Mengenal Kisah Pak Dal dan Mahakarya Lagu Bintang Kecil

Mengenal Kisah Pak Dal dan Mahakarya Lagu Bintang Kecil
info gambar utama

Penulis: Rifdah Khalisha

Bukankah lagu anak-anak berjudul “Bintang Kecil” sangat terkenal dinyanyikan saat duduk di bangku taman kanak-kanak? Kebanyakan orang, tentu pernah menyanyikannya semasa kecil.

Lagu ini menuturkan keindahan alam semesta dan keagungan Tuhan. Nadanya sederhana dan pesannya kuat, sesuai dengan banyaknya keingintahuan anak-anak. Liriknya dikemas dengan metafora yang imajinatif, mencerminkan pikiran anak-anak terhadap dunia dan cita-cita di masa depan.

Namun, tak banyak yang mengetahui sosok berjasa besar di balik lagu ini. Beliau ialah R. Geraldus Daldjono Hadisudibjo atau akrab disapa Pak Dal. Ia seorang pencipta lagu, komponis, sekaligus pendidik.

Pak Dal termasuk pencipta lagu anak-anak di generasi yang sama dengan Ibu Sud dan Pak Kasur. Mereka sama-sama mencurahkan banyak waktunya untuk kebaikan pertumbuhan anak-anak. Tapi nama dan kisah Pak Dal tak banyak diketahui seperti dua rekannya.

Pendidik yang Dekat dengan Siswa-siswi

Kweekschool zaman Hindia Belanda © Wikimedia.org
info gambar

Pak Dal pernah menempuh pendidikan keguruan setingkat SMA bernama Kweekschool pada zaman Hindia Belanda di tahun 1928. Sekolah ini terletak di aerah Muntilan, Jawa Tengah.

Di masa itu, ia sudah mulai menjajaki dunia musik melalui paduan suara di gerejanya. Ia kerap tampil sebagai soloist, tetapi kemudian berminat pada biola. Sang guru, Pater J Awiek S.J terus memberi dukungan kepada Pak Dal untuk menyelami dan menekuni dunia permusikan.

Lantas selepas lulus, Pak Dal menjadi pendidik musik di tiga sekolah dasar. Ia mengenalkan notasi balok melalui kiat sederhana dan mudah dipahami siswanya. Tak heran, banyak siswa-siwinya begitu menyukai dan mengenang Pak Dal.

Pak Dal juga pernah mengajar di Sekolah Pendidikan Guru (SPG), sekolah setingkat SMA di Yogyakarta. Pak Dal terkenal istimewa karena keseriusannya dalam mendidik dan melatih siswa-siswi. Bahkan, ia kerap membawa gambang kecil ke kelas untuk mengenalkan nada.

Meski belajar teori musik secara mendalam, Pak Dal menekankan bahwa pendidikan harus ada praktiknya. Ia senantiasa memotivasi siswa-siswinya untuk berani menciptakan lagu anak-anak sendiri, seolah praktik sebelum mereka mengajar di sekolah dasar. Pak Dal berharap kelak siswa-siswinya dapat membawakan lagu anak-anak ciptaannya sendiri dan memiliki hubungan dekat dengan anak-anak.

Karenanya, tercipta ikatan baik nan erat antara Pak Dal dengan siswa-siswinya. Setelah berpisah pun masih banyak siswa-siswinya yang setia mengunjungi, mulai dari meminta saran dan nasihat dalam mendidik anak-anak atau meminta diktat lagu-lagu ciptaan Pak Dal.

Pengisi Siaran Radio Zaman Jepang

Radio tempo dulu © Phiradio.net
info gambar

Saat masa pendudukan Jepang di Indonesia, Pak Dal menerima pekerjaan tambahan sebagai pengisi radio dalam sesi siaran musik. Kebijakan Jepang yang melegalkan penggunaan bahasa Indonesia, memantik semangat Pak Dal menulis lagu berbahasa Indonesia. Ia pun berhasil menciptakan lagu anak-anak dan menyiarkan di radio Jakarta, Solo, dan Yogyakarta.

Dalam siarannya, Pak Dal sesekali memutar lagu-lagu Indonesia di antara lagu-lagu Jepang. Seiring melemahnya kekuatan Jepang, sedikit demi sedikit Pak Dal mulai meniadakan lagu Jepang. Akhirnya, di acara tersebut, seluruh lagunya berbahasa Indonesia.

Ia terhitung sangat produktif menciptakan lagu. Bahkan hebatnya, pernah menciptakan enam lagu dalam sehari. Pak Dal juga memiliki diktat berisi lebih dari seratus lagu sejak zaman Jepang. Tentu saja lagu-lagunya selalu berkaitan dengan pendidikan, seperti lagu “Berlabuh," “Peramah," dan “Sopan."

Menurut Pak Dal, setiap komponis atau seniman, pasti pernah merasakan masa subur. Jadi, apapun yang tertangkap indra rasanya ingin cepat-cepat dituangkan dalam susunan nada.

Namun, di sisi lain Pak Dal acap kali merasa terburu-buru saat menciptakan lagu di masa subur. Lagu tersebut tak berasal dari inspirasi mendalam, tetapi hanya sekadar mengisi kekosongan siaran lagu-lagu berbahasa Indonesia sehingga hasilnya kurang memuaskan.

Pencipta Mahakarya Lagu Bintang Kecil

Bintang Kecil © Tekskoorkita.blogspot.com
info gambar

"Bintang kecil" menjadi salah satu mahakarya ciptaan Pak Dal. Bukti dari kekuatannya dalam menguasai konsep penciptaan lagu anak-anak dan semangat yang selalu menyala. Ia belajar menahan diri untuk tidak terburu-buru menciptakan lagu.

Pak Dal tidak henti-hentinya memperdalam teori musik demi penyempurnaan lagu anak-anak ciptaannya. Ia melakukan semua seraya mengajar di SPG karena ia memandang siswa-siswinya dapat berperan banyak dalam mempopulerkan lagu anak-anak. Ia juga kerap memberi nasihat auntuk terus memegang teguh jurus utama menciptakan lagu anak-anak, yakni sederhana, lincah, dan gembira.

Meski namanya mulai terlupakan, tetapi karyanya akan tetap terkenang sempurna dalam benak anak-anak. Yuk, lestarikan lagu anak-anak yang sesuai dengan umurnya.

Referensi:Historia | UNY Community | Musik Lirik CC

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini