Geliat Industri Voice Over Indonesia di Tengah Pandemi

Geliat Industri Voice Over Indonesia di Tengah Pandemi
info gambar utama

Masa pandemi merupakan masa sulit yang dialami seluruh masyarakat Indonesia. Tak hanya harus menyesuaikan gaya hidup baru yang disebut dengan new normal, tetapi kita juga harus kreatif untuk bisa bertahan dengan mencari pendapatan tambahan.

Dikutip dari Kementerian Ketenagakerjaan, pada 7 April 2020, total ada 1.010.579 orang yang terkena dampak PHK. Melihat data yang dipaparkan ini, tak hanya menelan ludah, tetapi juga merinding dibuatnya. Lantas, di mana letak good news-nya?

Letak good news-nya, kita harus mengapresiasi pola pikir kreatif orang Indonesia dalam menyikapi hal ini. Mungkin juga dilandasi the power of kepepet, banyak orang membuka lahan usaha baru, seperti berjualan secara daring.

Tercatat spike tinggi dari pembuatan akun baru di e-commerce yang mencapai 250 persen. Tak hanya itu, 250 persen tersebut hanyalah angka untuk akun khusus penjual produk kesehatan saja. Bisa dibayangkan berapa besar orang yang mulai berpikir kreatif dan memutar otak untuk mendapatkan pendapatan dari rumah.

Dalam kondisi seperti ini, salah satu turunan industri di Indonesia justru semakin besar dan makin dikenal luas oleh banyak orang. Industri tersebut adalah industri voice over. Perkembangannnya dari waktu ke waktu, tanpa disadari justru industri mencapai puncak popularitasnya di era pandemi.

Corona Virus Pandemic
info gambar

1. Terms Voice Over Mulai Dikenal Banyak Orang

Terms voice over atau voice over talent mulai dikenal oleh banyak orang saat ini. Terlepas dari fakta bahwa banyak influencer di instagram yang turut mempopulerkan terms ini. Terms ini meroket dalam kurun waktu 5 tahun dan mendapat lonjakan yang cukup signifikan pada bulan Mei 2020.

Lonjakan ini juga dibuktikan dari meroketnya influencer-influencer sosial media di tengah viralnya konten dubbing yang mereka buat. Secara tidak langsung, mereka memberikan awareness bahwa setiap orang mampu menjadi voice over talent, dan bisa bekerja kapan saja dan dari mana saja sebagai freelancer.

2. Viralnya Content Voice Over di Tik Tok

Berkaca dari viralnya konten dubbing di sosial media Instagram, Tiktok sebagai platform yang tengah hangat digandrungi anak muda juga tak lepas dari meroketnya konten-konten voice over baik secara internasional, maupun nasional. Seperti konten yang dibuat oleh akun @leyladerina mendapatkan banyak apresiasi dari banyak orang, hingga membuat Leyla Aderina jadi lebih terkenal dan sering berkolaborasi dengan banyak youtuber yang sebelumnya sudah lebih ngetrend.

Secara internasional, bahkan voice over pernah menjadi challenge yang diikuti oleh banyak orang. Konten viral ini menceritakan tentang kegiatan seseorang melalui paduan editing video yang diberikan narasi sebagai pengait keterkaitan ceritanya. Conten ini menjadi viral menurut saya karena dalam waktu 1 menit, seseorang harus bisa menceritakan secara jelas menggunakan intonasi voice over yang tepat.

3. Munculnya Voice Institute Indonesia

Salah satu gebrakan lain dari industri voice over ialah munculnya banyak kelas dan workshop voice over yang berkualitas di tengah masa pandemi. Salah satu pelopor terbesarnya adalah Voice Institute Indonesia yang dipelopori sosok viral lainnya, yaitu Bimo Kusumo Yudho.

Voice Institute Indonesia memberikan kelas dan pengajaran berkualitas bagi para antusias voice over melalui workshop-workshop online yang diberikan. Pembicara terpilih untuk mengisi workshop merupakan voice over talent berkualitas dalam bidangnya dan memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagikan.

4. Munculnya Digital Voice Over Agency

Sebuah kabar baik baru muncul dari popularnya menjadi freelancer voice over talent ini. Indonesia melahirkan sebuah platform yang berfungsi mempertemukan voice over talent dengan calon pengguna jasa mereka. Platform tersebut adalah Inavoice.com.

Selain memproduksi voice over, Inavoice juga membentuk platform Audio Marketplace B2C yang menjual musik berlisensi dari berbagai musik kontributor pilihan dari seluruh dunia. Ini merupakan sebuah win-win solution karena pada kenyataannya, banyak content creator yang kesulitan untuk mendapatkan musik berlisensi dengan cara yang mudah.

Perkembangan industri voice over ini menjadi hal yang menarik dan merupakan kabar baik yang harus diberitakan kepada banyak orang. Kabar baiknya, saat ini untuk menjadi voice over talent tidak diperlukan lagi latar belakang broadcasting professional.

Semua orang bisa menjadi voice over talent. Dengan adanya informasi yang baik ini, diharapkan banyak orang lebih menyadari bahwa ada banyak sekali peluang-peluang kreatif untuk mendapatkan penghasilan ditengah pandemi yang belum kunjungi usai ini.*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini