tegal) dan Arya Martapura (Adipati Jepara).

Karena tidak setuju dengan acara penandatanganan naskah kerja sama antara Amangkurat Admiral dengan Belanda terutama dalam menumpas pemberontakan Trunajaya dengan imbalan tanah-tanah milik Kerajaan Mataram, maka terjadi perang tanding antara kedua adipati tersebut.

Peristiwa berdarah ini merenggut nyawa Arya Martoloyo yang kemudian memicu awal mula terjadinya pembentukan Kabupaten Brebes.

Sehari setelah peristiwa berdarah tersebut yaitu pada 18 Januari 1678, Sri Amangkurat II yang berada di Jepara mengangkat beberapa adipati sebagai pengganti adipati-adipati yang gugur.

Tepat pada tanggal tersebut Brebes dipisahkan dari Kadipaten Tegal oleh Amangkurat II untuk dijadikan kabupaten mandiri.

Bersamaan dengan itu, diangkatlah Tumenggung Arya Suralaya menjadi Bupati Brebes yang merupakan adik dari Arya Martalaya.

Tanggal momentum penobatan itu pun kemudian dijadikan hari jadi Kabupaten Brebes oleh pemerintah RI.

---

Referensi: Brebeskab.go.id | Yudiono K.S., "Cerita Rakyat dari Brebes: Babad Bumi Pakowan"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini